<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104</id><updated>2009-11-10T15:44:31.665+07:00</updated><title type='text'>Renungan</title><subtitle type='html'>Blog ini berisikan renungan setiap harinya dan beberapa hal yang saya peroleh di dalam pembacaan renungan ini. 
Saya harap blog ini dapat menjadi berkat bagi setiap orang yang membacanya. 
Tuhan memberkati.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-6192320883740485040</id><published>2008-08-05T09:17:00.001+07:00</published><updated>2008-08-05T09:34:07.817+07:00</updated><title type='text'>Yang Baik Belumlah Tentu Benar</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Roma 12: 2&lt;br /&gt;"Berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Seorang pemuda membeli 9 potong ayam di sebuah restoran. Ia ingin makan bersama kekasihnya. Namun ketika membuka bungkusan, bukan ayam yang didapati, melainkan uang 9000 dollar. Ia langsung bergegas kembali ke restoran, mengembalikan uang itu. Pemilik restoran kagum atas kejujurannya, menanyakan namanya, dan mengatakan hendak menelepon wartawan surat kabar dan stasiun televisi agar membuat cerita tentangnya. Namun si pemuda menolak. Si pemilik restoran terus mendesak. Dibegitukan, si pemuda pun marah. "Anda ssatu-satunya pemuda jujur di tengah dunia yang tidak jujur! ini kesempatan baik untuk mengatakan kepada dunia bahwa masih ada orang-orang jujur yang bertindak benar." jelas si pemilik restoran. "Itulah masalahnya" kata si pemuda. "Istriku ada dirumah. Wanita dalam mobil adalah kekasihku. Sekarang berikan ayamku agar aku dapat pergi dari sini."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada banyak orang yang melakukan perbuatan baik, melakukan amal dimana-mana, namun dalam kehidupan pribadinya ia bertolak belakang dengan sosok yang ia tampilkan. Mereka berbuat baik supaya dapat pujian dan sanjungan. Yang baik belumlah tentu benar di hadapan Tuhan. Yang terpenting adalah apa yang ada dalam hati kita. Tidaklah penting berapa banyak hal yang kita perbuat atau apa yang orang lain pikir tentang diri kita. Jauh lebih penting adalah didapati benar di hadapan Tuhan. Jadi, janganlah berhenti sampai berbuat baik. Tapi mari kita melakukan perbuatan yang berkenan kepada Allah dan melakukannya sesempurna yang kita bisa.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Kalau menurut saya berbuat baik itu penting karena Tuhan itu menyukai orang yang mau menolong sesamanya terutama sesamanya yang kekurangan akan tetapi seperti yang tertulis pada renungan diatas jauh lebih penting bagaimana kehidupan kita di hadapan Tuhan. Percuma jika kita berbuat baik tapi hidup kita sendiri mengecewakan Tuhan. Misal kita menolong orang lain akan tetapi kita hidup dalam dosa. Ketika hidup kita sendiri mengecewakan Tuhan akan tetapi kita menolong orang lain maka pertanyaannya adalah apa kita menolong orang lain itu dengan hati yang tulus ataukah agar dilihat oleh orang kalau kita itu baik. Muliakanlah Tuhan di hidupmu maka Tuhan sendiri yang akan mengangkatmu akan tetapi ketika engkau meninggalkan Tuhan maka Tuhan sendiri juga yang akan menurunkanmu. GBU.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Perbuatan baik tanpa dibalut dengan nilai kebenaran tetap akan membuat kita berhadapan dengan masalah yang tidak kalah rumitnya.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-6192320883740485040?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Yang Baik Belumlah Tentu Benar'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/6192320883740485040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=6192320883740485040' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/6192320883740485040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/6192320883740485040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/08/yang-baik-belumlah-tentu-benar.html' title='Yang Baik Belumlah Tentu Benar'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-2733012949020797341</id><published>2008-08-02T08:25:00.001+07:00</published><updated>2008-08-02T09:21:41.380+07:00</updated><title type='text'>Pelita Yang Tlah Padam</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Matius 5: 16&lt;br /&gt;"Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan bapamu yang di sorga."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Si buta terbahak berkata, "Untuk apa saya bawa pelita? Saya kan buta, tidak ada pengaruhnya." Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar orang lain bisa melihat kamu, dan mereka tidak menabrakmu." Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama kemudian seorang pejalan kaki menabrak si buta. Dalam kagetnya ia mengomel, "Hei, kamu kan punya mata! Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!" Pejalan itu berkata, "Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!" Si buta pun tertegun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kehidupan rohani kita pun kerap mengalami hal yang sama. Kita berpikir pelita kita masih menyala. Tanpa sadar, kesibukan, keegoisan, ambisi pribadi, dan daya tarik dunia telah membuat pelita hati kita padam. Hubungan dengan Tuhan menjadi sangat hambar. Tidak ada kerinduan, semua dibalut kerutinan belaka. Seperti si buta dalam kisah diatas, kita butuh orang lain untuk melihat apakah pelita kita masih menyala atau tidak. Hati adalah jendela hidup kita. Jika pelita hati kita padam, bagaimana mungkin orang bisa melihat konsistensi perjalanan hidup kita bersama Tuhan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimakan kondisi pelita hati anda? Bagaimanapun, buta hati jauh lebih mengerikan dibandingkan buta fisik. Segelap-gelapnya kehidupan orang buta fisik, jauhlah lebih ngeri kegelapan yang melingkupi orang buta hati. &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Saya tau rasanya mempunyai pelita yang padam. Hidup ini terasa hampa dan tidak ada artinya lagi. Bahkan untuk berbicara dengan Tuhan, menyembah Tuhan, bersekutu dengan Tuhan itu rasanya tidak bisa. Rasanya hambar tidak ada apa-apa. Pokoknya kehidupan ini jadi tidak berarti. Saya bersyukur kalau saat ini saya dipulihkan karena hidup dengan pelita yang padam itu rasanya sangat tidak enak. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersekutulah selalu dengan Tuhan, bacalah firmaNya, dan mintalah kepada Tuhan untuk selalu memperbaharui pelita anda sehingga anda pelita anda tidak sampai padam. Sedangkan untuk anda yang pelitanya sudah padam, pelan-pelan renungkan kebaikan Tuhan di hidup anda, mintalah kepada Tuhan agar pelita hati anda dipulihkan. Percayalah Tuhan sanggup memulihkan pelita anda. GBU.