"Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing."
Seorang ilmuan Amerika terkenal yang bernama Carver bersaksi mengenai rahasia suksesnya. Dulu, ia selalu ingin mencampuri urusan Tuhan. "Tuhan untuk apa Engkau menciptakan dunia ini?" Tuhan pun menjawab, "Dunia ini terlalu besar untuk kau mengerti. Biarkan saja Aku yang mengurusi hal itu." Kemudian Carver bertanya lagi, "Tuhan, jika dunia ini terlalu besar untuk kumengerti, bagaimana dengan kacang?" Kemudian Tuhan menjawab, "Sekarang kamu punya pertanyaan tepat sesuai dengan kapasitasmu. Aku akan membantumu menemukan kegunaan dari kacang." Sejak itu, Carver tidak lagi ingin mengurusi banyak hal, tetapi ia melatih diri menemukan kegunaan kacang. Tidak heran, ia akhirnya mampu mengembangkan lebih dari 200 produk dengan bahan dasar kacang.
Sesuai kapasitas! banyak dari kita selalu ingin sesuatu yang besar padahal kita tahu itu di luar kapasitas, kemampuan dan talenta kita. Kita iri mengapa orang lain bisa sukses dengan talentanya dan kita berharap Tuhan memberikan talenta yang sama kepada kita. Padahal jika kita mengembangkan talenta yang Tuhan sudah berikan dan melakukan bagian kita sesuai kapasitas, tentulah kita juga akan meraih sukses meski di bidang yang berbeda.
Tuhan sudah memberikan setiap orang tanpa terkecuali suatu talenta yang jika dikembangkan sesuai kapasitas, akan membawa kepada kesuksesan. Karena itu, daripada sibuk mengomentari urusan dan hidup orang lain, mengapa kita tidak memfokuskan diri pada talenta dan kapasitas kita?
Kesaksian saya:
Sering kali saya melihat banyak orang atau bahkan diri saya sendiri yang ikut-ikutan orang dalam melakukan sesuatu. Misalnya dalam kehidupan kerja ada orang buka toko dan sukses, maka banyak orang ramai-ramai buka toko. Contoh lainnya dalam kehidupan pelayanan, ada orang yang berhasil dan diberkati Tuhan di pelayanan musik maka banyak orang yang ikut-ikutan masuk ke pelayanan musik. Kadang kala memang kita sebagai manusia yaitu saya dan anda sekalian tidak mau untuk bertanya dulu kepada Tuhan apa sebenarnya talenta kita? apa yang Tuhan ingin kerjakan melalui hidup kita? Tanpa bertanya dulu kita mengambil sebuah keputusan ketika melihat orang lain berhasil di keputusan tersebut padahal hal tersebut bukan bagian yang telah disediakan Tuhan di dalam hidup kita. Biasanya ketika keputusan yang telah kita ambil sendiri itu gagal maka kita akan menyalahkan Tuhan kenapa orang lain bisa sedangkan kita gagal padahal itu adalah salah kita sendiri kenapa kita tidak meminta petunjuk Tuhan dulu dalam melangkah.
Ketika membaca renungan ini saya seperti diingatkan Tuhan, bahwa dulu saya juga orang yang sangat suka ikut-ikutan orang lain, misalnya waktu itu teman-teman saya ikut MLM dan ada yang berhasil, melihat hal tersebut saya langsung ikut MLM, ndak berhasil satu ikut yang lain dan begitu seterusnya padahal saya tahu bahwa saya itu ndak bisa dan bukan disana bakat saya. Dan yang paling riskan itu pada waktu memilih kuliah dimana, waktu itu saya tidak mau bertanya kepada Tuhan enaknya masuk kuliah apa akan tetapi saya langsung saja memutuskan masuk kedokteran karena pacar saya waktu itu (sekarang mantan) memilih masuk kedokteran. Waktu itu Tuhan seperti bertanya kepada saya melalui orang di sekitar saya, apakah benar mau masuk kedokteran akan tetapi saya waktu itu tidak ambil pusing.
