Kolose 3:21
Hai bapa-bapa janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
Hai bapa-bapa janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
Terdapat sebuah film korea yang merupakan film monster, film ini menggunakan teknologi yang canggih didalam pembuatannya. Kebanyakan dari film-film monster yang kita lihat adalah sebuah film yang berfokus pada kejutan-kejutan yang dibuat oleh monster tersebut, Akan tetapi pada film ini terdapat perbedaan. Perbedaannya yaitu pada film ini terdapat sisi dramatisnya yang mengangkat sebuah pesan moral yang berharga.
Pesan yang diberikan film ini adalah mengenai sebuah keluarga atau lebih tepatnya hubungan seorang ayah dengan anaknya. Di film ini dikisahkan seorang anak yang semasa kecilnya kekurangan protein. Pada awalnya anak ini sangat pintar akan tetapi karena kekurangan protein membuat dia mudah tidur dan menjadi kurang pandai.
Akibat kekurangan itu, sang ayah merasa kehilangan anaknya dan ia menjadi menyesal karena dulu ia meninggalkan anaknya ketika anak tersebut di dalam masa pertumbuhan. Hal ini yang menyebabkan anak tersebut kekurangan gizi. Kemudian sang ayah berkata "Kesedihan orang tua yang kehilangan anaknya sungguh hebat. Gaungnya sampai ke langit."
Mungkinkah di waktu-waktu sekarang ini ada dari kita yang sedang melupakan anak kita dan mengabaikan kebutuhan-kebutuhannya. Akibat hal ini anak kita dapat ada akan tetapi segalam hal baik akan dapat direnggut dari mereka sehingga akan membuat kita kehilangan mereka. Mereka bukan lagi seperti anak kita atau tidak seperti yang kita harapkan. Oleh karena itu sebelum gaung kesedihan tersebut sampai ke langit marilah kita kembali memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita.
Kesaksian saya:
Walaupun saya belum mempunyai seorang anak akan tetapi saya tau rasanya menjadi seorang anak yang kurang diperhatikan oleh seorang ayah. Dulu ayah saya seorang yang keras dan semaunya sendiri, dia jarang memperhatikan keluargaku. Jujur saja aku katakan dulu aku benci ama ayahku karena ketidakpeduliannya pada diriku. Akan tetapi aku besyukur sama Tuhan karena Dia telah mengubahkan ayahku yang sangat membencikan bagiku menjadi seorang ayah yang sangat memperhatikan keluarganya, bahkan Tuhan menjamah aku melalui sebuah acara KKR sehingga aku dapat memaafkan ayahku. Ketika aku membaca renungan diatas aku benar-benar diingatkan oleh Tuhan kalau peran seorang ayah itu penting didalam keluarga, dan aku kelak ingin menjadi seorang ayah yang terbaik untuk anak-anakku.
Note:
Bapa disurga adalah seorang ayah yang tidak pernah meninggalkan kita, Dia adalah ayah yang selalu mendampingi kita senantiasa serta mencukupi setiap kebutuhan kita baik jasmani ataupun rohani.

0 comments:
Post a Comment