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tanpa kebenaran Tuhan yang terus-menerus mengisi hati kita, ketawaran dan kegelapan akan melingkupi hidup kita.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-2733012949020797341?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Pelita Yang Tlah Padam'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/2733012949020797341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=2733012949020797341' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/2733012949020797341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/2733012949020797341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/08/pelita-yang-tlah-padam.html' title='Pelita Yang Tlah Padam'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-1999790750418210208</id><published>2008-08-01T07:19:00.001+07:00</published><updated>2008-08-01T07:40:54.023+07:00</updated><title type='text'>SMS Berantai</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Amsal 30: 8&lt;br /&gt;"Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;"Kartu GSM XXXX sudah keluar: Rp. 6/SMS; Rp. 60/menit; Rp. 600/SMS. Jika dijumlah 666 simbol antikris. Jangan dibeli. Itu kartu pendukung antikris. Sebarkan SMS ini." Anda mungkin pernah mendapat SMS berantai seperti ini. Mengapa disebut berantai? Karena SMS ini berpindah dari satu pengguna hp ke pengguna lainnya. Banyak orang kristen yang mengikuti saran untuk meneruskan SMS itu ke nomor yang lain. "Toh aku cuma kehilangan beberapa rupiah." Mungkin itulah pikiran mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi pernahkan kita mengecek kebenaran informasi SMS tersebut sebelum mengirimkannya. Contohnya, pada isi SMS diatas, apakah kita benar-benar yakin bahwa operator seluler itu memang pendukung antikris? Jika informasi itu tidak akurat atau kita tidak yakin kebenarannya, maka kita ikut serta dalam dosa kebohongan. Kita telah menyebarkan fitnah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami pernah menjadi korban SMS berantai. Setelah gempa tahun 2006, beredar SMS: "Mohon dukungan doa, pdt. Pelangi (istri saya) belum diketahui keadaanya. Sampai sekarang belum  bisa dihubungi." Anehnya, tidak satupun orang yang menanyakan langsung kepada kami. Padahal telepon dan HP kami selalu bisa dihubungi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teknologi SMS itu ibarat pisau. Bisa digunakan untuk hal yang baik atau jahat. Ada seorang kristen yang rajin mengirim kata-kata motivasi lewat SMS. Pelayanan ini ternyata memberi berkat pada orang lain. &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Saya juga sering terima yang namanya sms berantai. Jujur sama dengan kebanyakan orang saya pasti akan mengirimkan ke orang lain lagi tanpa melakukan pengecheckan dulu apakah benar atau tidak isinya itu karena bagi saya tidak ada masalah kecuali kalau sms berantai itu ada kata-kata kutuk seperti jika tidak dikirimkan ke orang lain maka kamu akan sial terus. Justru saya tidak mau mengirimkan sms itu ketika ada kata kutuknya karena saya tidak percaya sama begituan. Ketika membaca renungan diatas saya disadarkan kalau tindakan saya selama ini ternyata salah, hal yang saya pikir tidak masalah dengan mengirimkan sms berantai ke orang lain ternyata bermasalah. Saya baru sadar kalau ternyata dengan begitu saya telah membantu menyebarkan kebohongan ke orang lain. Sekarang saya tidak mau lagi melakukan penyebaran sms berantai kecuali isinya memang sudah 100% terbukti kebenarannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi anda yang juga suka mengirimkan ulang sms berantai atau bahkan membuat sms berantai, lebih baik lakukan pengecheckan dulu isinya benar atau tidak. Karena jika ternyata isinya salah maka anda telah berbuat dosa dimata Tuhan. Gunakan sms untuk memberkati orang lain bukan malah menghancurkan orang lain. GBU.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Manfaatkanlah teknologi untuk mendukung pelayanan. Teknologi adalah berkat Tuhan juga.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-1999790750418210208?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='SMS Berantai'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/1999790750418210208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=1999790750418210208' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/1999790750418210208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/1999790750418210208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/08/sms-berantai.html' title='SMS Berantai'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-4969311482104260898</id><published>2008-07-31T06:21:00.001+07:00</published><updated>2008-07-31T06:56:21.419+07:00</updated><title type='text'>Minta Maaf</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Kisah 16: 39&lt;br /&gt;"Mereka datang minta maaf lalu membawa kedua rasul itu ke luar dan momohon, supaya mereka meninggalkan kota itu."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Suatu ketika presiden Abraham Lincoln menghadapi situasi yang mengharuskan dia untuk menyenangkan para politisi. Untuk itu, dia lalu memberi perintah pada sebuah resimen untuk berpindah tempat bertugas. Saat Edwin Stanton, menteri pertahanannya, menerima perintah itu, dia mnolak menyampaikan perintah itu pada bawahannya. Dia mengatakan bahwa presiden bertindak bodoh. Rupanya ada orang yang menyampaikan ucapan Edwin pada presiden. Mendengar laporan itu, alih-alih marah, Abraham Lincoln malah berkata, "Jika Stanton mengatakan bahwa saya bertindak bodoh, biasanya dia benar. Sebaiknya saya menemuinya sendiri." Dua orang itu kemudian bertemu dan berbicara, akhirnya presiden mengakui bahwa keputusannya itu memang salah besar. Tanpa ragu-ragu lagi, dia segera membatalkan perintah itu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbeda dari Abraham Lincoln, para pembesar kota Filipi memang meminta maaf, tapi tidak secara tulut. Mereka mengakui kesalahan karena dipaksa oleh keadaan. Penulis amsal mengingatkan kita supaya mencintai didikan dan pengetahuan. Di dalam didikan itu, kadang terdapat teguran. Jika kita membenci teguran, maka kita termasuk orang yang dungu.