Pengkhotbah 4: 4
Aku tahu juga bahwa manusia bekerja begitu keras, hanya karena iri hati melihat hasil usaha tetangganya. Semua itu sia-sia belaka seperti usaha mengejar angin.
Aku tahu juga bahwa manusia bekerja begitu keras, hanya karena iri hati melihat hasil usaha tetangganya. Semua itu sia-sia belaka seperti usaha mengejar angin.
Suatu ketika ada seorang pria kaya yang ingin memberikan tanahnya untuk seorang teman. Ia berjanji kepada temannya, jika temannya itu dapat mengelilingi tanah miliknya berapapun luasnya maka tanah yang berhasil dikelilingi tersebut diberikan kepada temannya. Dan hal ini hanya berlaku untuk satu hari saja. Mendengar hal tersebut sang teman pada keesokan harinya ia berangkat pagi-pagi sekali untuk mulai mengelilingi tanah tersebut dan tanpa memikirkan makan ataupun minum ia berlari terus agar ia dapat mengelilingi tanah sebesar mungkin. Sampai pada malam harinya ia kembali ke sang teman dan berkata aku berhasil mengelilingi 500 ribu meter persegi. Namun, seketika itu juga ia meninggal.
Dalam hidup ini, banyak orang mengejar sesuatu yang sesungguhnya diluar kesanggupannya. Ada orang yang sudah kaya raya, namun masih saja serakah. Ada yang sangat pintar namun masih terobsesi mengejar hal yang bukan-bukan. Dan ada yang sudah berhasil namun tetap saja merasa kurang. Dengan kata lain, banyak orang yang tidak bisa menghargai berkat yang sudah Allah berikan.
Hidup di dunia ini hanya sekali, karena itu kita perlu belajar untuk menikmati dan mensyukuri. Apa saja yang diluar kapasitas kita harus kita terima dengan lapang dada. Bukan berarti kemudian kita malas untuk berusaha. Usaha dan kerja keras itu penting namun yang lebih penting adalah mensyukuri dan menikmati berkat dan karunia yang sudah Tuhan berikan dalam hidup kita.
Kesaksian saya:
Kadang kala saya lupa untuk mensyukuri berkat Tuhan yang ada pada saya saat ini, akan tetapi malah bersungut-sungut pada Tuhan kenapa saya harus seperti ini dan bukannya seperti yang lain. Padahal kalau direnungkan lagi, saya sangat diberkati oleh Tuhan. Membaca renungan pagi ini benar-benar mengingatkanku bahwa kita jangan bersungut-sungut akan apa yang tidak kita punya melainkan renungkan kebaikan dan pemberian Tuhan serta syukuri setiap pemberianNya.
Note:
Bersyukurlah senantiasa karena semakin kecil rasa syukur dalam hidup kita maka semakin besar kesempatan benih iri hati untuk bertumbuh subur dalam hati kita.

0 comments:
Post a Comment