Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.
Di sebuah universitas ada kelompok yang dibentuk oleh mahasiswa bertalenta tinggi dalam tulis-menulis. Mereka mengadakan pertemuan secara teratur. Agenda dari pertemuan mereka adalah untuk saling mengkritik hasil karya setiap orang dan pertemuan tersebut menjadi arena pembantaian karya sastra. Ada semacam kebanggaan tersendiri dalam diri anggotanya apabila berhasil menjatuhkan karya orang lain. Klub ini dinamakan Strangler alias pencekik.
Pada universitas yang sama ada kelompok yang dibentuk oleh mahasiswi yang juga memiliki talenta tinggi dalam tulis-menulis. Organisasi ini adalah pesaing dari Strangler yang dinamakan Wrangler atau pendebat. Mereka juga saling membaca karya anggota lain akan tetapi ada perbendaan besar antara kelompok ini dengan kelompok Strangler. Kritik yang dilontarkan pada kelompok ini lebih lunak, positif, dan membangun. Bahkan karya yang paling jelek pun tidak pernah dikecam akan tetapi diberi saran untuk perbaikannya.
Dua puluh tahun kemudian, di antara anggota Strangler tidak ada satupun yang menjadi penulis sukses. Sedangkan dari kelompok Wrangler menghasilkan 6 orang penulis sukses. Talenta yang dimiliki oleh anggota kedua kelompok tidak berbeda. Perbedaannya, anggota Strangler saling mencekik sedangkan anggota Wrangler saling mendorong.
Kesaksian saya:Di gereja saya ada sebuah komunitas yang dinamakan komsel. Di komunitas ini, kami membahas firman Tuhan yang difirmankan pada hari minggu, selain itu pada komunitas ini kami anggotanya saling sharing masalah, berkat, dll sehingga kami dapat saling menguatkan. Ada saat ketika saya pernah selama satu bulan tidak datang ke komsel akan tetapi pergi dengan teman-teman atau tinggal di rumah. Pada saat itu saya merasakan perbedaan yang besar ketika saya datang komsel dengan ketika saya tidak datang. Ketika saya datang komsel, saya merasa iman saya dikuatkan dengan sharing2 teman-teman yang lain akan tetapi pada saat saya tidak datang, saya merasa saya mudah sekali jatuh ke dalam pengaruh iblis dan berbuat dosa. Saat saya membaca renungan ini saya baru sadar ketika saya berada di komunitas yang baik maka saya dapat menjadi lebih baik akan tetapi ketika saya keluar dari komunitas itu maka sedikit demi sedikit saya terpengaruh oleh hal yang tidak baik.
Note:
Perhatikan komunitas tempat anda berada. Apakah saling mencekik atau membangun?