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Dulu waktu SMA saya adalah orang yang tidak mau meminta maaf, kalau lagi ada masalah dengan orang maka jangan harap saya yang pertama kali buka mulut untuk meminta maaf walaupun ternyata saya harus meminta maaf duluan, saya mungkin akan meminta maaf akan tetapi dengan berat hati. Rasanya gengsi kalau meminta maaf duluan apalagi kalau masalahnya itu sama pembantu atau adik saya. Akan tetapi suatu ketika saya ikut retreat untuk pelayan namanya itu ESC. Disana saya dilatih untuk menjadi pelayan yang excelent (terbaik). Pada salah satu sesinya ada pembicara yang membahas mengenai minta maaf, disana saya dijamah dan diingatkan Tuhan bagaimana kehidupan saya selama ini.  Tuhan merubah hidup saya yang tidak suka minta maaf menjadi orang yang minta maaf jika ada masalah. Selain itu Tuhan juga mengingatkan saya melalui fimannya bahwa setiap saya ada masalah dengan orang lain selesaikan masalah saya itu sebelum matahari terbenam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pulang dari retreat itu untuk pertama kali saya berusaha untuk minta maaf memang sangat sulit, sebagian dari gengsi saya masih berusaha melawan agar saya tidak minta maaf tapi setelah saya berhasil minta maaf pada orang-orang disekitar saya yang pernah saya sakiti ternyata perasaan ini jadi lebih tenang selain itu hubungan saya dengan orang tersebut menjadi lebih baik bahkan kepada pembantu, saya juga meminta maaf. Sejak saat itu saya selalu minta maaf apabila saya menghadapi masalah dengan orang lain bahkan walaupun orang itu tidak tau jika saya ada masalah dengan dia. Jujur saya sama sekali tidak menyangka kalau minta maaf itu ternyata menyenangkan.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepada anda yang saat ini masih menyimpan dendam kepada seseorang, pertanyaannya adalah apakah anda bisa memaafkan orang itu atau meminta maaf kepada orang itu? Karena dengan anda menyimpan masalah terhadap seseorang maka hidup anda tidak akan bahagia. Masalah itu akan selalu menghantui perasaan anda. Percayalah itu! Kalau memang anda ingin bahagia akuilah kesalah anda dan minta maaf lah ketika anda salah. Selain itu maafkanlah orang lain ketika ada orang lain yang minta maaf kepada anda. GBU.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Orang besar mau mendengar nasihat, dan mengakui jika melakukan kesalahan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-4969311482104260898?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-fiman-tuhan.blogspot.com' title='Minta Maaf'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/4969311482104260898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=4969311482104260898' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/4969311482104260898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/4969311482104260898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/minta-maaf.html' title='Minta Maaf'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-5119734086400530171</id><published>2008-07-30T08:39:00.001+07:00</published><updated>2008-07-30T09:13:46.503+07:00</updated><title type='text'>Sudah Melihat Sebelumnya</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Amsal 29: 18&lt;br /&gt;"Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat.."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Ketika disneyland diresmikan, Walti Disney telah meninggal. Seorang kemudian mendekati istrinya dan berkomentar sambil bertanya kurang lebih demikian, "Nyonya, bagaimana perasaan anda ketika melihat semua ini menjadi nyata, dan suami anda tidak ada di sini? Dengan tenang ia menjawab, "Sebelum ini semua menjadi nyata, suami saya sudah melihat ini semua sebelumnya."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mungkin ada dua jenis orang gila di dunia: orang yang hidup di masa lalu dan orang yang hidup di masa depan. Tentu saja selain orang yang menderita kegilaan karena sakit. Nah, kategori kedua adalah orang-orang gila yang namun juga pantas digelari visioner.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika Paulus melayani Tuhan, ia tahu masa depan pelayanannya. Ia melihat, bahkan hingga ke akhir zaman: keadaan manusia dan apa yang terjadi pada gereja Tuhan. Apakah kita selama ini juga memiliki visi atas apa yang kita kerjakan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Orang yang hidup tanpa visi akan mencoba segalanya, menjadi segalanya dan melakukan segalanya. Mereka mungkin tampak hebat, walau sebenarnya konyol dan mudah putus asa. Mereka lelah, lalu mati, tanpa meninggalkan apa-apa. Berbeda dengan orang yang punya visi: mereka melakukan sesuatu terus-menerus, berani mencoba lagi walaupun gagal, dan tetap tegar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jenis orang kedua inilah yang akan membawa perubahan, yang telah setia untuk memperjuangkan apa yang diniatkan, bersandar pada Tuhan ketika datang cobaan, dan terus berjuang hingga datangnya kematian. &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Dulu saya adalah orang yang tidak mempunyai visi sama sekali, dalam kehidupan saya sehari-hari, saya melakukan yang saat itu harus saya lakukan. Saya sama sekali tidak memikirkan masa depan saya kira-kira mau gimana, sehingga lama kelamaan apa yang saya lakukan itu hanya menjadi kebiasaan saja. Di gereja saya waktu itu juga lagi digencar-gencarkannya bahwa setiap orang harus mempunyai visi. Pertama-tama saya masih tidak terlalu menganggap penting visi itu akan tetapi suatu ketika ada pendeta tamu yang datang ke gereja saya, firman yang dibawa olehnya sangatlah menjamah saya. Pendeta ini juga berfirman mengenai visi dalam kehidupan seseorang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melihat hal itu saya belajar untuk mempunyai visi dalam kehidupan saya dan ketika saya mulai mengatur visi saya tersebut, saya merasa kehidupan saya lebih berarti dan lebih baik karena ketika saya mempunyai visi, saya berusaha agar visi saya itu menjadi kenyataan di dalam kehidupan saya. Saya mempunyai satu visi utama yaitu menyenangkan hati Tuhan. Percayalah, ketika saya memutuskan visi utama saya itu, saya merasa setiap tindakan saya menjadi lebih baik. Tentu saja selain satu visi utama itu saya juga mempunyai visi di setiap aspek kehidupan saya, mulai dari aspek keuangan atau aspek percintaan saya. Dengan adanya visi-visi tersebut di dalam hidup saya, saya jadi dapat melihat kira-kira di masa depan bagaimankah kehidupan saya. Akan tetapi jangan lupa bahwa semuanya itu harus disandarkan kepada Tuhan, karena visi yang tidak menyenangkan hati Tuhan, tidak akan berhasil kita peroleh. GBU.