Wednesday, 2 July 2008

Ketekunan

II Petrus 1: 8 
Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah. Kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Tidak ada seorangpun yang senang ketika harus menghadapi masa sulit. Akan tetapi justru di masa-masa itulah kita akan mengenal diri kita yang sebenarnya. Coba kita ingat-ingat lagi ketika kita menghadapi masa sulit. Bagaimanakah perasaan kita saat itu? Namun, coba kita bandingkan dengan perasaan kita saat ini setelah kita melewatinya. Kita tentu tidak pernah berpikir bahwa kita akan sanggup keluar dari kesulitan tersebut bukan? Akan tetapi kenyataannya adalah kita menang dan berhasil melewatinya.

Alkitab sendiri tidak pernah berjanji bahwa hidup kita akan bebas dari ujian dan percobaan. Yang alkitab janjikan adalah Tuhan akan selalu menyertai kita ketika kita menghadapi ujian tersebut. Yakobus sendiri berkata bahwa ujian kehidupan itu akan membuat kita belajar bertekun dan ketekunan ini akan menjadi cikal bakal benih kedewasaan iman. Bertekun artinya kita tetap teguh dan tidak menyerah dalam penderitaan dan ketidakberuntungan, menanggung semuanya dengan sabar.

Jika hari-hari ini kita mengalami ujian kehidupan yang berat. Bersabarlah! kita sedang Tuhan bentuk menjadi manusia yang kuat dan tekun. Dan jangan pernah heran jika seperti yang sudah-sudah kita akan dapat melewatinya dengan sangat baik asalkan Tuhan dilibatkan dengan masa-masa sulit itu. Percayalah! cobaan, ujian, kesulitan itu sedang memperbaiki kondisi iman kita. Kita akan keluar sebagai pemenang. Jadi, tetaplah bersabar sampai Allah menunjukan jalan keluarnya pada kita.

Kesaksian saya:
Sebagai manusia saya juga pasti mempunyai masalah dan ada beberapa di antara semua masalah-masalah yang saya hadapi itu sangat berat. Ketika menghadapi masalah berat tersebut jujur saya merasa tertekan dan merasa kalau masalah ini tidak mungkin dapat saya lalui. Bahkan tidak jarang saya stres dan  marah sama Tuhan kenapa harus ada masalah yang seberat ini. Misalnya salah satunya adalah ketika saya diputus mantan pacar saya, saya sangat terpukul dan saya merasa tidak sanggup menghadapinya. Mungkin bagi sebagian orang ini bukanlah masalah yang berat, akan tetapi bagi saya ini masalah yang berat karena saya ingin menjalin hubungan yang serius dan ingin sampai ke jenjang pernikahan sehingga ketika saya diputus pacar saya, saya merasa Tuhan itu tidak adil dan menjadi stres berat. Akan tetapi Tuhan itu baik, Ia menjamah saya perlahan-lahan dari hari ke hari sehingga semakin hari saya dapat memahami maksud Tuhan kenapa saya harus putus dengan perempuan itu. Saat ini ketika saya melihat ke belakang di saat saya menghadapi masalah tersebut, saya bersyukur Tuhan masih mau menjamah saya dan tidak membiarkan saya terhilang karena banyak orang yang ketika menghadapi masalah yang sangat berat, mereka memilih untuk bunuh diri. Saat ini saya dapat lebih tenang dalam menghadapi setiap permasalahan dihidup saya karena saya tahu Tuhan tidak pernah sekalipun membiarkan saya menghadapi masalah saya sendiri. Dan saya tahu Tuhan selalu mempunyai rencana yang indah di dalam hidup setiap anak-anakNya walaupun bagi kita mungkin terlihat tidak baik. Misalnya  seperti sekarang ini saya dapat  mencintai seorang perempuan yang lebih baik dari pada perempuan yang menjadi mantan pacar saya dan selain itu saya dapat lebih mengerti dan menghargai cinta dari pada dulu. 
Note:
Ketekunan adalah kemampuan untuk bertahan menghadapi kesulitan, masalah, atau tekanan hidup.

0 comments: