Wednesday, 23 July 2008

Bumbu Spontanitas

Pengkhotbah 3: 13
"Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum, dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah."

Pada renungan sebelumnya ("Mengukur Dua Kali"), ditekankan perlunya membuat perencanaan. Jika kita tergesa-gesa melakukan sesuatu, maka hasilnya akan mengecewakan. Perencanaan memang perlu, tapi jangan sampai hal itu memupuskan spontanitas anda.

Sebagai hamba Tuhan, istri saya tidak punya jam kerja yang pasti. Kadang sampai tengah malam pun, dia harus melayani. Terutama dalam situasi darurat. Hal ini kadang menggagalkan rencana yang sudah kami susun jauh-jauh hari. Misalnya, kami punya rencana berwisata. Tapi pada hari H, istri saya harus memimpin upacara pemakamam. Maka rencana kami pun gagal. Itulah sebabnya, kami sering membuat acara secara spontan. Ketika kami sama-sama punya waktu luang, maka tanpa direncanakan lebih dulu, kami pergi memancing bersama, berbelanja di toko buku, menonton di bioskop atau makan malam di warung kaki lima.

Spontanitas adalah bumbu yang membuat kehidupan pernikahan menjadi sedap. Tanpa bumbu yang cukup, masakan menjadi hambar. Namun jika terlalu banyak bumbu, masakan juga tidak enak. Karena itu, spontanitas juga jangan sering-sering dilakukan. Pengkhotbah mengatakan bahwa menikmati kesenangan dari hasil jerih payah merupakan pemberian dari Allah. Allah berbuat demikian supaya kita takut pada-Nya. 

Kesaksian saya:
Saya banyak melihat di dunia ini, banyak orang yang sukses, ia dengan gigih bekerja untuk mendapatkan keberhasilan akan tetapi dia tidak pernah menikmati hasil kerja kerasnya itu. Dari hari ke sehari ia semakin stres karena pekerjaannya. Ketika melihat itu kadang kala saya merasa kasihan karena rasanya buat apa dia bekerja mati-matian seperti itu jika ia sendiri sama sekali tidak bisa menikmatinya. Karena menurut saya ketika kita mengambil waktu sejenak untuk beristirahat dan menikmati hasil kerja keras kita maka kita akan lebih semangat dalam bekerja dan hasil yang kita dapatkan akan lebih baik, sementara ketika kita kerja terus maka kita akan menjadi capek, bosan, dan lain sebagainya. Akan tetapi kita tidak boleh malas-malasan dan hanya menikmati hasil kerja kita saja. Karena ada tertulis siapa mau makan ia harus bekerja, yang maksudnya Tuhan tidak akan memberkati orang yang malas untuk bekerja. Jadi hidup ini harus imbang antara bekerja dengan jerih payah dan istirahat untuk menikmati hasil kerja kita. 

Dulu mama saya adalah salah satu orang yang sangat giat bekerja akan tetapi sedikit istirahat. Memang semua pekerjaan mama saya selesai pada waktunya bahkan sebelum waktu deadline sehingga mama saya dipercaya banyak orang akan tetapi di satu sisi, mama saya semakin lama semakin lemah kondisi badannya sehingga mudah sakit selain itu menjadi cepat marah karena kecapekan. Karena itu saat ini, kami sekeluarga setiap satu minggu sekali selalu pergi entah kemana. Hal ini sangat baik, dengan begini mama saya tidak selalu berpikir untuk mengerjakan sesuatu sehingga dia dapat releks dan membuat kondisi tubuhnya lebih baik.

Saran saya bagi anda sekalian yang kerja terus tanpa henti, giat bekerja itu harus karena Tuhan menghendaki orang yang giat bekerja akan tetapi ada kalanya anda harus beristirahat, nikmatilah hasil kerja keras anda agar semangat, tubuh, dan pikiran anda disegarkan sehingga anda dapat bekerja dengan lebih baik lagi. GBU.

Note:
Ambillah waktu untuk menikmati hasil jerih payah anda.

0 comments: