Ibrani 12-3
Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
Terdapat sebuah perusahaan lilin, perusahaan ini merupakan perusahaan yang sukses. Akan tetapi pada suatu saat Thomas Alva Edison menemukan sebuah lampu dan hal ini menyebabkan tingkat penjualan lilin dari perusahaan ini merosot secara drastis karena banyak orang memilih untuk menggunakan alat penerangan yang baru.
Pada suatu hari di perusahaan itu seorang karyawan melupakan mematikan mesin pada saat istirahat siang. Akibatnya adonan menjadi berbusa-busa dan penuh dengan gelembung udara. Pada awalnya karyawan tersebut ingin membuang adonan yang telah berbusa tersebut akan tetapi sebelumnya ia mencoba untuk membuat sabun dari adonan tersebut. Dan sungguh tidak diduga olehnya bahwa sabun yang dihasilkan adalah sabun yang dapat mengambang di air.
Sabun yang jadi akibat kecelakaan tersebut menjadi sabun yang sangat laris di pasaran. Mengapa sabun tersebut menjadi laris? Hal ini dikarenakan pada saat itu orang masih sering mandi di sungai sehingga apabila sabun miliknya dapat mengambang maka orang tersebut tidak akan takut kehilangan sabun apabila sabunnya terlepas dari tangan.
Penulis kitab ibrani menyarankan supaya selalu mengingat bagaimana sengsaranya Tuhan Yesus di dalam menghadapi orang-orang berdosa yang melawan-Nya dengan begitu sengit. Dengan mengingat hal tersebut maka kita tidak cepat berkecil hati dan putus asa.
Kesaksian saya:
Jujur saja saya kadang kala ketika menghadapi penderitaan, saya merasa kenapa hal ini harus terjadi. Kenapa Tuhan tidak membiarkan saya hidup diluar penderitaan. Dan kemudian saya bersungut-sungut sepanjang hari. Dengan membaca firman Tuhan ini saya benar-benar diingatkan kalau Tuhan itu telah mengalami penderitaan yang jauh lebih besar dari yang saya alami dan Tuhan tidak bersungut-sungut melainkan menjalaninya. Hal ini sangat memukul saya, kenapa hanya penderitaan yang kecil saja saya harus bersungut-sungut. Hari ini saya belajar untuk menghadapi penderitaan dengan tabah dan pantang menyerah.
Note:
Di saat engkau menderita, ingatlah selalu pada Tuhan Yesus. Dia menganggung penderitaan dengan setia dan tekun.

0 comments:
Post a Comment