"Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat.."
Ketika disneyland diresmikan, Walti Disney telah meninggal. Seorang kemudian mendekati istrinya dan berkomentar sambil bertanya kurang lebih demikian, "Nyonya, bagaimana perasaan anda ketika melihat semua ini menjadi nyata, dan suami anda tidak ada di sini? Dengan tenang ia menjawab, "Sebelum ini semua menjadi nyata, suami saya sudah melihat ini semua sebelumnya."
Mungkin ada dua jenis orang gila di dunia: orang yang hidup di masa lalu dan orang yang hidup di masa depan. Tentu saja selain orang yang menderita kegilaan karena sakit. Nah, kategori kedua adalah orang-orang gila yang namun juga pantas digelari visioner.
Ketika Paulus melayani Tuhan, ia tahu masa depan pelayanannya. Ia melihat, bahkan hingga ke akhir zaman: keadaan manusia dan apa yang terjadi pada gereja Tuhan. Apakah kita selama ini juga memiliki visi atas apa yang kita kerjakan?
Orang yang hidup tanpa visi akan mencoba segalanya, menjadi segalanya dan melakukan segalanya. Mereka mungkin tampak hebat, walau sebenarnya konyol dan mudah putus asa. Mereka lelah, lalu mati, tanpa meninggalkan apa-apa. Berbeda dengan orang yang punya visi: mereka melakukan sesuatu terus-menerus, berani mencoba lagi walaupun gagal, dan tetap tegar.
Jenis orang kedua inilah yang akan membawa perubahan, yang telah setia untuk memperjuangkan apa yang diniatkan, bersandar pada Tuhan ketika datang cobaan, dan terus berjuang hingga datangnya kematian.
Kesaksian saya:
Dulu saya adalah orang yang tidak mempunyai visi sama sekali, dalam kehidupan saya sehari-hari, saya melakukan yang saat itu harus saya lakukan. Saya sama sekali tidak memikirkan masa depan saya kira-kira mau gimana, sehingga lama kelamaan apa yang saya lakukan itu hanya menjadi kebiasaan saja. Di gereja saya waktu itu juga lagi digencar-gencarkannya bahwa setiap orang harus mempunyai visi. Pertama-tama saya masih tidak terlalu menganggap penting visi itu akan tetapi suatu ketika ada pendeta tamu yang datang ke gereja saya, firman yang dibawa olehnya sangatlah menjamah saya. Pendeta ini juga berfirman mengenai visi dalam kehidupan seseorang.
Melihat hal itu saya belajar untuk mempunyai visi dalam kehidupan saya dan ketika saya mulai mengatur visi saya tersebut, saya merasa kehidupan saya lebih berarti dan lebih baik karena ketika saya mempunyai visi, saya berusaha agar visi saya itu menjadi kenyataan di dalam kehidupan saya. Saya mempunyai satu visi utama yaitu menyenangkan hati Tuhan. Percayalah, ketika saya memutuskan visi utama saya itu, saya merasa setiap tindakan saya menjadi lebih baik. Tentu saja selain satu visi utama itu saya juga mempunyai visi di setiap aspek kehidupan saya, mulai dari aspek keuangan atau aspek percintaan saya. Dengan adanya visi-visi tersebut di dalam hidup saya, saya jadi dapat melihat kira-kira di masa depan bagaimankah kehidupan saya. Akan tetapi jangan lupa bahwa semuanya itu harus disandarkan kepada Tuhan, karena visi yang tidak menyenangkan hati Tuhan, tidak akan berhasil kita peroleh. GBU.
Note:Daripada memikirkan tentang di mana anda berada sekarang, pikirkan tentang di mana anda ingin berada. Kesuksesan satu malam adalah kerja keras 20 tahun.

1 comments:
wew bener 2 keren bro artikelnya ^^
Post a Comment