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Daripada memikirkan tentang di mana anda berada sekarang, pikirkan tentang di mana anda ingin berada. Kesuksesan satu malam adalah kerja keras 20 tahun.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-5119734086400530171?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Sudah Melihat Sebelumnya'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/5119734086400530171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=5119734086400530171' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/5119734086400530171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/5119734086400530171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/sudah-melihat-sebelumnya.html' title='Sudah Melihat Sebelumnya'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-1434794380057138029</id><published>2008-07-27T14:06:00.001+07:00</published><updated>2008-07-27T14:27:07.673+07:00</updated><title type='text'>Jangan Diam Saja!</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;I Tesalonika 5: 11&lt;br /&gt;"Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Apa yang seorang ibu lakukan jika ia melihat anak kecilnya bermain pisau? Tentu tidak tinggal diam, bukan? Kalau sudah tidak bisa dengan nasihat, tentu mereka akan memaksa anaknya untuk taat. Dalam banyak kehidupan kekristenan, kerap kita melihat saudara seiman yang menyimpang dari kebenaran Tuhan. Namun, mengapa kita kerap diam saja?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dosa pertama memang benar dilakukan oleh hawa. Tapi justru adamlah yang pertama ditanyai Tuhan, mengapa? Karena adam jelas ada di sana ketika hawa berbicara dengan ular. Artinya adam diam saja, tidak memberi nasihat atau teguran kepada hawa ketika ia hendak memakan buah terlarang.  Banyak orang kristen bertindak seperti adam. Mereka cuek saja melihat saudara seiman menyimpang dari jalan Tuhan. Tuhan tegas mengatakan "Jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa". Jika kita tahu jelas kita harus memperingati saudara seiman yang menyimpang dari jalan Tuhan namun kita diam saja, jelas kita berdosa, seperti adam. Namun, jika kita menegurnya dan dia tidak mau mendengar, dosa itu tidak ditanggungkan atas kita. Dengan kata lain, kita perlu melakukan sesuatu jika melihat saudara seiman jauh dari Tuhan, setidaknya menegur dan menasihati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada saatnya kita diam, tapi ada saatnya kita perlu berkata-kata. Jika hari-hari ini anda melihat ada saudara seiman hidup jauh dari Tuhan, jangan diam saja! Berdoalah, tegurlah, nasihatilah, dan mintalah Tuhan mengubah hidupnya. Itu baru kasih sejati. &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Sebelumnya saya meminta maaf kepada anda yang kemarin membuka blog ini dan tidak menemukan perubahan pada blog, hal ini terjadi karena kemarin saya cukup sibuk sehingga tidak melakukan update pada blog. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut saya, mengingatkan orang lain ketika berbuat salah itu tidak selalu harus saudara seiman saja. Ketika kita melihat orang lain yang sedang berbuat salah walaupun ia bukanlah saudara seiman akan tetapi kita harus tetap mengingatkannya apalagi apabila orang itu adalah teman atau keluarga kita. Karena bagaimanapun juga kalau kita mengasihi teman atau keluarga kita itu walaupun ia bukan saudara seiman kita, kita akan tetap mengingatkannya. Mungkin ia tidak mau mendengarkan kita, akan tetapi percayalah ketika kita terus mendoakannya dan mengingatkan dia, kata-kata kita yang saat ini tidak didengarnya suatu saat ketika ia menghadapi sebuah masalah maka ia akan mengingat kata-kata kita dan berubah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jujur saya sampai saat ini belum dapat 100% apabila melihat orang lain berbuat salah, saya ingatkan dia. Kadang kala saya ada perasaan sungkan sama orang itu kalau saya ingatkan dia tentang kesalahannya. Kadang juga saya takut, nanti dia marah sama saya, akan tetapi dari membaca renungan pagi ini saya merasa Tuhan mengatakan kepada saya kalau hal itu buka masalah. Perbuatlah apa yang harus saya perbuat dan apabila dia tidak mau mendengarkannya maka Tuhan tidak akan menyalahkan saya yang penting apakah saya punya hati untuk mengasihai orang itu dan ingin agar orang itu berubah. Apabila ternyata benar orang itu memusuhi saya, saya tidak perlu kuatir akan hal itu, Tuhan punya jalan yang lebih baik untuk saya. Karena itu bagi anda semua yang ketika melihat teman anda berbuat salah akan tetapi membiarkannya maka berhati-hatilah karena itu sama saja dengan kalau anda itu sombong (sudah tau orang itu salah akan tetapi dibiarkan) dan Tuhan tidak suka orang sombong. Punyailah hati untuk mengasihi orang lain, terutama ketika orang itu berbuat salah. Jangan ketika orang itu berbuat salah maka anda meninggalkannya begitu saja tanpa mengingatkan dia atas kesalahannya. GBU.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Kepedulian dan kasih sejati adalah ketika kita tidak berdiam diri membiarkan orang yang kita kasihi jatuh dalam bahaya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-1434794380057138029?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Jangan Diam Saja!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/1434794380057138029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=1434794380057138029' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/1434794380057138029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/1434794380057138029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/jangan-diam-saja.html' title='Jangan Diam Saja!'