Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Ada sebuah buku yang sangat baik walaupun buku tersebut tipis. Buku tersebut adalah buku yang berisikan tentang persoalan-persoalan manusia di dalam terang firman Tuhan yang dikaitkan dengan psikologi populer. Salah satu yang menarik dari pembahasan yang terdapat pada buku tersebut adalah pembahasan mengenai depresi. Di sana dikatakan faktor terbesar penyebab depresi adalah faktor B.
Pada depresi terdapat 3 faktor yaitu faktor A (kejadian), faktor B (persepsi), dan faktor C (depresi). Misalnya ada seorang istri yang suaminya kurang perhatian lagi padanya merupakan faktor A bagi istri tersebut. Kemudian sang istri dapat membuat persepsi bahwa dirinya tidak menarik lagi yang merupakan faktor B. Sehingga pada akhirnya ia menjadi depresi yang merupakan faktor C.
Jadi, yang salah bukanlah pada apa yang akan terjadi melainkan persepsi, pendapat, atau hal-hal yang kita buat sendiri dengan disebabkan oleh peristiwa di hidup kita. Ada sebuah kata-kata yang sangat baik yaitu "Kehidupan bukanlah hal-hal yang terjadi dalam diri kita, tetapi bagaimana sikap kita terhadap hal-hal yang terjadi itu."
Apakah anda masih sering berpikir negatif ketika hal yang tampak buruk sebagai sesuatu yang benar-benar buruk sehingga menyebabkan pikiran anda dipenuhi hal-hal yang buruk. Padahal Tuhan berjanji, di dalam segala sesuatu Ia turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita, bukan keburukan.
Kesaksian saya:Saya adalah seseorang yang mudah depresi dalam menghadapi sebuah masalah khususnya masalah yang berhubungan dengan pasangan hidup. Dulu saya tidak tahu kenapa saya mudah sekali depresi apabila terkena sebuah masalah akan tetapi setelah saya membaca renungan pagi hari ini saya jadi sadar memang ketika saya depresi penyebab depresi saya bukanlah masalah saya akan tetapi pikiran saya yang mengatakan bahwa masalah itu adalah masalah yang susah dan tidak mungkin dikerjakan. Hal tersebut langsung membuat saya down dan seperti kehilangan segala sesuatunya. Tuhan benar-benar menyadarkan saya pada hari ini bahwa Dia selalu bersamaku sehingga walaupun ada masalah jangan berpikiran yang aneh-aneh.
Note:
Yakinlah bahwa kehidupan yang kita kejar cukup berharga untuk diperjuangkan sampai mati.

0 comments:
Post a Comment