"Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari."
Ada seorang teman yang mengomentari sebuah merk sabun, ia berkata bahwa sabun tersebut merupakan sabun yang jelek dulu. Merk sabun tersebut saat itu sedang mengalami perubahan. Sabun itu dengan model iklan yang baru, sedang mengubah citranya menjadi sabun elegan dari sabun yang jelek. Pada saat ini bahkan modelnya berubah lagi, modelnya adalah aktris yang amat ternama. Hal ini menyebabkan iklannya terkesan glamor, selain itu iklan ini juga gencar ditayangkan.Suatu ketika iseng-iseng saya membeli sabun itu beberapa bulan lalu. Yang berubah hanya luarnya, alias bungkus sabunnya. Sabunnya sendiri berikut wanginya, bentuknya nyaris tetap.
Kontras dengan pemaparan di atas, Paulus mensyukuri kelemahan dan kemerosotan dalam dirinya. Walaupun kondisi tubuh yang membungkusnya tua, renta, terpenjara, dan menderita, roh yang ada dalam dirinya selalu membara. Kehidupan kita, apakah mirip dengan sabun tersebut? Mungkin yang berubah hanya luarnya saja, kita tampak makin awet muda, lebih cantik/tampan, lebih segar dan berseri-seri. Kita rajin pergi ke salon, rajin olahraga, langganan berbagai jenis perawatan, dan lain-lain. Kelak tubuh ini yang hanya merupakan bungkus sementara dari diri kita yang sebenarnya akan kita tinggalkan, sudahkah kita memberi perhatian pada diri kita yang sebenarnya?
Kesaksian saya:
Di dunia ini saya banyak melihat orang-orang yang terlihat cantik, keren, dan lain-lain akan tetapi setelah mengenalnya atau dari cerita-cerita teman disekitar orang tersebut, saya melihat orang tersebut ternyata memiliki hati yang tidak baik. Akan tetapi orang yang tidak memperhatikan penampilan luar sama sekali juga lah bukan tindakan yang baik, seperti diri saya dulu, saya merasa yang penting kan hatinya oleh karena itu ngapain ngurusi penampilan luar saya dan jujur hal tersebut tidaklah memberkati orang-orang di sekitar saya bahkan diri saya sendiri. Karena ketika kita tidak memperhatikan penampilan luar sama sekali maka orang tidak akan suka melihat kita atau berteman dengan kita, paling tidak walaupun tidak keren-keren amat yang penting rapi, bersih, dll. Jadi menurut saya penampilan luar ataupun dalam (roh) itu penting akan tetapi utamakanlah penampilan dalam diri seseorang (roh) karena penampilan luar hanya sementara.Saat ini ketika mencari seorang pasangan hiduppun saya berfokus pada seseorang yang cantik di luar dan dalamnya akan tetapi yang lebih penting adalah penampilan dalamnya. Karena ketika kita mencintai seseorang karena penampilan luarnya dan suatu saat penampilan luarnya memudar maka kita akan kehilangan perasaan kita terhadapnya. Dan menurut saya, saya telah menemukan perempuan yang spesial tersebut, karena menurut saya ia baik di penampilan luar ataupun dalamnya.
Saya juga ingin memberikan sedikit tambahan kesaksian dan kesaksian ini tidak ada hubungannya dengan renungan diatas akan tetapi saya rindu untuk membagikannya karena menurut saya ini baik. Gereja saya saat ini sedang membuka baru sebuah cabang di pusat kota dan jujur saya berharap kebaktian yang diadakan ramai. Saat saya datang ke sana untuk pelayanan, saya melihat tidak ada orang sama sekali dan setelah beberapa menit cuma berdatangan beberapa orang yang merupakan jemaat gereja pusat yang ingin melihat gereja disana. Jujur hati saya sedikit patah semangat ketika melihat hal tersebut, tiba-tiba Tuhan mengingatkan saya, ia bertanya apakah saya melayani Dia karena jumlah jemaat yang banyak atau karena kerinduan hati saya untuk melayani Dia. Mendengar hal tersebut saya pertama tidak terlalu memperhatikan, akan tetapi ketika kebaktian dimulai dengan orang yang sedikit tersebut dan saya melihat songleader yang bertugas bernyanyi dengan semangat seakan-akan ruangan itu penuh. Melihat hal tersebut saya sadar, kenapa memangnya apabila ruangan itu hanya dihadiri oleh sedikit orang, saya disana untuk melayani Tuhan dan bukan manusia jadi kenapa saya harus patah semangat. Selain itu Tuhan mengingatkan saya bahwa saya harus tetap memuliakan Dia dengan sepenuh hati dan mengenai jumlah jemaat yang hadir, itu nanti Tuhan yang akan mengaturnya yang penting hati orang-orang yang melayaninya harus sungguh-sungguh. GBU.
Note:Kebijaksanaan mengacu pada pengupayaan pencapaian tujuan-tujuan yang paling baik dengan cara-cara terbaik.

0 comments:
Post a Comment