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-7290105225085217138</id><published>2008-07-25T06:05:00.001+07:00</published><updated>2008-07-25T06:53:11.879+07:00</updated><title type='text'>Buanglah Iri Hati</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Yakobus 3: 14&lt;br /&gt;"Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Salah satu hal yang sering kali membuat saya jatuh dalam dosa adalah iri hati. Apa lagi kalau sudah melihat orang lain yang lebih baik dari saya, kerap kali rasa iri itu muncul tiba-tiba. Suatu kali, saya merasa tersinggung karena seorang teman sering sekali dipuji sementara saya kurang mendapat pujian dari orang. Konyolnya lagi, saya selalu mencari kelemahan orang tersebut. Padahal dia tidak pernah mencari-cari kelemahan saya kalau ada yang melontarkan pujian. Saya, entah mengapa, jadi tidak senang kalau orang membicarakan kelebihan teman saya itu. Untuk menutup rasa malu dan harga diri, akhirnya saya berusaha menjatuhkan pendapat teman saya itu kalau kami sedang rapat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun sikap itu justru membuat banyak kritik datang. Hal ini membuka mata saya, ternyata saya haus dengan pujian dari manusia. Sampai kemudian Tuhan mengajar saya untuk tidak mengejar pujian dari manusia. Ketika saya belajar menerima diri saya apa adanya, rasa iri itu lenyap tiba-tiba. Saya bisa tersenyum kalau teman saya dipuji. Bahkan kadang, saya sudah bisa memuji orang lain. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Iri hati selalu menimbulkan perselisihan. Bahkan rasa irilah yang membuat kita tidak bisa mengasihi secara total. Karena kita masih menganggap dia sebagai lawan. Mengalahkan rasa iri tidaklah sukar yaitu kita belajar mengembangkan rasa syukur terhadap apa yang kita punya. Tinggalkanlah iri hati. Terimalah diri apa adanya. Percayalah! dengan segala kelemahan anda. Anda sudah tampak sangat sempurna di mata Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Dulu saya adalah orang yang sangat mudah iri hati. Rasa iri saya keluar ketika saya menghadapi suatu hal yang berhubungan dengan perempuan dan kemampuan. Sedangkan untuk yang lainnya misalnya uang saya tidak terlalu peduli karena waktu itu saya sudah belajar untuk bersyukur akan tetapi entah kenapa setiap ada hubungan kedua hal tadi, rasa iri saya cepat muncul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika saya melihat orang yang mempunyai pasangan hidup, saya merasa sangat iri. Biasanya saya berpikir enaknya dia punya pasangan hidup sedangkan saya tidak apalagi kalau orang itu ternyata playboy maka saya jadi tambah iri, masa playboy bisa sedangkan saya tidak bahkan tidak jarang saya berpikir untuk jadi playboy. Selain itu ketika berurusan dengan kemampuan seseorang, saya juga cepat iri apabila ada teman yang kemampuannya lebih baik dari saya dan selalu dipuji-puji orang misalnya ketika kerja bersama kami sama-sama kerja akan tetapi setiap pekerjaannya di mata orang selalu sangat baik. Dalam pikiran saya, kenapa dia yang selalu dipuji orang padahal kami sama-sama kerja akan tetapi saya hanya dianggap sebagai pembantu hasil kerjanya dia. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Waktu itu saya benar-benar cepat jengkel sama orang selain itu hidup saya juga jadi tidak tenang karena hampir setiap hari saya mangkel sama orang yang hanya disebabkan oleh rasa iri terhadap orang lain disekitar saya. Akan tetapi Tuhan itu baik, Ia masih mau untuk menjamah saya. Tuhan mengingatkan saya untuk lebih belajar bersyukur atas keadaan saya sekarang ini, selain itu Tuhan juga mengingatkan saya bahwa Dia punya rencana yang indah atas hidup saya. Melihat hal ini, saya sedikit demi sedikit mulai dapat bersyukur atas apapun kehidupan saya, selain itu saya juga dapat bahagia atas orang lain yang lebih baik dari pada saya. Dan anehnya ketika saya belajar bersyukur hidup ini rasanya lebih indah dalam segala hal. Saya percaya bahwa rencana Tuhan itu baik, jadi saya tidak perlu takut akan masa depan apalagi iri hati pada orang-orang yang lebih baik dari saya karena saya yakin bahwa suatu saat ketika Tuhan mengijinkan saya dapat sama baik atau bahkan lebih baik dari mereka. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi untung juga waktu itu Tuhan memulihkan saya dari rasa iri hati, jika tidak mungkin saya sudah benar-benar menjelma menjadi playboy karena ketika saya lihat lagi, ternyata jadi playboy itu sama sekali ndak benar. Kelihatannya enak, bisa punya cewek dimana-mana akan tetapi seorang playboy itu mengecewakan di mata Tuhan. Karena ia menghancurkan banyak perempuan yang tidak bersalah baik itu menghancurkan hatinya atau jika playboynya kelas berat maka juga menghancurkan kehidupan perempuan tersebut. Saya sangat bersyukur saya punya Tuhan yang baik di hidup saya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi anda yang saat ini mempunyai rasa iri terhadap seseorang mengenai masalah apapun juga. Jangan dibiarkan karena rasa iri yang berkembang terus dapat menghancurkan hidup anda sendiri selain dapat menghancurkan hidup orang lain. Cobalah untuk menerima diri anda apa adaya, dan selalu bersyukur atas apapun yang terjadi dalam hidup anda saat ini. Percayakanlah pada Tuhan masa depanmu sepenuhnya maka Tuhan akan memberikan yang terbaik bagimu. Ada sebuah pepatah "Yesterday is history, tommorow is mistery but today is a gift thats why it's call present." Karena itu janganlah kuatir akan hari esok karena yang tahu hari esok cuma Tuhan, akan tetapi perbuatlah yang terbaik untuk hari ini agar berkat Tuhan melimpah atasmu.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Perselisihan, perpecahan dan pertengkaran selalu dimulai ketika ada orang yang membiarkan benih iri bertumbuh subur dalam hatinya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-7290105225085217138?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Buanglah Iri Hati'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/7290105225085217138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=7290105225085217138' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/7290105225085217138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/7290105225085217138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/buanglah-iri-hati.html' title='Buanglah Iri Hati'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-6889920448342518990</id><published>2008-07-24T06:23:00.001+07:00</published><updated>2008-07-24T07:20:36.355+07:00</updated><title type='text'>Siap Menang, Siap Kalah</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Amsal 11: 31&lt;br /&gt;"Kalau orang benar menerima balasan di atas bumi, lebih-lebih orang fasik dan orang berdosa!"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Setelah mengajar, seringkali evaluasi atas pelajaran yang saya sampaikan, saya bungkus lewat kuis. Saya membagi anak-anak dalam beberapa kelompok, lalu beberapa babak kuis dilaksanakan. Mulai dari tebak lagu, tebak gambar yang dibuat oleh seorang siswa di papan tulis, atau cerdas cermat seputar materi yang telah disampaikan. Anak-anak kecil seringkali tak siap kalah. Bahkan orang dewasa juga. Makanya, tak jarang ada anak-anak yang menangis bila kelompoknya mendapat nilai yang kecil atau terkecil. Untuk menyiasatinya, suatu ketika setelah mengajar saya menuliskan besar-besar di papan: "Siap Menang, Siap Kalah". Semua anak saya minta untuk mengucapkan empat kata itu keras-keras. Lalu saya bertanya: "Siapa yang mau kuis hari ini?". Hampir seluruh kelas mengangkat tangan. Ketika tangan-tangan mereka turun, saya bertanya lagi, "Bagaimana jika ada yang kalah?" Seisi kelas diam. Lalu saya tunjuk kata-kata di papan yang saya tulis. Anak-anak tersebut tersenyum dan kuis berjalan dengan lancar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Manusia besar atau kecil semuanya sebenarnya menyukai tantangan. Seorang anak yang sering kalah saat kuis, bagi saya tampak selalu bersemangat dan terus mencoba menjawab dengan benar. Persoalannya hanya satu: kita tidak diajarkan untuk siap kalah. Kita berjuang, melakukan yang terbaik, belajar, karena merasa harus menang. Kita perlu siap kalah karena kita tidak selalu menang. Kita harus siap kalah karena dunia ini kadang tidak berlaku adil kepada kita. &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Saya menjadi teringat ketika masa-masa saya SMP dan SMA. Dulu, saya adalah seorang yang ketika ada lomba matematika, saya selalu ikut dan berusaha agar menang. Saya sangat suka yang namanya lomba, waktu itu saya ikut semua lomba matematika yang diadakan. Akan tetapi saya satu kalipun tidak pernah menang, hampir semua lomba matematika saya berhasil masuk final atau semi-final namun hasil akhirnya saya selalu kalah. Saya bukanlah orang yang suka kalah atau lebih tepatnya saya tidak siap kalah apalagi kalau kalah dalam hal yang saya sukai, hal ini membuat saya setiap kali pulang lomba selalu stres dan marah-marah melulu. Waktu itu, saya sama sekali tidak mau yang namanya kalah, karena kekalahan itu sangat menyakitkan apalagi setelah kita berusaha dengan baik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekarang ini kalau saya pikir-pikir lagi, semua itu rencana Tuhan dalam hidup saya, dengan selalu kalah maka ketika saya menang lomba informatika, saya jadi dapat menghargai kemenangan saya. Selain itu karena selalu kalah waktu itu, saya jadi dapat lebih siap menerima kekalahan saya dengan orang lain yang penting bagi saya sekarang adalah saya sudah memberikan yang terbaik yang saya bisa sedangkan saya menang atau kalah, saya kembalikan ke tangan Tuhan. Akan tetapi kadang kala ketidak siapan saya untuk kalah itu muncul, misalnya pernah ketika membuat kerjaan, orang lain lebih disanjung-sanjung, sedangkan saya yang juga berusaha yang terbaik malah dianggap sebagai pelengkap orang tersebut. Waktu itu saya tidak mau dan tidak siap kalah sama sekali sehingga saya jadi mangkel akan tapi kalau sekarang dipikir lagi, memang waktu itu orang tersebut lebih rajin dan semangat kerja dari pada saya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saran saya untuk kalian semua, rasa tidak mau kalah terhadap orang lain itu ada baiknya karena dengan begitu kita jadi berusaha yang terbaik dalam segala hal akan tetapi kalau rasa tidak mau kalah kita itu berlebihan dan melukai orang lain itu yang tidak benar atau bisa dibilang mau menang sendiri. Selain itu kita juga harus siap untuk kalah, walaupun sebenarnya kita tidak mau kalah. Karena ketika kita tidak siap untuk kalah maka ketika kita kalah kita tidak akan dapat berpikir dengan jernih, bahkan bisa-bisa kita menyalahkan Tuhan atas kekalahan kita. Pertanyaannya bukanlah kita menang atau kalah karena itu adalah keputusan Tuhan, akan tetapi pertanyaannya apakah kita sudah melakukan yang terbaik jika kita ingin menang. GBU.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Seorang yang belum pernah ditipu tidak dapat menjadi seorang pebisnis yang baik. (Peribahasa Cina)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-6889920448342518990?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Siap Menang, Siap Kalah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/6889920448342518990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=6889920448342518990' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/6889920448342518990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/6889920448342518990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/siap-menang-siap-kalah.html' title='Siap Menang, Siap Kalah'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-616001362190901205</id><published>2008-07-23T07:14:00.001+07:00</published><updated>2008-07-23T15:41:42.694+07:00</updated><title type='text'>Bumbu Spontanitas</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Pengkhotbah 3: 13&lt;br /&gt;"Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum, dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Pada renungan sebelumnya ("Mengukur Dua Kali"), ditekankan perlunya membuat perencanaan. Jika kita tergesa-gesa melakukan sesuatu, maka hasilnya akan mengecewakan. Perencanaan memang perlu, tapi jangan sampai hal itu memupuskan spontanitas anda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai hamba Tuhan, istri saya tidak punya jam kerja yang pasti. Kadang sampai tengah malam pun, dia harus melayani. Terutama dalam situasi darurat. Hal ini kadang menggagalkan rencana yang sudah kami susun jauh-jauh hari. Misalnya, kami punya rencana berwisata. Tapi pada hari H, istri saya harus memimpin upacara pemakamam. Maka rencana kami pun gagal. Itulah sebabnya, kami sering membuat acara secara spontan. Ketika kami sama-sama punya waktu luang, maka tanpa direncanakan lebih dulu, kami pergi memancing bersama, berbelanja di toko buku, menonton di bioskop atau makan malam di warung kaki lima.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Spontanitas adalah bumbu yang membuat kehidupan pernikahan menjadi sedap. Tanpa bumbu yang cukup, masakan menjadi hambar. Namun jika terlalu banyak bumbu, masakan juga tidak enak. Karena itu, spontanitas juga jangan sering-sering dilakukan. Pengkhotbah mengatakan bahwa menikmati kesenangan dari hasil jerih payah merupakan pemberian dari Allah. Allah berbuat demikian supaya kita takut pada-Nya. &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Saya banyak melihat di dunia ini, banyak orang yang sukses, ia dengan gigih bekerja untuk mendapatkan keberhasilan akan tetapi dia tidak pernah menikmati hasil kerja kerasnya itu. Dari hari ke sehari ia semakin stres karena pekerjaannya. Ketika melihat itu kadang kala saya merasa kasihan karena rasanya buat apa dia bekerja mati-matian seperti itu jika ia sendiri sama sekali tidak bisa menikmatinya. Karena menurut saya ketika kita mengambil waktu sejenak untuk beristirahat dan menikmati hasil kerja keras kita maka kita akan lebih semangat dalam bekerja dan hasil yang kita dapatkan akan lebih baik, sementara ketika kita kerja terus maka kita akan menjadi capek, bosan, dan lain sebagainya. Akan tetapi kita tidak boleh malas-malasan dan hanya menikmati hasil kerja kita saja. Karena ada tertulis siapa mau makan ia harus bekerja, yang maksudnya Tuhan tidak akan memberkati orang yang malas untuk bekerja. Jadi hidup ini harus imbang antara bekerja dengan jerih payah dan istirahat untuk menikmati hasil kerja kita. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dulu mama saya adalah salah satu orang yang sangat giat bekerja akan tetapi sedikit istirahat. Memang semua pekerjaan mama saya selesai pada waktunya bahkan sebelum waktu deadline sehingga mama saya dipercaya banyak orang akan tetapi di satu sisi, mama saya semakin lama semakin lemah kondisi badannya sehingga mudah sakit selain itu menjadi cepat marah karena kecapekan. Karena itu saat ini, kami sekeluarga setiap satu minggu sekali selalu pergi entah kemana. Hal ini sangat baik, dengan begini mama saya tidak selalu berpikir untuk mengerjakan sesuatu sehingga dia dapat releks dan membuat kondisi tubuhnya lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saran saya bagi anda sekalian yang kerja terus tanpa henti, giat bekerja itu harus karena Tuhan menghendaki orang yang giat bekerja akan tetapi ada kalanya anda harus beristirahat, nikmatilah hasil kerja keras anda agar semangat, tubuh, dan pikiran anda disegarkan sehingga anda dapat bekerja dengan lebih baik lagi. GBU.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ambillah waktu untuk menikmati hasil jerih payah anda.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-616001362190901205?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Bumbu Spontanitas'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/616001362190901205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=616001362190901205' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/616001362190901205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/616001362190901205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/bumbu-spontanitas.html' title='Bumbu Spontanitas'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-656333949831065746</id><published>2008-07-22T06:27:00.001+07:00</published><updated>2008-07-22T07:05:52.887+07:00</updated><title type='text'>Bayarlah Hak-Nya</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Matius 22: 21&lt;br /&gt;Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Seorang bisnisman yang nyaris gulung tikar datang kepada seorang pendeta. Dia meminta doa dan nasihat supaya bisa keluar dari krisis keuangan. Pendeta berkata, "Setia saja memberi sepersepuluh dari penghasilanmu untuk Tuhan." Meski berat hati, sang bisnisman taat juga. Setelah lima tahun, tak terasa penghasilannya terus meningkat. Kalau dulu memberi perpuluhanya dalam jumlah ribuan, sekarang ia sudah memberi dalam jumlah jutaan. Tapi ia merasa jumlah perpuluhan sudah terlalu besar dan itu berarti pemborosan. Akhirnya ia datang lagi kepada pendeta yang sama untuk meminta jalan keluar. "Bagaimana caranya supaya saya tidak berat membayar yang sepersepuluh itu? Saya merasa jumlahnya sekarang terlalu besar." Dengan lembut pendeta itu berkata, "Oh, gampang saja. Mari kita berdoa supaya Tuhan mengembalikan penghasilanmu kepada jumlah yang pertama ketika anda datang kemari."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekarang ini, bagi orang percaya, persepuluhan itu hanyalah kisah lama. "Itu bukan hal wajib kok. Yang penting aku memberi. Seperlima atau sepersepuluh itu sama saja." Begitu orang beralasan. Padahal Tuhan sudah mengatakan bahwa sepersepuluh dari setiap penghasilan kita adalah bagianNya. Dan itu merupakan hak Tuhan, bukan hak kita. Bayarlah apa yang menjadi hak Allah. Lagipula, Tuhan hanya meminta sepersepuluh saja, sisanya boleh kita nikmati. Bayangkan jika Tuhan menuntut kebalikannya. Setialah dengan persepuluhan anda. Tak perlu takut, Tuhan pasti setia dengan janji berkat-Nya. &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Dulu saya pernah sekali berhenti untuk persepuluhan, waktu itu saya berpikir ndak usah persepuluhan dulu lah karena penghasilan saya pas-pasan dan kalau saya persepuluhan maka saya ndak akan dapat nabung walaupun dapat pasti sangat sedikit. Saya berhenti persepuluhan waktu itu kira-kira satu tahun atau bahkan lebih. Dan anehnya ketika saya tidak persepuluhan, hidup saya banyak dilanda masalah misalnya tiba-tiba saya sakit gigi yang harus beli obat kemudian komputer saya rusak sehingga saya harus menserviskannya dan lain-lain. Setelah satu tahun lebih itu saya baru sadar ketika saya melihat keuangan saya, keuangan yang saya kira ketika saya tidak perpuluhan akan bertambah banyak malah bertambah sedikit bahkan bisa dibilang tabungan saya hampir habis semua. Saat itu saya sadar bahwa tindakan tidak melakukan perpuluhan itu tindakan bodoh karena dengan tidak perpuluhan maka saya sudah mencuri apa yang menjadi hak Tuhan. Padahal Tuhan itu baik, semua harta yang saya miliki itu milikNya dan Dia hanya meminta sepersepuluh dari harta saya untuk dikembalikan kepadaNya namun saya masih tidak melakukannya. Sejak itu saya kembali belajar untuk melakukan persepuluhan lagi, dan anehnya lagi tanpa saya sadari keuangan saya pulih dengan cepat padahal kalau dinalar secara manusia itu ndak mungkin terjadi akan tetapi di dalam Tuhan itu mungkin. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya teringat akan kisah yang dikatakan oleh teman seiman saya. Ada seorang pengusaha yang dalam melakukan perpuluhan itu bukan sepersepuluh yang ia berikan melainkan sembilan puluh persen dari penghasilannya akan tetapi hidup dari pengusaha ini sangat diberkati Tuhan. Saya lupa siapa namanya akan tetapi ia menjadi salah satu pengusaha besar di dunia. Sedangkan ada seorang pengusaha ketika ditanya tentang perpuluhan ia selalu menjawab, "Nanti aja kalau aku sudah untung lebih besar maka aku akan perpuluhan." Begitu terus jawabannya baik ketika ia untung satu juta, sepuluh juta, ataupun seratus juta. Akhir-akhir ini saya dapat kabar kalau kehidupannya saat ini sungguh kasihan, keuangannya kacau balau padahal dulu ia adalah pengusaha besar. Oleh karena itu untuk anda yang belum melakukan perpuluhan sampai hari ini, saya ingatkan kepada anda lakukanlah perpuluhan sebelum Tuhan marah kepada anda karena telah mencuri milik Tuhan. Perpuluhan itu seperti pagar yang memagari keuangan anda, jika anda tidak membayar perpuluhan maka sama saja anda tidak memagari keuangan anda. Otomatis ketika tidak ada pagar di kehidupan keuangan anda maka iblis dapat menghancurkannya. GBU.