Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Ada seorang penjual soto di kota Semarang. Dia memulai usaha dengan memikul dagangannya dan mangkal di simpang empat Bangkong. Lama-kelamaan sotonya semakin digemari dan dikenal sebagai soto Bangkong.
Ketika ditanya apakah resep keberhasilannya. Ia berkata "Kalau kita mengerjakan sesuatu, kita harus membagi kesenangan itu dengan orang lain dan dalam pekerjaan saya ini mulai dari masak soto sampai melayani pembeli, saya lakukan dengan senang supaya rasa senang itu ikut dirasakan orang yang memakannya."
Hal yang sama disampaikan rasul Paulus kepada jemaat di Kolose. Rasul berkata hendaknya mereka melakukan segala sesuatu dengan segenap hati. Kata segenap hati dalam bahasa aslinya berarti berasal dari jiwa. Itu artinya mereka harus mengerjakan dengan sungguh-sungguh sebagaimana mengerjakan untuk Tuhan yang mengetahui setipa hati dan jiwa manusia.
Segala tindakan dan ucapa manusia itu berasal dari dorongan hati. Jika hatinya mencintai perkerjaan itu maka dia akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Hal itu tercermin dari wajah yang ceria. Perkerjaan apa yang saat ini sedang anda kerjakan? Apakah hati anda berada dalam pekerjaan itu? Apakah anda sudah bekerja dengan muka berseri-seri?
Kesaksian saya:
Saat ini saya bekerja sebagai asisten di laboratorium tempat saya kuliah. Saya sudah bekerja disana kurang lebih satu setengah tahun. Pertama kali saya diterima di sana saya mencintai pekerjaan saya sehingga saya berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap kerjaan yang diberikan kepada saya. Apapun kerjaannya saya usahakan selesai jauh sebelum dead line yang diberikan. Akan tetapi setelah saya bekerja selama 6 bulanan saya mulai merasa jenuh akan pakerjaan itu, sehingga rasa cinta saya kepada pekerjaan itu mulai menurun. Saya merasakan sendiri ketika saya mulai kehilangan rasa cinta akan pekerjaan saya, saya mulai malas untuk melakukan kerjaan yang diberikan kepada saya bahkan tidak jarang saya mengumpulkannya melebihi dead line yang diberikan. Akhir-akhir ini Tuhan banyak menjamah saya melalui firmanNya ataupun melalui ayah saya, sehingga saya mulai dapat bangkit kembali dan belajar untuk selalu mencintai setiap pekerjaan yang diberikan kepada saya agar hasil yang saya kerjakan menjadi maksimal. Dan saya merasa kalau kasus ini bukan hanya terjadi di pekerjaan saja melainkan di setiap kegiatan di hidup saya misalnya di pelayanan saya, dulu pernah saya kehilangan perasaan cinta akan pelayanan saya sehingga dengan tanpa beban saya meninggalkan pelayanan saya begitu saja. Jadi renungan pada pagi hari ini sangat mengingatkan saya agar disetiap aspek kehidupan saya, saya harus selalu memberikan yang terbaik sehingga apa yang saya lakukan dapat menyenangkan hati Tuhan.
Orang yang mencintai pekerjaannya biasanya sangat termotivasi oleh antusiasmenya sendiri untuk terus memperbaiki kemampuan diri dan meningkatkan prestasinya..

1 comments:
Soto bangkong?? wah wah.. pp'q doyan tuh.. hehe...
Post a Comment