"Mereka datang minta maaf lalu membawa kedua rasul itu ke luar dan momohon, supaya mereka meninggalkan kota itu."
Suatu ketika presiden Abraham Lincoln menghadapi situasi yang mengharuskan dia untuk menyenangkan para politisi. Untuk itu, dia lalu memberi perintah pada sebuah resimen untuk berpindah tempat bertugas. Saat Edwin Stanton, menteri pertahanannya, menerima perintah itu, dia mnolak menyampaikan perintah itu pada bawahannya. Dia mengatakan bahwa presiden bertindak bodoh. Rupanya ada orang yang menyampaikan ucapan Edwin pada presiden. Mendengar laporan itu, alih-alih marah, Abraham Lincoln malah berkata, "Jika Stanton mengatakan bahwa saya bertindak bodoh, biasanya dia benar. Sebaiknya saya menemuinya sendiri." Dua orang itu kemudian bertemu dan berbicara, akhirnya presiden mengakui bahwa keputusannya itu memang salah besar. Tanpa ragu-ragu lagi, dia segera membatalkan perintah itu.
Berbeda dari Abraham Lincoln, para pembesar kota Filipi memang meminta maaf, tapi tidak secara tulut. Mereka mengakui kesalahan karena dipaksa oleh keadaan. Penulis amsal mengingatkan kita supaya mencintai didikan dan pengetahuan. Di dalam didikan itu, kadang terdapat teguran. Jika kita membenci teguran, maka kita termasuk orang yang dungu.
Kesaksian saya:
Dulu waktu SMA saya adalah orang yang tidak mau meminta maaf, kalau lagi ada masalah dengan orang maka jangan harap saya yang pertama kali buka mulut untuk meminta maaf walaupun ternyata saya harus meminta maaf duluan, saya mungkin akan meminta maaf akan tetapi dengan berat hati. Rasanya gengsi kalau meminta maaf duluan apalagi kalau masalahnya itu sama pembantu atau adik saya. Akan tetapi suatu ketika saya ikut retreat untuk pelayan namanya itu ESC. Disana saya dilatih untuk menjadi pelayan yang excelent (terbaik). Pada salah satu sesinya ada pembicara yang membahas mengenai minta maaf, disana saya dijamah dan diingatkan Tuhan bagaimana kehidupan saya selama ini. Tuhan merubah hidup saya yang tidak suka minta maaf menjadi orang yang minta maaf jika ada masalah. Selain itu Tuhan juga mengingatkan saya melalui fimannya bahwa setiap saya ada masalah dengan orang lain selesaikan masalah saya itu sebelum matahari terbenam.
Pulang dari retreat itu untuk pertama kali saya berusaha untuk minta maaf memang sangat sulit, sebagian dari gengsi saya masih berusaha melawan agar saya tidak minta maaf tapi setelah saya berhasil minta maaf pada orang-orang disekitar saya yang pernah saya sakiti ternyata perasaan ini jadi lebih tenang selain itu hubungan saya dengan orang tersebut menjadi lebih baik bahkan kepada pembantu, saya juga meminta maaf. Sejak saat itu saya selalu minta maaf apabila saya menghadapi masalah dengan orang lain bahkan walaupun orang itu tidak tau jika saya ada masalah dengan dia. Jujur saya sama sekali tidak menyangka kalau minta maaf itu ternyata menyenangkan.
Kepada anda yang saat ini masih menyimpan dendam kepada seseorang, pertanyaannya adalah apakah anda bisa memaafkan orang itu atau meminta maaf kepada orang itu? Karena dengan anda menyimpan masalah terhadap seseorang maka hidup anda tidak akan bahagia. Masalah itu akan selalu menghantui perasaan anda. Percayalah itu! Kalau memang anda ingin bahagia akuilah kesalah anda dan minta maaf lah ketika anda salah. Selain itu maafkanlah orang lain ketika ada orang lain yang minta maaf kepada anda. GBU.
Note:Orang besar mau mendengar nasihat, dan mengakui jika melakukan kesalahan.