Untungnya Tuhan itu baik, ia mendengarkan doa mama saya yang meminta kepada Tuhan memberikan saya jalan yang terbaik untuk saya. Waktu itu mama saya bertanya ndak mau daftar yang lain ta? saya merasa Tuhan berkata kepada saya daftaro di informatika dan karena menunggu tes SPMB waktu itu yang masih lama, saya pikir ndak ada salahnya daftar di tempat lain (saya iseng-iseng mendaftar di petra, ubaya, wm). Kemudian tiba-tiba mama saya bertanya lagi sama saya kenapa ndak daftar di STTS? Pertama saya pikir wah susah ini di sana, tapi mama saya berkata kalau km mampu kenapa ndak dicoba. Ya sudahlah saya pikir ndak ada salahnya kan nambah 1 lagi universitas toh saya sudah mendaftar di 3 universitas lain.
Beberapa saat kemudian STTS mengadakan lomba informatika, saya yang sangat suka ikut lomba pun ikut, saat itu saya berhasil menang juara 2 padahal saya selama ikut lomba ndak pernah sekalipun juara. Melihat hal tersebut saya merasa ini tanda dari Tuhan kalau saya harus masuk ke sini akan tetapi saya tidak mau peduli karena saya waktu itu berpikir harus masuk kedokteran. Waktu berjalan dan karena SPMB itu lebih lama dari pada waktu masuk kuliah di universitas lain, akhirnya saya harus memilih dari 4 universitas itu mana yang mau saya coba masukin sambil nunggu SPMB, karena saya merasa dapat tanda di STTS ya saya masuk ke sana walaupun saat itu dengan ogah-ogahan.
Setelah hasil SPMB saya keluar, ternyata saya tidak diterima di sana, beberapa saat saya benar-benar mangkel kenapa saya ndak diterima dan karena saya tidak diterima ya sudah pikir saya, terpaksa saya menjalani kehidupan di STTS. Setelah beberapa saat kemudian saya putus dengan pacar saya, melihat hal tersebut saya jadi tambah mangkel, kenapa kok sudah ndak diterima di kedokteran saya masih harus putus ama pacar saya. Akan tetapi Tuhan itu baik, rencanaNya itu sungguh luar biasa dalam kehidupan saya. Waktu itu saya sama sekali ndak menyadarinya bahkan saya merasa rencanaNya sungguh ndak menyenangkan akan tetapi ketika sekarang saya melihat kembali ke belakang, saya benar-benar bersyukur Tuhan tidak membiarkan saya masuk kedokteran waktu itu melainkan masuk ke informatika STTS. Karena jika saya masuk kedokteran waktu itu maka nilai saya ndak akan baik bahkan mungkin bisa jadi hancur karena saya sama sekali ndak bisa hafalan, selain itu sudah nilai hancur kemudian diputus ama pacar apa ndak tambah hancur saja kehidupan saya. Sedangkan di STTS saya yang memang pada dasarnya menyukai komp dan hitung-hitungan, saya benar-benar dapat berkembang dengan baik, saya dapat memperoleh nilai yang terbaik yang saya bisa, selain itu saat ini saya dapat bertemu dengan seorang perempuan yang terbaik menurut saya di STTS.
Saran saya kepada orang yang suka ikut-ikutan orang lain dalam melakukan segala sesuatu, hati-hati jika itu bukan jalan yang dikehendaki Tuhan di hidup anda. Tanyalah dulu kepada Tuhan apa talenta anda setelah itu kembangkan talenta anda sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal, percayalah talenta yang ada pada anda jika maksimal akan membuat anda lebih sukses daripada ikut-ikutan talenta orang lain yang sukses tetapi tidak maksimal. GBU.
Note:Bahkan semut pun tahu untuk mengangkat beban yang besar, ia harus mengangkatnya sedikit demi sedikit sesuai kapasitas.

0 comments:
Post a Comment