"Berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."
Seorang pemuda membeli 9 potong ayam di sebuah restoran. Ia ingin makan bersama kekasihnya. Namun ketika membuka bungkusan, bukan ayam yang didapati, melainkan uang 9000 dollar. Ia langsung bergegas kembali ke restoran, mengembalikan uang itu. Pemilik restoran kagum atas kejujurannya, menanyakan namanya, dan mengatakan hendak menelepon wartawan surat kabar dan stasiun televisi agar membuat cerita tentangnya. Namun si pemuda menolak. Si pemilik restoran terus mendesak. Dibegitukan, si pemuda pun marah. "Anda ssatu-satunya pemuda jujur di tengah dunia yang tidak jujur! ini kesempatan baik untuk mengatakan kepada dunia bahwa masih ada orang-orang jujur yang bertindak benar." jelas si pemilik restoran. "Itulah masalahnya" kata si pemuda. "Istriku ada dirumah. Wanita dalam mobil adalah kekasihku. Sekarang berikan ayamku agar aku dapat pergi dari sini."
Ada banyak orang yang melakukan perbuatan baik, melakukan amal dimana-mana, namun dalam kehidupan pribadinya ia bertolak belakang dengan sosok yang ia tampilkan. Mereka berbuat baik supaya dapat pujian dan sanjungan. Yang baik belumlah tentu benar di hadapan Tuhan. Yang terpenting adalah apa yang ada dalam hati kita. Tidaklah penting berapa banyak hal yang kita perbuat atau apa yang orang lain pikir tentang diri kita. Jauh lebih penting adalah didapati benar di hadapan Tuhan. Jadi, janganlah berhenti sampai berbuat baik. Tapi mari kita melakukan perbuatan yang berkenan kepada Allah dan melakukannya sesempurna yang kita bisa.
Kesaksian saya:
Kalau menurut saya berbuat baik itu penting karena Tuhan itu menyukai orang yang mau menolong sesamanya terutama sesamanya yang kekurangan akan tetapi seperti yang tertulis pada renungan diatas jauh lebih penting bagaimana kehidupan kita di hadapan Tuhan. Percuma jika kita berbuat baik tapi hidup kita sendiri mengecewakan Tuhan. Misal kita menolong orang lain akan tetapi kita hidup dalam dosa. Ketika hidup kita sendiri mengecewakan Tuhan akan tetapi kita menolong orang lain maka pertanyaannya adalah apa kita menolong orang lain itu dengan hati yang tulus ataukah agar dilihat oleh orang kalau kita itu baik. Muliakanlah Tuhan di hidupmu maka Tuhan sendiri yang akan mengangkatmu akan tetapi ketika engkau meninggalkan Tuhan maka Tuhan sendiri juga yang akan menurunkanmu. GBU.
Perbuatan baik tanpa dibalut dengan nilai kebenaran tetap akan membuat kita berhadapan dengan masalah yang tidak kalah rumitnya.

1 comments:
hmm ic bener juga orang baik lom tentu bener ya bro ^^
Post a Comment