Sunday, 27 July 2008

Jangan Diam Saja!

I Tesalonika 5: 11
"Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan."

Apa yang seorang ibu lakukan jika ia melihat anak kecilnya bermain pisau? Tentu tidak tinggal diam, bukan? Kalau sudah tidak bisa dengan nasihat, tentu mereka akan memaksa anaknya untuk taat. Dalam banyak kehidupan kekristenan, kerap kita melihat saudara seiman yang menyimpang dari kebenaran Tuhan. Namun, mengapa kita kerap diam saja?

Dosa pertama memang benar dilakukan oleh hawa. Tapi justru adamlah yang pertama ditanyai Tuhan, mengapa? Karena adam jelas ada di sana ketika hawa berbicara dengan ular. Artinya adam diam saja, tidak memberi nasihat atau teguran kepada hawa ketika ia hendak memakan buah terlarang.  Banyak orang kristen bertindak seperti adam. Mereka cuek saja melihat saudara seiman menyimpang dari jalan Tuhan. Tuhan tegas mengatakan "Jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa". Jika kita tahu jelas kita harus memperingati saudara seiman yang menyimpang dari jalan Tuhan namun kita diam saja, jelas kita berdosa, seperti adam. Namun, jika kita menegurnya dan dia tidak mau mendengar, dosa itu tidak ditanggungkan atas kita. Dengan kata lain, kita perlu melakukan sesuatu jika melihat saudara seiman jauh dari Tuhan, setidaknya menegur dan menasihati.

Ada saatnya kita diam, tapi ada saatnya kita perlu berkata-kata. Jika hari-hari ini anda melihat ada saudara seiman hidup jauh dari Tuhan, jangan diam saja! Berdoalah, tegurlah, nasihatilah, dan mintalah Tuhan mengubah hidupnya. Itu baru kasih sejati. 

Kesaksian saya:
Sebelumnya saya meminta maaf kepada anda yang kemarin membuka blog ini dan tidak menemukan perubahan pada blog, hal ini terjadi karena kemarin saya cukup sibuk sehingga tidak melakukan update pada blog. 

Menurut saya, mengingatkan orang lain ketika berbuat salah itu tidak selalu harus saudara seiman saja. Ketika kita melihat orang lain yang sedang berbuat salah walaupun ia bukanlah saudara seiman akan tetapi kita harus tetap mengingatkannya apalagi apabila orang itu adalah teman atau keluarga kita. Karena bagaimanapun juga kalau kita mengasihi teman atau keluarga kita itu walaupun ia bukan saudara seiman kita, kita akan tetap mengingatkannya. Mungkin ia tidak mau mendengarkan kita, akan tetapi percayalah ketika kita terus mendoakannya dan mengingatkan dia, kata-kata kita yang saat ini tidak didengarnya suatu saat ketika ia menghadapi sebuah masalah maka ia akan mengingat kata-kata kita dan berubah.

Jujur saya sampai saat ini belum dapat 100% apabila melihat orang lain berbuat salah, saya ingatkan dia. Kadang kala saya ada perasaan sungkan sama orang itu kalau saya ingatkan dia tentang kesalahannya. Kadang juga saya takut, nanti dia marah sama saya, akan tetapi dari membaca renungan pagi ini saya merasa Tuhan mengatakan kepada saya kalau hal itu buka masalah. Perbuatlah apa yang harus saya perbuat dan apabila dia tidak mau mendengarkannya maka Tuhan tidak akan menyalahkan saya yang penting apakah saya punya hati untuk mengasihai orang itu dan ingin agar orang itu berubah. Apabila ternyata benar orang itu memusuhi saya, saya tidak perlu kuatir akan hal itu, Tuhan punya jalan yang lebih baik untuk saya. Karena itu bagi anda semua yang ketika melihat teman anda berbuat salah akan tetapi membiarkannya maka berhati-hatilah karena itu sama saja dengan kalau anda itu sombong (sudah tau orang itu salah akan tetapi dibiarkan) dan Tuhan tidak suka orang sombong. Punyailah hati untuk mengasihi orang lain, terutama ketika orang itu berbuat salah. Jangan ketika orang itu berbuat salah maka anda meninggalkannya begitu saja tanpa mengingatkan dia atas kesalahannya. GBU.

Note:
Kepedulian dan kasih sejati adalah ketika kita tidak berdiam diri membiarkan orang yang kita kasihi jatuh dalam bahaya.

0 comments: