Monday, 30 June 2008

Beradalah Pada Komunitas Yang Baik

Ibrani 10: 24 
Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

Di sebuah universitas ada kelompok yang dibentuk oleh mahasiswa bertalenta tinggi dalam tulis-menulis. Mereka mengadakan pertemuan secara teratur. Agenda dari pertemuan mereka adalah untuk saling mengkritik hasil karya setiap orang dan pertemuan tersebut menjadi arena pembantaian karya sastra. Ada semacam kebanggaan tersendiri dalam diri anggotanya apabila berhasil menjatuhkan karya orang lain. Klub ini dinamakan Strangler alias pencekik.

Pada universitas yang sama ada kelompok yang dibentuk oleh mahasiswi yang juga memiliki talenta tinggi dalam tulis-menulis. Organisasi ini adalah pesaing dari Strangler yang dinamakan Wrangler atau pendebat. Mereka juga saling membaca karya anggota lain akan tetapi ada perbendaan besar antara kelompok ini dengan kelompok Strangler. Kritik yang dilontarkan pada kelompok ini lebih lunak, positif, dan membangun. Bahkan karya yang paling jelek pun tidak pernah dikecam akan tetapi diberi saran untuk perbaikannya.

Dua puluh tahun kemudian, di antara anggota Strangler tidak ada satupun yang menjadi penulis sukses. Sedangkan dari kelompok Wrangler menghasilkan 6 orang penulis sukses. Talenta yang dimiliki oleh anggota kedua kelompok tidak berbeda. Perbedaannya, anggota Strangler saling mencekik sedangkan anggota Wrangler saling mendorong. 

Kesaksian saya:
Di gereja saya ada sebuah komunitas yang dinamakan komsel. Di komunitas ini, kami membahas firman Tuhan yang difirmankan pada hari minggu, selain itu pada komunitas ini kami anggotanya saling sharing masalah, berkat, dll sehingga kami dapat saling menguatkan. Ada saat ketika saya pernah selama satu bulan tidak datang ke komsel akan tetapi pergi dengan teman-teman atau tinggal di rumah. Pada saat itu saya merasakan perbedaan yang besar ketika saya datang komsel dengan ketika saya tidak datang. Ketika saya datang komsel, saya merasa iman saya dikuatkan dengan sharing2 teman-teman yang lain akan tetapi pada saat saya tidak datang, saya merasa saya mudah sekali jatuh ke dalam pengaruh iblis dan berbuat dosa. Saat saya membaca renungan ini saya baru sadar ketika saya berada di komunitas yang baik maka saya dapat menjadi lebih baik akan tetapi ketika saya keluar dari komunitas itu maka sedikit demi sedikit saya terpengaruh oleh hal yang tidak baik. 

Note:
Perhatikan komunitas tempat anda berada. Apakah saling mencekik atau membangun?

Sunday, 29 June 2008

Gadis Yang Mengeraskan Hati

Yehezkiel 7: 8-9 
Sekarang dengan segera Aku akan mencurahkan amarah-Ku atasmu dan melampiaskan murka-Ku kepadamu. Aku akan menghakimi engkau selaras dengan tingkah lakumu dan membalaskan kepadamu segala perbuatan-perbuatan yang keji. Aku tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan; selaras dengan tingkah lakumu akan Kubalaskan kepadamu dan perbuatan-perbuatanmu yang keji akan tertimpa atasmu. Maka kamu akan mengetahui bahwa aku, Tuhanlah yang memusnahkan.

Ada seorang wanita muda yang dibesarkan di keluarga kristen akan tetapi memilih gaya hidup dunia. Bertentangan dengan ibunya yang saleh, gadis itu hidup hura-hura dari satu pesta ke pesta lain. Meski berkali-kali diingatkan agar berpaling kepada Kristus, tetapi dia tetap mengeraskan hatinya.

Hingga pada akhirnya dia menderita sakit yang serius. Sudah diupayakan pengobatan akan tetapi hasilnya nihil. Bayangan kematian sudah terlihat di wajahnya. Maski begitu, dia tetap menolak untuk meminta pengampunan kepada Tuhan.

Suatu hari tiba-tiba ia terbangun di tengah malam dengan wajah ketakutan dan dengan suara gemetar ia bertanya kepada ibunya apa itu yehezkiel 7: 8-9. Ibunya bertanya kepada anaknya kenapa ia bertanya dan sang anak menjawab bahwa dalam mimpi ia di datangi seseorang dan orang tersebut menyuruhnya untuk membaca yehezkiel 7: 8-9. Karena tidak hafal ayat tersebut sang ibu mengambil alkitab dan membacanya dalam hati. Setelah selesai membaca ia menjadi terkejut, meski demikian ia tetap membacakan untuk anaknya.

Selesai sang ibu membacakan, giliran sang anak yang terkejut. Wajahnya mendadak pucat dan dia membenamkan wajahnya dalam-dalam ke guling dan menangis terisak-isak. Tak berapa lama kemudian dia berada dalam keabadian. 

Kesaksian saya:
Dulu saya adalah orang yang sangat suka berbuat dosa dan dosa yang paling saya senangi adalah pornografi dan semacamnya. Saya tahu bahwa itu adalah salah akan tetapi saya tidak terlalu peduli. Selesai berbuat dosa, saya biasanya akan meminta ampun kepada Tuhan. Akan tetapi beberapa saat kemudian saya akan melakukan dosa yang sama lagi. Ketika saya benar-benar bertobat dan berhenti untuk melakukan dosa tersebut, saya baru sadar bahwa Tuhan itu selain pengampun juga adil. Dia mengampuni dosa saya ketika saya meminta ampun akan tetapi Dia juga menghukum saya atas dosa saya tersebut. Saya merasa setiap saya selesai berbuat dosa maka ada saja hal dihidupku yang kacau. Misalnya tiba-tiba saya ndak bisa ujian. 

Note:
Allah itu memang kasih dan panjang sabar. Tapi Dia juga Allah yang tidak suka dipermainkan.

Saturday, 28 June 2008

Wibawa Yang Runtuh

I Raja-raja 11: 4 
Sebab pada waktu Salomo sudah tua, istri-istrinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak sepenuh hati berpaut kepada Tuhan Allahnya.

Apakah artinya sebuah wibawa apabila keluarga sendiri tidak dapat menghormatinya. Ada seseorang teman, Ayahnya melarang ia menjalin hubungan dengan seorang pria beristri, namun ia memutuskan untuk kawin lari. Ternyata setelah diselidiki ibunya memilih cerai dan menikah dengan pria lain. Setelah ditanya mengapa ia tidak menghargai keputusan ayahnya, ia hanya menjawab kalau ayahnya memang berwibawa bagi banyak orang akan tetapi di rumah ayahnya kalah oleh ibunya dan hal ini membuat ia menganggap remeh ayahnya.

Sama halnya dengan Salomo. Sampai saat ini tidak ada seorang pun manusia yang dapat menyamai hikmat yang dimiliki oleh Salomo. Ia dapat mengatur kerajaannya begitu rupa mulai dari pegawai sampai perabotan semuanya rapi ditata. Akan tetapi Salomo justru tidak dapat mengatur kehidupan rumah tangganya. Buktinya ia taat saja ketika hatinya dicondongkan ke ilah asing. Dan hal ini membuat keluarga Salomo menjadi berantakan. Sungguh ironis, ia bisa mengatur segalanya kecuali istri dan anaknya.

Apakah artinya kita dapat mengatur dunia namun tidak keluarga kita. Tuhan rindu keluarga kita menjadi berkat dan itu dimulai ketika kita sebagai orang tua mampu membangun keluarga dengan nilai-nilai kebenaran. Jadilah orang tua yang berwibawa tidak di depan orang lain akan tetapi terlebih di depan anak-anak dan pasangan kita.

Kesaksian saya:
Dulu saya merasa papa saya adalah seseorang yang menyebalkan. Ia memang oleh teman-temannya dianggap berwibawa dan ia baik di dalam mengatur pekerjaannya akan tetapi saya justru ingin memberontak terhadap papa saya. Saya sangat benci papa saya, saya merasa ia adalah orang yang menelantarkan keluarganya dan tidak berwibawa sama sekali. Akan tetapi ketika papa saya bertobat dan menerima Tuhan Yesus. Ia mulai menjaga keluarganya, selain itu ia juga mengarahkan kehidupan anak-anaknya. Saat ini saya bersyukur saya punya seorang papa seperti dia, dia adalah papa yang selalu mendukung saya dan mengingatkan saya ketika saya salah. Sekarang di mata saya ia adalah orang yang paling berwibawa.

Note:
Jika kita bisa mengatur rumah tangga dan keluarga kita. Tuhan akan mempercayakan kita tanggung jawab yang lebih besar lagi.

Friday, 27 June 2008

Mencukupkan Diri

Filipi 4: 11 
Ku katakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala hal.

Di negara Meksiko, ada seorang polisi teladan. Selama dua tahun yaitu pada tahun 2005 dan 2006 polisi ini mendapatkan penghargaan tertinggi yang dapat diperoleh oleh polisi Meksiko. Akan tetapi ironisnya pada tahun 2008, polisi ini ditahan atas tuduhan memeras juru parkir liar. Ternyata dia selama ini memungut uang sehingga para juru parkir liar itu dapat beroperasi di luar stadion sepakbola.

Kasus polisi ini tidak dapat dihindari karena berkaitan dengan gaji polisi di Meksiko yang cukup rendah. Polisi menerima suap dan memilih diam. Akibatnya pelanggaran lalu-lintas, penculikan, dan lain-lain marak di Meksiko. Hal tersebut mirip dengan negara kita Indonesia, beberapa tahun lalu ada yang beralasan bahwa maraknya korupsi di Indonesia karena gaji pegawai negeri tidak cukup. Namun, meskipun gajinya sudah dinaikkan, perbuatan korupsi masih saja terjadi bahkan lebih nekat. Penyebabnya bukan karena kekurangan gaji, tapi karena tidak mau mencukupkan diri dengan yang ada. 

Kesaksian saya:
Saya berasal dari keluarga dimana mama saya berprofesi sebagai guru dan papa saya berkerja di gudang sepeda milik adiknya. Keluarga kami tidak sangat berkelimpahan seperti kebanyak keluarga yang lain, akan tetapi keluarga kami tidak pernah kekurangan dalam hal apapun juga. Dulu saya sering iri dengan keluarga teman-teman saya yang hidup berkelimpahan, kenapa keluarga saya hidup dengan biasa saja. Akan tetapi sekarang saya mengerti ketika saya selalu bersyukur dalam segala hal yang ada di hidup saya maka saya juga mengerti untuk mencukupkan diri dengan apa yang ada. Dan ketika saya mengerti  mencukupkan diri maka hidup ini  dapat saya jalani dengan bahagia. Karena hidup iri terhadap orang lain yang lebih berkelimpahan itu sangat menyiksa hati. Saya percaya walaupun tidak berkelimpahan akan tetapi pasti dicukupkan oleh Tuhan.

Note:
Tidak ada pernah kata cukup, jika kita menuruti hawa nafsu.

Thursday, 26 June 2008

Janganlah Melihat Ke Bawah

Ibrani 12: 2 
Hendaklah pandangan kita tertuju kepada Yesus, sebab Dialah yang membangkitkan iman kita dan memeliharanya dari permulaan sampai akhir.

Ada sekumpulan orang yang sedang rekreasi ke sebuah mercusuar. Ketika sampai ditengah jalan menuju puncak mercusuar, salah satu orang menjerit ketakutan. Ia berkata kalau ia takut akan tempat yang tinggi karena takut melihat ke bawah dan ingin turun dari tempat tersebut. Kemudian salah seorang teman dari orang tersebut berkata "Jika kamu takut melihat ke bawah maka lihatlah ke atas dan jalan terus, pasti kamu bisa." demikian teman tersebut menghiburnya. Dan hal tersebut memang terjadi, ketika orang tersebut melihat ke atas dan jalan terus maka ia dapat sampai ke puncak mercusuar dan melihat sebuah pemandangan yang sangat indah dari atas sana. 

Dalam hidup kita pun demikian, kerap kali kita ingin terbang tinggi. Kita ingin duduk di tempat tinggi (Ingin sukses). Akan tetapi sayangnya,  baru setengah jalan kita sudah menyerah. Penyebabnya sederhana saja karena kita dikalahkan ketika kita melihat ke bawah (persoalan yang ada). Semakin sering kita melihat ke bawah maka semakin kita menjadi kuatir dan kecilah kekuatan kita. Akan tetapi ketika kita terus mengarahkan pandangan ke atas (Tuhan), kita bisa melihat tujuan yang sesungguhnya dan tanpa banyak hambatan meraih sasaran yang ingin dicapai.

Jika saat ini kita merasa kekuatan kita kecil dan hampir ingin menyerah, bisa jadi karena kita terlalu sibuk untuk melihat ke bawah yaitu ke persoalan kita. Marilah kita belajar untuk mengubah fokus pandangan kita yaitu dengan melihat ke atas terutama setiap kali kita merasa goyah. Ketika kita melihat ke atas, kita akan dimampukan untuk sampai ke tempat tinggi dan menaklukan masalah kita.

Kesaksian saya:
Saya merupakan seseorang yang juga memiliki suatu masalah di kehidupan. Kadang kala saya merasa capek dan ingin menyerah dari permasalahan saya teruatama ketika saya melihat persoalan saya, semakin dilihat maka persoalan tersebut terlihat semakin besar dan semakin melelahkan.  Misalnya dalam pelayanan saya, saya adalah koordinator multimedia di gereja saya dan sering kali di dalam pelayanan saya mengalami masalah baik dengan pimpinan gereja ataupun dengan anggota multimedia yang lain dan saya pernah sekali saya melihat masalah terus-menerus, hal tersebut membuat hati saya ndak tenang dan membuat saya jadi menyerah untuk mengurus pelayanan saya. Saat itu saya menyatakan mundur dari pelayanan saya, akan tetapi Tuhan itu baik, Dia mengingatkan saya apakah tujuan dari pelayanan saya, apakah itu Tuhan atau yang lain sehingga hanya sebuah masalah dapat menyebabkan saya mundur dari pelayanan. Hal tersebut membuat saya sadar dan kembali ke pelayanan. Saat ini ketika menghadapi masalah saya berusaha untuk tetap memandang Tuhan  karena di dalam Tuhan setiap permasalahan saya pasti akan terselesaikan.

Note:
Jalan keluar tidak anda temukan dengan memikirkan masalah, tapi ketika anda terus berjuang sambil tetap menjaga fokus anda tetap ke Tuhan yang di atas.

Wednesday, 25 June 2008

Jangan Pernah Ingkar Janji

Mazmur 8: 7 
Karena lidahku mengatakan kebenaran dan kefasikan adalah kekejian bagi bibirku.

Suatu ketika ada seorang pemain baseball terkenal, ia mengadakan kunjungan sosial ke rumah sakit untuk anak-anak cacat dan keterbelakangan mental. Di sana ia berkata kepada anak-anak tersebut bahwa anak-anak tersebut dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan asalkan mereka berusaha dengan sungguh-sungguh. Setelah acara kunjungan selesai, tiba-tiba pemain baseball ini didekati oleh seorang anak cacat penggila baseball. Anak ini meminta sang pemain untuk melakukan 2 homerun untuknya pada pertandingan dunia. Pemain itu berkata bahwa hal itu hampir mustahil namun ketika ia teringat akan kata-katanya sendiri tadi, ia kemudian berkata akan melakukannya apabila anak tersebut berjanji untuk bisa jalan.

Dalam pertandingan dunia baseball yang diadakan kemudian, pemain ini menepati janjinya. Ia berhasil melakukan 2 homerun pada pertandingan tersebut akan tetapi ia lupa akan janji anak tersebut sehingga ia tidak pernah lagi mengunjungi anak tersebut. Satu tahun kemudian ketika pemain ini handak memasuki sebuah stadion, seorang anak memanggil dia akan tetapi pemain ini tidak mengenalnya. Anak ini berkata bahwa ia adalah anak yang berada di rumah sakit tersebut dan saat ini ia sudah dapat berjalan. Anak ini memberi tahu sang pemain bahwa ia menepati janjinya kepada sang pemain satu tahun yang lalu. 

Janji itu ibarat sebuah pembuktian akan integritas diri kita. Ketika kita berjanji itu berarti kita sedang membuktikan nilai diri kita di mata orang tersebut. Karena itu, janganlah mudah mengucapkan janji-janji, karena kita tahu bagamana sakit hatinya ketika janji tersebut diingkari.

Kesaksian saya:
Saya tahu bagaimana sakitnya ketika seseorang yang saya percaya mengingkari janjinya. Baik itu keluarga saya ataupun teman-teman saya yang mengingkarinya. Saya merasa orang tersebut hanya bisa bicara saja akan tetapi tidak ada kenyataannya. Dan  tanpa saya sadari bahwa saya kadang kala juga mengingkari janji saya terhadap orang lain bahkan terhadap Tuhan, misalnya janji tidak akan berbuat suatu dosa akan tetapi besok saya sudah berbuat dosa yang sama lagi. Dan ketika saya sadar bahwa saya mengingkari janji, hal itu sudah terlambat orang lain sudah sulit untuk percaya kepada saya akan tetapi Tuhan itu baik meskipun saya sering ingkar janji kepadaNya, Dia selalu mengingatkan  bahwa tindakanku salah. Ketika membaca renungan ini saya sangat diberkati, Tuhan benar-benar mengingatkan bahwa janji itu penting dan ketika saya mengucapkan sebuah janji maka saya harus menepatinya karena mengingkari janji itu sangat menyakiti orang yang mempercayai saya.

Note:
Integritas diri kita diukur dari seberapa besar kita mampu mentaati perkataan kita sendiri. Jika kita tidak bisa mentaatinya, mengapa berharap orang lain melakukannya?

Tuesday, 24 June 2008

Tidak Perlu Menunggu Kaya

Lukas 21: 3 
Lalu ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu."

Ada seorang hamba Tuhan yang tinggal di Jakarta. Setiap minggu ia selalu memberi makan orang-orang lapar di sebuah kawasan kumuh menggunakan sepeda motornya. Suatu ketika seorang pria melihat apa yang dikerjakannya. Orang tersebut tertarik dan mengajak hamba Tuhan itu bicara. Ia menawari bantuan yaitu dengan cara orang ini ingin memberikan hamba Tuhan itu sebuah mobil. Pertama hamba Tuhan itu tidak yakin dan bingung bagaimana menghadapi urusan ini. Walaupun demikian hamba Tuhan ini sempat memberikan nomer rekeningnya.

Tak lama setelah itu tabungan hamba Tuhan tersebut bertambah 1 milyar lebih. Pada awalnya hamba Tuhan ini bingung apa yang harus dilakukannya dengan uang ini. Akan tetapi setelah beberapa saat daripada membeli sebuah mobil atau rumah, ia akhirnya memutuskan untuk membeli tanah yang luas. Pada tanah tersebut ia akan membangun sebuah panti asuhan. Awalnya tanah ini adalah miliki seorang haji dan melihat kebaikan hati hamba Tuhan tadi sang haji bukan hanya mendukung hamba Tuhan tadi melainkan meminta agar selain didirikan panti asuhan, hamba Tuhan tadi juga mendirikan sebuah gereja. Selain itu ia membantu hamba Tuhan tadi dengan menguruskan surat-surat untuk pembangunan panti asuhan dan gereja. Dan kini hamba Tuhan tersebut tinggal di panti asuhan dan gereja tadi. Di sana ia mengasuh dan mendidik anak-anak yang kurang beruntung. 

Kita harus belajar dari hamba Tuhan tersebut bahwa memberi bantuan pada orang-orang yang menderita itu tidak perlu menunggu kaya dan ketika ia membantu mereka dengan tulus maka Tuhan memberikan kepercayaan kepadanya yang lebih besar yaitu dengan mempercayakan anak-anak dan uang yang lebih lagi.

Kesaksian saya:
Dari membaca renungan diatas, saya diingatkan oleh Tuhan bahwa dalam kondisi apapun baik ketika kita kaya ataupun pas-pasan kita harus tetap membantu sesama kita yang membutuhkan.  Selain itu melalui pembacaan renungan diatas saya merasa Tuhan seperti bertanya kepada saya apakah ketika Tuhan memberkati saya lebih lagi, saya masih berinisiatif membantu mereka yang membutuhkan atau saya mementingkan kepentingan diri saya sendiri karena kadang kala semakin besar berkat yang kita terima (terutama dalam hal uang) maka semakin sulit kita untuk  menyalurkannya ke orang lain.

Note:
Salurkanlah berkat Tuhan kepada setiap orang yang membutuhkan di sekelilingmu ketika engkau dalam kondisi apapun. Apabila kita dapat dipercaya dalam hal kecil maka Tuhan akan mempercayakan kepada kita hal yang lebih besar.

Monday, 23 June 2008

Atap Yang Bocor

Amsal 27: 15 
Seorang istri yang suka bertengkar serupa dengan tiris yang tidak henti-hentinya menitik pada waktu hujan.

Ada seorang penulis novel dan drama terkenal di Irlandia. Meksipun ia sangat terkenal akan tetapi ada seseorang yang tidak mengaguminya yaitu istrinya sendiri. Pernikahan mereka berdua justru dibumbui oleh kepahitan karena sikap istrinya yang sangat iri akan kesuksesan suaminya. Suatu saat pada tahun 1969, sang istri menerima telepon. Ia mendengarkan secara singkat, berbicara singkat, kemudian menutup telepon tersebut. Dia berpaling kepada suaminya dengan wajah tidak senang dan berkata bahwa ada bencana besar. Sang suami mengira ada berita buruk yang baru saja disampaikan. Akan tetapi setelah beberapa saat sang istri mengatakan bahwa suaminya menerima penghargaan nobel untuk karya sastranya.

Di wilayah Palestina, atap rumah dibuat dari lapisan tanah liat yang dikeraskan dengan batu penggiling. Kemudian dikeringkan dengan sinar matahari. Sehingga pada waktu hujan, atap menjadi lembek dan bocor. Hal ini membuat jengkel penghuni rumah karena hanya bisa menatap air yang menetes sambil berharap hujan berhenti.

Salomo mengibaratkan istri yang cerewet itu seperti atap yang bocor. Fungsi atap adalah untuk memberi rasa aman dan keteduhan bagi anggota keluarga. Akan tetapi jika atap itu bocor maka hanya akan menimbulkan kejengkelan.

Kesaksian saya:
Setelah membaca renungan diatas, saya merasa Tuhan ingin mengingatkan saya untuk mencari seorang pasangan hidup yang menyenangkan hati Tuhan dan dapat menjadi atap yang baik untuk keluargaku. Dulu kadangkala dalam pikiran saya muncul pemikiran, jadian sama sapa aja ndak masalah yang penting perempuan. Akan tetapi untungnya Tuhan selalu mengingatkan saya bahwa hal itu tidak benar dan saya benar-benar bersyukur setelah membaca renungan diatas, jikalau saat ini saya dapat menyukai seorang perempuan yang takut akan Tuhan dan bagiku dia adalah orang yang sangat spesial dihatiku. 

Note:
Apa yang anda katakan menunjukkan siapa diri anda.

Sunday, 22 June 2008

Kebenaran Yang Sejati

Yohanes 16: 13 
Tetapi kalau Roh itu datang yaitu Dia yang menyatakan kebenaran tentang Allah, kalian akan dibimbing-Nya untuk mengenal seluruh kebenaran.

Seorang pedagang mempunyai seorang anak lelaki. Suatu ketika sang pedagang pergi untuk berbisnis ke suatu tempat dan pada saat itu rumah sang pedagang diserang oleh kawanan perampok. Kawanan perampok tersebut mengambil semua barang, menculik anak sang pedagang, dan membakar habis rumah sang pedagang. Ketika pedangan tersebut pulang, ia sangat terkejut melihat rumahnya habis terbakar dan didekat rumah ditemukannya seonggok tulang serta abu. Sang pedagang yakin bahwa ini adalah tulang serta abu anaknya, sehingga setiap ia pergi berbisnis ia selalu membawa tulang dan abu tersebut di dalam guci. Suatu saat sang anak berhasil melarikan diri dari kawanan perampok itu dan kembali pulang ke rumah ayahnya. Ketika sampai rumah yang sudah dibangun kembali oleh sang pedagang, ia mengetok-ketok pintunya dan berteriak "ayah aku sudah kembali". Mendengar suara tersebut sang pedagang tidak membukakan pintu karena ia merasa anaknya telah meninggal dan suara itu hanyalah suara anak-anak yang sedang mengganggu dia. Setelah beberapa lama sang anak pun patah semangat dan meninggalkan ayahnya.

Dalam kehidupan ini, banyak orang memegang erat apa yang mereka anggap sebagai kebenaran. Namun, ketika Kebenaran Sejati betul-betul datang, mereka enggan membuka hati. Hal yang sama berlaku di dalam kekristenan kita, tak semua keyakinan diri kita sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Karena itu kita perlu memperbaharui pikiran setiap hari sehingga ketika Kebenaran Sejati itu datang, kita tidak menutup hati kita.

Kesaksian saya:
Saya pernah di dalam hidup saya, saya selalu merasa apa yang saya lakukan itu adalah hal yang benar. Ketika orang di sekeliling saya mengingatkan bahwa itu kurang benar, saya merasa mereka adalah orang-orang yang kolot. Akan tetapi Tuhan itu baik ia menyadarkan saya bahwa tindakan saya tersebut tidak benar dan jujur pertama saya menutup hati akan kata-kata Tuhan sehingga kemudian Tuhan memaksa saya untuk melepaskan tindakan yang saya anggap sebagai kebenaran tersebut. Ketika saya membaca renungan diatas saya merasa Tuhan itu baik dalam kehidupan saya, ia bukannya meninggalkan saya seperti sang anak dalam cerita diatas melainkan menyadarkan saya.  

Note:
Kebenaran di luar Firman Tuhan yang terus kita pegang akan membuat kita sulit untuk menerima Kebenaran Sejati yang Firman Tuhan ajarkan. Karena di luar Firman, tidak ada lagi kebenaran sejati yang hakiki.

Saturday, 21 June 2008

Penyebab Depresi

Roma 8: 28 
Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Ada sebuah buku yang sangat baik walaupun buku tersebut tipis. Buku tersebut adalah buku yang berisikan tentang persoalan-persoalan manusia di dalam terang firman Tuhan yang dikaitkan dengan psikologi populer. Salah satu yang menarik dari pembahasan yang terdapat pada buku tersebut adalah pembahasan mengenai depresi. Di sana dikatakan faktor terbesar penyebab depresi adalah faktor B. 

Pada depresi terdapat 3 faktor yaitu faktor A (kejadian), faktor B (persepsi), dan faktor C (depresi). Misalnya ada seorang istri yang suaminya kurang perhatian lagi padanya merupakan faktor A bagi istri tersebut. Kemudian sang istri dapat membuat persepsi bahwa dirinya tidak menarik lagi yang merupakan faktor B. Sehingga pada akhirnya ia menjadi depresi yang merupakan faktor C.

Jadi, yang salah bukanlah pada apa yang akan terjadi melainkan persepsi, pendapat, atau hal-hal yang kita buat sendiri dengan disebabkan oleh peristiwa di hidup kita. Ada sebuah kata-kata yang sangat baik yaitu "Kehidupan bukanlah hal-hal yang terjadi dalam diri kita, tetapi bagaimana sikap kita terhadap hal-hal yang terjadi itu."

Apakah anda masih sering berpikir negatif ketika hal yang tampak buruk sebagai sesuatu yang benar-benar buruk sehingga menyebabkan pikiran anda dipenuhi hal-hal yang buruk. Padahal Tuhan berjanji, di dalam segala sesuatu Ia turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita, bukan keburukan.

Kesaksian saya:
Saya adalah seseorang yang mudah depresi dalam menghadapi sebuah masalah khususnya masalah yang berhubungan dengan pasangan hidup. Dulu saya tidak tahu kenapa saya mudah sekali depresi apabila terkena sebuah masalah akan tetapi setelah saya membaca renungan pagi hari ini saya jadi sadar memang ketika saya depresi penyebab depresi saya bukanlah masalah saya akan tetapi pikiran saya yang mengatakan bahwa masalah itu adalah masalah yang susah dan tidak mungkin dikerjakan. Hal tersebut langsung membuat saya down dan seperti kehilangan segala sesuatunya. Tuhan benar-benar menyadarkan saya pada hari ini bahwa Dia selalu bersamaku sehingga walaupun ada masalah jangan berpikiran yang aneh-aneh.  

Note:
Yakinlah bahwa kehidupan yang kita kejar cukup berharga untuk diperjuangkan sampai mati.

Friday, 20 June 2008

Punyailah Semangat Dalam Kehidupanmu

Amsal 18: 14 
Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?


Pada negara amerika terdapat seorang bos dengan seorang karyawannya. Suatu ketika sang karyawan memberitahu bosnya untuk menjual semua barang seharga 10 sen dengan tujuan agar semua stok di gudang dapat habis dan sang bos pun setuju. Rencana tersebut dilaksanakan dan hasil yang diperoleh sangatlah luar biasa.

Meihat keberhasilan tersebut, sang karyawan terinspirasi untuk membuka toko sendiri dengan menjual produk yang seharga 5 dan 10 sen. Namun, ia tidak mempunyai modal untuk hal tersebut sehingga ia mengajak bosnya untuk menyuplai barang sebagai penyertaan modal bagi usahanya. Akan tetapi kali ini sang bos menanggapi dengan dingin dan berkata bahwa tidak banyak barang yang bisa dijual dengan harga 5 dan 10 sen.

Walaupun sang bos tidak mendukungnya, ia tidak menyerah dan tetap melajutkan usahanya. Dengan semangat dan kerja kerasnya, sang karyawan ini bukan hanya berhasil membuka satu toko melainkan berhasil memiliki jaringan toko di amerika. Ketika melihat keberhasilan mantan karyawannya, sang bos mengakui dengan pahit bahwa setiap kata-katanya yang digunakan untuk membuat karyawannya patah semangat menyebabkan ia mengalami kerugian jutaan dollar.

Salomo berkata bahwa semangat dapat menguatkan seseorang untuk menanggung penderitaan. Sebaliknya, jika semangat itu sudah terluka, maka kemauan untuk hidup sudah pudar.

Kesaksian saya:
Dalam menghadapi kehidupan ini, kadang saya bersemangat dalam mengerjakan sesuatu akan tetapi kadang saya tidak ada semangat dalam mengerjakan sesuatu. Misalnya di dalam perlombaan, saya sering mengikuti perlombaan ketika masih smp dan sma. Ketika saya semangat untuk mengikuti perlombaan itu maka paling tidak saya pasti masuk final akan tetapi ada saat ketika saya tidak ada semangat mengikuti lomba maka di dalam lomba tersebut saya seperti tidak dapat berpikir dan hasilnya saya harus kalah di penyisihan.

Note:
Sumber dari semangat adalah pengharapan. Jika kita punya pengharapan yang kuat, maka kita punya semangat yang menyala-nyala.

Thursday, 19 June 2008

Mengejar Sesuatu Di Luar Kesanggupan

Pengkhotbah 4: 4 
Aku tahu juga bahwa manusia bekerja begitu keras, hanya karena iri hati melihat hasil usaha tetangganya. Semua itu sia-sia belaka seperti usaha mengejar angin.


Suatu ketika ada seorang pria kaya yang ingin memberikan tanahnya untuk seorang teman. Ia berjanji kepada temannya, jika temannya itu dapat mengelilingi tanah miliknya berapapun luasnya maka tanah yang berhasil dikelilingi tersebut diberikan kepada temannya. Dan hal ini hanya berlaku untuk satu hari saja. Mendengar hal tersebut sang teman pada keesokan harinya ia berangkat pagi-pagi sekali untuk mulai mengelilingi tanah tersebut dan tanpa memikirkan makan ataupun minum ia berlari terus agar ia dapat mengelilingi tanah sebesar mungkin. Sampai pada malam harinya ia kembali ke sang teman dan berkata aku berhasil mengelilingi 500 ribu meter persegi. Namun, seketika itu juga ia meninggal.

Dalam hidup ini, banyak orang mengejar sesuatu yang sesungguhnya diluar kesanggupannya. Ada orang yang sudah kaya raya, namun masih saja serakah. Ada yang sangat pintar namun masih terobsesi mengejar hal yang bukan-bukan. Dan ada yang sudah berhasil namun tetap saja merasa kurang. Dengan kata lain, banyak orang yang tidak bisa menghargai berkat yang sudah Allah berikan.

Hidup di dunia ini hanya sekali, karena itu kita perlu belajar untuk menikmati dan mensyukuri. Apa saja yang diluar kapasitas kita harus kita terima dengan lapang dada. Bukan berarti kemudian kita malas untuk berusaha. Usaha dan kerja keras itu penting namun yang lebih penting adalah mensyukuri dan menikmati berkat dan karunia yang sudah Tuhan berikan dalam hidup kita.

Kesaksian saya:
Kadang kala saya lupa untuk mensyukuri berkat Tuhan yang ada pada saya saat ini, akan tetapi malah bersungut-sungut pada Tuhan kenapa saya harus seperti ini dan bukannya seperti yang lain. Padahal kalau direnungkan lagi, saya sangat diberkati oleh Tuhan. Membaca renungan pagi ini benar-benar mengingatkanku bahwa kita jangan bersungut-sungut akan apa yang tidak kita punya melainkan renungkan kebaikan dan pemberian Tuhan serta syukuri setiap pemberianNya.

Note:
Bersyukurlah senantiasa karena semakin kecil rasa syukur dalam hidup kita maka semakin besar kesempatan benih iri hati untuk bertumbuh subur dalam hati kita.

Wednesday, 18 June 2008

Milikilah Hati Seperti Telaga

Efesus 4: 32 
Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.


Seorang pemuda merasakan bahwa hidupnya sia-sia dan ia ingin mengakhiri hidupnya. Untuk itu ia mendatangi gurunya dan mengutarakan maksudnya. Guru tersebut mendengarkan dan meminta pemuda tersebut untuk mengambil garam satu sendok dan air satu gelas. Setelah itu sang guru meminta agar pemuda itu memasukkan garam ke dalam gelas berisi air tersebut dan mengaduknya. Selesai diaduk sang guru meminta kepada pemuda tersebut untuk mencoba air campuran tadi. Ketika pemuda itu mencoba air campuran tersebut ia merasa bahwa air campuran tersebut bukan hanya asin akan tetapi juga pahit.

Kemudian sang guru mengajak pemuda tersebut ke sebuah telaga dengan membawa sesendok garam. Ia meminta agar pemuda tersebut memasukkan garam ke dalam telaga dan mengaduknya dengan bambu yang tergeletak di sana. Sama halnya dengan sebelumnya sang guru meminta agar pemuda tersebut mencoba air dari telaga tadi. Dan kali ini sang pemuda tidak merasakan asin ataupun pahit melainkan ia merasa bahwa air tersebut tetap segar.

Sang guru kemudian mengatakan bahwa sama halnya dengan hati seseorang, bila seseorang memiliki hati yang sempit maka setiap persoalan akan membuat hatinya pahit dan mudah tertekan. Nemun apabila ia memiliki hati seluas telaga maka menghadapi persoalan apapun hatinya akan tetap tegar selain itu ia akan menjadi seorang yang berjiwa besar.

Kesaksian saya:
Melalui renungan pagi hari ini, saya sangat diberkati. Tanpa saya sadari, saya adalah seseorang yang berhati sempit dan sesuai dengan renungan diatas saya cukup cepat merasa tertekan. Mendengar firman Tuhan ini saya ingin menjadi seseorang yang berhati seluas telaga agar saya dapat menyenangkan hati Tuhan lebih lagi.

Note:
Apabila kita mengampuni maka kita bukan hanya memberi akan tetapi juga menerima. Kita menerima diri kita menjadi lebih baik setelah mengampuni.

Tuesday, 17 June 2008

Janganlah Mudah Putus Asa

Ibrani 12-3 
Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.


Terdapat sebuah perusahaan lilin, perusahaan ini merupakan perusahaan yang sukses. Akan tetapi pada suatu saat Thomas Alva Edison menemukan sebuah lampu dan hal ini menyebabkan tingkat penjualan lilin dari perusahaan ini merosot secara drastis karena banyak orang memilih untuk menggunakan alat penerangan yang baru.

Pada suatu hari di perusahaan itu seorang karyawan melupakan mematikan mesin pada saat istirahat siang. Akibatnya adonan menjadi berbusa-busa dan penuh dengan gelembung udara. Pada awalnya karyawan tersebut ingin membuang adonan yang telah berbusa tersebut akan tetapi sebelumnya ia mencoba untuk membuat sabun dari adonan tersebut. Dan sungguh tidak diduga olehnya bahwa sabun yang dihasilkan adalah sabun yang dapat mengambang di air.

Sabun yang jadi akibat kecelakaan tersebut menjadi sabun yang sangat laris di pasaran. Mengapa sabun tersebut menjadi laris? Hal ini dikarenakan pada saat itu orang masih sering mandi di sungai sehingga apabila sabun miliknya dapat mengambang maka orang tersebut tidak akan takut kehilangan sabun apabila sabunnya terlepas dari tangan.

Penulis kitab ibrani menyarankan supaya selalu mengingat bagaimana sengsaranya Tuhan Yesus di dalam menghadapi orang-orang berdosa yang melawan-Nya dengan begitu sengit. Dengan mengingat hal tersebut maka kita tidak cepat berkecil hati dan putus asa.

Kesaksian saya:
Jujur saja saya kadang kala ketika menghadapi penderitaan, saya merasa kenapa hal ini harus terjadi. Kenapa Tuhan tidak membiarkan saya hidup diluar penderitaan. Dan kemudian saya bersungut-sungut sepanjang hari. Dengan membaca firman Tuhan ini saya benar-benar diingatkan kalau Tuhan itu telah mengalami penderitaan yang jauh lebih besar dari yang saya alami dan Tuhan tidak bersungut-sungut melainkan menjalaninya. Hal ini sangat memukul saya, kenapa hanya penderitaan yang kecil saja saya harus bersungut-sungut. Hari ini saya belajar untuk menghadapi penderitaan dengan tabah dan pantang menyerah.

Note:
Di saat engkau menderita, ingatlah selalu pada Tuhan Yesus. Dia menganggung penderitaan dengan setia dan tekun.

Monday, 16 June 2008

Saat Tuhan Diam

Ayub 34: 29 
Apabila Allah memutuskan untuk diam saja, tak seorang pun akan berani mengecam-Nya. Apabila Ia menyembunyikan wajah-Nya, tak seorang pun dapat menemukan-Nya.


Dalam kehidupan anda mungkin anda pernah mengalami seakan-akan Tuhan itu diam justru ketika anda sedang memiliki masalah yang berat. Seorang teman mengeluh Tuhan itu sepertinya diam dan tidak memberikan respon apa pun terhadap doanya mengenai pasangan hidup. Ada teman lainnya yang bingung mengapa Tuhan diam saja ketika dia meminta untuk diberikan seorang anak padahal usia pernikahannya menginjak tahun ke sembilan. Sepertinya banyak dari kita yang mengalami hal yang sama yaitu Tuhan diam ketika kita justru ingin Ia berbicara di dalam hidup kita.

Seseorang hamba Tuhan menjelaskan dengan sebuah ilustrasi yaitu ketika anda berada di dalam sebuah ujian maka sang pengawas justru diam seribu bahasa. Karena ujian itu dapat lebih mudah dikerjakan ketika kita berada di tempat yang tenang dan tidak ada keributan. Bayangkan ketika kita ujian dan ruang ujian begitu ramai maka kita pasti tidak akan konsentrasi mengerjakan soal tersebut.

Kadang kala Tuhan pun sama, ketika Dia diam maka itu berarti kita sedang menerima sebuah ujian. Setiap orang mempunyai ujian kehidupan sendiri-sendiri dan dalam ujian inilah Tuhan ingin menguji keteguhan hati kita untuk percaya kepada-Nya. Namun kita kerap kali tidak tenang menghadapinya sehingga kita menjadi mudah ditaklukkan masalah dan tidak lulus ujian.

Apakah anda saat ini merasa bahwa Tuhan itu diam saja hari-hari ini? Janganlah kecewa sebab bisa jadi saat ini Tuhan sedang memberikan sebuah ujian. Belajarlah untuk bertekun dalam doa dan tetap sabar menunggu sampai Ia melihat kualitas hati anda yang sesungguhnya.

Kesaksian saya:
Saat saya membaca renungan ini saya benar-benar diingatkan oleh Tuhan. Sehabis saya putus dengan pacar saya beberapa tahun lalu, saya selalu berdoa untuk meminta pasangan hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Banyak perempuan yang berusaha saya dekati akan tetapi tidak ada satupun yang berhasil. Melihat hal ini saya mejadi bersungut-sungut kepada Tuhan. Saya merasa Tuhan diam saja walaupun saya berdoa. Sering kali saya menjadi tertekan dan beberapa kali berusaha untuk meninggalkan Tuhan. Dan saya tau bahwa tindakan saya itu salah akan tetapi kadang kala tanpa saya sadari saya sudah marah sama Tuhan kenapa Dia seperti tidak menjawab doa saya. Akan tetapi Tuhan itu baik dia selalu memanggil saya kembali ketika saya meninggalkan Dia. Akhir-akhir ini saya baru mengerti untuk berusaha menyenangkan hati-Nya selalu di setiap aspek kehidupan saya dan hal ini membuat saya menjadi lebih tenang di dalam menghadapi masalah kehidupan. Saat ini saya berusaha pendekatan dengan seorang perempuan dan saya merasa lebih positif tinking. Padahal dulu ketika saya bersungut-sungut mengenai mengapa Tuhan hanya diam saja, saya hanya dapat memikirkan dan melihat yang negatif saja.

Note:
Tuhan itu tidak pernah meninggalkan anak-anakNya. Walaupun seakan-akan Tuhan itu diam saja akan tetapi sebenarnya Dia sedang mengawasi kita. Ketika kita jatuh Dia akan membantu kita untuk bangkit kembali. Akan tetapi Dia ingin melihat kualitas hati kita, apakah kita dapat selalu percaya pada-Nya atau kita meninggalkan-Nya.

Sunday, 15 June 2008

Perhatikanlah Anak-Anakmu

Kolose 3:21 
Hai bapa-bapa janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.


Terdapat sebuah film korea yang merupakan film monster, film ini menggunakan teknologi yang canggih didalam pembuatannya. Kebanyakan dari film-film monster yang kita lihat adalah sebuah film yang berfokus pada kejutan-kejutan yang dibuat oleh monster tersebut, Akan tetapi pada film ini terdapat perbedaan. Perbedaannya yaitu pada film ini terdapat sisi dramatisnya yang mengangkat sebuah pesan moral yang berharga.

Pesan yang diberikan film ini adalah mengenai sebuah keluarga atau lebih tepatnya hubungan seorang ayah dengan anaknya.  Di film ini dikisahkan seorang anak yang semasa kecilnya kekurangan protein. Pada awalnya anak ini sangat pintar akan tetapi karena kekurangan protein membuat dia mudah tidur dan menjadi kurang pandai.

Akibat kekurangan itu, sang ayah merasa kehilangan anaknya dan ia menjadi menyesal karena dulu ia meninggalkan anaknya ketika anak tersebut di dalam masa pertumbuhan. Hal ini yang menyebabkan anak tersebut kekurangan gizi. Kemudian sang ayah berkata "Kesedihan orang tua yang kehilangan anaknya sungguh hebat. Gaungnya sampai ke langit."

Mungkinkah di waktu-waktu sekarang ini ada dari kita yang sedang melupakan anak kita dan mengabaikan kebutuhan-kebutuhannya. Akibat hal ini anak kita dapat ada akan tetapi segalam hal baik akan dapat direnggut dari mereka sehingga akan membuat kita kehilangan mereka. Mereka bukan lagi seperti anak kita atau tidak seperti yang kita harapkan. Oleh karena itu sebelum gaung kesedihan tersebut sampai ke langit marilah kita kembali memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita.

Kesaksian saya:
Walaupun saya belum mempunyai seorang anak akan tetapi saya tau rasanya menjadi seorang anak yang kurang diperhatikan oleh seorang ayah. Dulu ayah saya seorang yang keras dan semaunya sendiri, dia jarang memperhatikan keluargaku. Jujur saja aku katakan dulu aku benci ama ayahku karena ketidakpeduliannya pada diriku. Akan tetapi aku besyukur sama Tuhan karena Dia telah mengubahkan ayahku yang sangat membencikan bagiku menjadi seorang ayah yang sangat memperhatikan keluarganya, bahkan Tuhan menjamah aku melalui sebuah acara KKR sehingga aku dapat memaafkan ayahku. Ketika aku membaca renungan diatas aku benar-benar diingatkan oleh Tuhan kalau peran seorang ayah itu penting didalam keluarga, dan aku kelak ingin menjadi seorang ayah yang terbaik untuk anak-anakku.

Note:
Bapa disurga adalah seorang ayah yang tidak pernah meninggalkan kita, Dia adalah ayah yang selalu mendampingi kita senantiasa serta mencukupi setiap kebutuhan kita baik jasmani ataupun rohani.

Saturday, 14 June 2008

Asalah Kerohanian Sebelum Beraktivitas

Mazmur 119: 9-16
Aku hendak merenungkan titah-titahMu dan mengamat-amati jalan-jalanMu.


Ada sebuah perusahaan yang mendorong setiap karyawannya untuk mengembangkan kreativitasnya yaitu dengan cara memperbolehkan karyawannya untuk memakai 15% dari jam kerja mereka untuk melakukan penelitian.

Salah seorang dari karyawannya yang bernama Art Fry, juga memanfaatkan waktu tersebut. Dia merupakan anggota paduan suara di gereja. Art Fry sering menyelipkan kertas kecil sebagai tanda lagu apa yang dinyanyikan oleh paduan suara waktu itu akan tetapi kertas-kertas kecil tersebut sering kali terjatuh dan mengotori lantai.

Melihat hal ini Art Fry berpikir dan mendapatkan ide untuk melekatkan kertas-kertas tersebut dengan lem pada bagian atasnya. Dan temuan Art Fry ini adalah note yang sampai sekarang menjadi produk paling menguntungkan di perusahaannya bekerja.

Merenung itu bukanlah sesuatu yang tidak berguna. Banyak ide-ide kreatif yang dapat kita peroleh setelah kita merenung. Selain itu dengan merenung kita dapat lebih mengeti firman Tuhan yang baru kita baca atau kita dapatkan.

Kesaksian saya:
Setelah membaca renungan diatas saya benar-benar disadarkan. Selama ini saya sama sekali tidak menyadari bahwa apabila sebelum saya beraktivitas saya memikirkannya terlebih dahulu maka hasil yang diperoleh lebih baik daripada ketika saya langsung saja mengambil sebuah keputusan tanpa memikirkannya terlebih dahulu. Selain itu sama halnya dengan firman Tuhan ketika saya lupa untuk merenungkan firman Tuhan tersebut maka saya cenderung untuk kurang paham ataupun melupakan firman Tuhan yang baru saya peroleh tersebut. Lain halnya ketika saya setelah memperoleh firman Tuhan tersebut saya berusaha untuk merenungkannya sebelum saya melakukan kegiatan lain, saya merasa bahwa firman Tuhan tersebut lebih berbicara di dalam kehidupan saya.

Note:
Renungkanlah firman Tuhan senantiasa agar engkau mengerti apakah kehendak Tuhan didalam hidupmu.