"Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia."
Seorang ibu dibuat pusing bagaimana cara mengajari anak perempuannya supaya bertobat dari kenakalannya. Bahkan berkali-kali anak itu diajari untuk meminta maaf, ia tetap keras kepala untuk menolak. Karena tidak mau taat, si ibu pun menghukumnya dengan mengambil semua mainannya dan mengurungnya di kamar tidurnya. Ketika ayanya pulang dari kerja dan mendatangi kamarnya, si ayah menasihatinya, "Kalau saja kamu mau mendengarkan perkataan ibumu, ayah yakin ia akan mengembalikan semua mainanmu dan memasak makanan kesukaanmu." Namun anak ini dengan lantang menjawab, "Ayah, Ibu bisa mengambil mainanku. Ia juga bisa mengambil makananku. Tapi ia tidak bisa mengambil pikiranku." Demikianlah anak itu menolak untuk bertobat dan tetap mengeraskan hatinya untuk mau berubah.
Kita pun kerap demikian, bukan? Berkali-kali kita mendengar firman Tuhan yang menasihati kita supaya menjauhi kejahatan dan segala perbuatan yang membawa kepada dosa. Namun, berapa banyak dari kita yang tetap mengeraskan hati dan memilih untuk membenarkan pikiran kita sendiri? Banyak, bukan? Inti dari pertobatan bukanlah menerima pengampunan dari Tuhan saja. Akan tetapi inti dari pertobatan sejati adalah menghancurkan segala pembenaran diri sendiri dan berani mengakui akan segala tingkah laku kita yang jahat. Jika kita belum berani untuk menghancurkan benteng-benteng pembenaran diri yang selama ini sudah kita bangun. Sesungguhnya kita belum sungguh-sungguh menyadari dan mengalami arti dari sebuah pertobatan yang sejati.
Kesaksian saya:
Dulu saya adalah seorang yang mungkin bagi beberapa orang terlihat baik akan tetapi saya sebenarnya suka melakukan dosa. Hal ini terjadi karena dulu saya dengan keluarga saya sama sekali tidak akrab, sehingga dimata keluarga saya, saya terlihat sebagai anak yang sangat baik. Dosa-dosa yang dulu selalu saya lakukan banyak juga diantaranya adalah pornografi, berkata-kata kotor, dll. Ketika SD, SMP dulu saya suka sekali berkata-kata kotor, ada sesuatu sedikit saya akan mengumpat kepada orang tersebut bahkan orang yang ndak ngapa2in tapi saya ndak suka langsung aja saya umpat. Sedangkan untuk pornografi, saya sudah mengenalnya ketika saya masih SD dan semakin menjadi-jadi ketika saya bertumbuh. Saya menganggap semua dosa-dosa yang saya lakukan adalah benar, menurut saya apa salahnya seorang mengumpat atau lihat hal2 pornografi karena itu sangat menyenangkan. Akan tetapi ketika Tuhan menjamah saya dan membuat saya bertobat saya menjadi sadar bahwa semua dosa yang saya lakukan itu sia-sia saja dan tidak memberkati diri saya atau orang-orang di sekeliling saya.
Misalnya pornografi mungkin bagi kalian yang masih bersih keras mengatakan bahwa hal ini ndak masalah, karena kalian kan cuma melihat saja jadi ndak merugikan sapa2, saya beritahu kalian pornografi itu merugikan diri kalian sendiri selain itu ketika kalian berada di tahap tertentu kalian akan merugikan orang lain juga. Ketika kalian sudah melihat hal-hal pornografi secara otomatis pikiran kalian sudah terperangkap ke dalam dosa ini, sehingga apa yang kalian pikirkan itu pasti akan mengarah ke arah pornografi dan hal ini akan mengacaukan kehidupan kalian. Selain itu pornografi itu kalau saya dapat bagi, dapat dibagi menjadi 3 tahap, pertama itu tahap gambar: kalian akan puas setelah melihat gambar-gambar pornografi akan tetapi setelah beberapa saat kalian akan bosan dan mulai memasuki tahap ke dua yaitu kalian mulai mencari video2 pornografi dan saat kalian sudah bosan dengan tahap kedua maka kalian akan menuju tahap ketiga yaitu mencari orang untuk diajak melakukan apa yang selama ini kalian lihat di pornografi bahkan jika kalian sudah benar2 teracun oleh pornografi kalian akan terjerumus ke pemerkosaan. Kuberitahukan kalian jangan sekali2 main2 dengan dosa, jika kalian teruskan maka kalian akan menyesal di kemudian hari. Saya dapat mengatakan ini karena saya sudah masuk ke dalam tahap 3 dalam dosa pornografi walaupun saya belum sampai hub sex.
Sama halnya dengan dosa-dosa yang lain bagi kalian yang merokok, merokok itu tidak baik. Sangat merugikan diri sendiri dan orang lain. Mungkin saya tidak merokok tapi saya tahu karena banyak teman2 saya yang merokok, mereka yang merokok merusak tubuh mereka sendiri selain itu mereka juga merusak tubuh orang lain yang berada di dekat mereka karena asap rokok yang terhisap oleh orang di sekitar mereka menyebabkan orang-orang tersebut menjadi perokok pasif dan perokok pasif itu kerusakan yang didapat lebih parah dari pada perokok aktif. Kalian yang perokok dapat saya katakan adalah seorang pembunuh yang membunuh dengan diam-diam, kalian membunuh diri kalian sendiri dan orang lain walaupun tidak terlihat langsung akan tetapi sedikit demi sedikit kalian menuju ke gerbang kematian. Percayalah kalian pasti dapat melepaskan diri, karena saya juga banyak bertemu dengan orang-orang yang berhasil melepaskan diri dari jerat dosa ini.
Saya dapat lepas dari dosa-dosa saya ini hanya karena kemurahan Tuhan di dalam hidup saya, Ia mau mengampuni dan membantu saya agar saya dapat lepas dari dosa-dosa saya ini. Untuk dapat lepas dari dosa anda, anda harus benar-benar bertobat seperti yang tertulis pada renungan diatas. Selain meminta ampun agar Tuhan mengampuni kita, kita juga harus meminta kepada Tuhan agar membantu kita agar kita lepas dari jerat dosa sebab dengan hanya kekuatan kita, kita tidak akan bisa lepas akan tetapi kita sendiri juga harus punya hati sungguh-sungguh agar lepas dari dosa kita tersebut karena jika kita sendiri yang tidak mau lepas maka Tuhan juga tidak akan membantu kita. Percayalah hidup dengan tidak berbuat dosa itu lebih menyenangkan akan tetapi juga lebih banyak tantangan karena iblis tidak suka jika kita yang sudah digenggamannya lepas begitu saja, iblis akan berusaha untuk menarik kita kembali. GBU.
Note:Menerima pengampunan tidak lantas menghilangkan kebiasaan buruk anda. Anda harus berusaha keras untuk mengubahnya.

0 comments:
Post a Comment