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Orang yang merampas hak orang lain bisa kita katakan sebagai pencuri. Dan hal yang sama berlaku terhadap persepuluhan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-656333949831065746?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Bayarlah Hak-Nya'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/656333949831065746/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=656333949831065746' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/656333949831065746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/656333949831065746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/bayarlah-hak-nya.html' title='Bayarlah Hak-Nya'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-1688018029036324460</id><published>2008-07-21T06:01:00.001+07:00</published><updated>2008-07-21T06:29:10.496+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Lebih Baik Karena Dibebaskan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Galatia 5: 13&lt;br /&gt;"Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Pada tahun 2003, OECD mengukur kecerdasan siswa-siswa sedunia dalam bidang sains, membaca, dan matematika. Hasilnya, Finlandia menjadi negara peringkat pertama. Keunggulan mereka bukan hanya dalam tiga hal itu, tapi juga pendidikan bagi anak-anak lemah mental. Intinya, Finlandia adalah negara yang punya kemampuan hebat mencerdaskan anak-anaknya. Apa kuncinya? Kualitas guru, itulah jawabannya. Paling tidak, itulah salah satu yang berperan besar. Profesi guru di Finlandia sangat dihargai walau tidak bergaji fantastis. Saingan dan saingan untuk menjadi guru di sana cukup ketat dan kemudian setelah menjadi guru, mereka bebas menggunakan metode belajar apapun, bebas memakai kurikulum rancangan sendiri, bebas menentukan buku teks pilihan sendiri. Mereka menjadi yang terbaik karena dibebaskan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bebas atau kebebasan kerap dikonotasikan negatif. Sebutlah seks bebas, pergaulan bebas, atau bebas semau gue. Nah, sadarkah kita bahwa kebebasan yang kita miliki dalam Kristus adalah kebebasan untuk melakukan hal yang berharga dan mulia? Dosa, dalam kerangka berpikir ilahi harus kita pahami sebagai ikatan. Dosa bukanlah ruang bagi kebebasan. Jadi, orang yang memiliki dasar dan pemahaman yang benar tentang kebebasan akan menggunakan kebebasannya untuk menjadi yang terbaik. Nah, bagaimana dengan anda? &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Kebebasan ya? Benar juga, ketika saya renungkan kembali saya merasa menjadi orang kristen itu sangat bebas. Ketika saya melihat agama-agama lain di dunia ini, banyak sekali aturan-aturan yang mereka tetapkan sedangkan menjadi orang kristen sangatlah sedikit aturan. Akan tetapi saya banyak melihat orang kristen, dalam hal ini saya juga termasuk, yang salah mempergunakan kebebasannya. Banyak orang kristen yang justru sering melakukan dosa. Mungkin karena sedikitnya aturan maka hal ini terjadi selain itu mungkin juga karena Tuhan berjanji untuk mengampuni semua dosa anak-anakNya yang memohon ampun kepadaNya. Akan tetapi sebagai anak-anak Tuhan, kita perlu ingat bahwa memang Tuhan Yesus mati di kayu salib untuk menebus semua dosa orang yang percaya kepadaNya namun Tuhan Yesus juga adalah Tuhan yang maha adil, Dia menghukum orang-orang yang berbuat dosa. Dia sangat membenci dosa terutama jika dosa itu dilakukan oleh anak-anakNya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai anak-anak Tuhan kita harus bersyukur kalau Tuhan memberikan kepada kita sebuah kebebasan untuk melakukan segala sesuatu. Akan tetapi kita perlu mengingat bahwa jangan sampai kebebasan kita itu justru menghancurkan kita melainkan biarlah kebebasan yang Tuhan beri untuk hidup kita ini menjadi berkat bagi kita, orang-orang di sekitar kita, dan memperdalam hubungan kita dengan Tuhan. Misalnya, dalam hal berdoa. Kita sebagai anak-anak Tuhan tidak ditentukan oleh Tuhan kita mau berapa kali berdoa dalam sehari, kita tidak berdoa pun juga tidak masalah akan tetapi yang menjadi masalah ketika kita tidak berdoa berarti kita tidak bertemu Tuhan secara pribadi. Dan apakah kita dapat bertahan hidup di dunia ini jika kita tidak berkomunikasi dengan Tuhan? Apakah kita dapat memperoleh apa yang kita harapkan jika kita tidak mengatakannya kepada Tuhan? Apakah kita dapat memilih jalan dengan benar ketika kita tidak bertanya kepada Tuhan keinginannya di dalam hidup kita? Jadi gunakanlah kebebasan yang Tuhan berikan kepada kita dengan sebaik-baiknya. Karena ketika kita menggunakannya dengan baik maka kebebasan akan membuat kita menjadi yang terbaik. GBU.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Saya belajar bahwa lingkungan mempengaruhi saya, tetapi saya harus bertanggung jawab atas semua yang saya lakukan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-1688018029036324460?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Menjadi Lebih Baik Karena Dibebaskan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/1688018029036324460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=1688018029036324460' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/1688018029036324460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/1688018029036324460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/menjadi-lebih-baik-karena-dibebaskan.html' title='Menjadi Lebih Baik Karena Dibebaskan'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-5317777339544999815</id><published>2008-07-20T06:53:00.001+07:00</published><updated>2008-07-20T13:08:51.102+07:00</updated><title type='text'>Mengukur Dua Kali</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Amsal 21: 5&lt;br /&gt;"Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Ada seorang warga London yang bernama Lefkos, dia ingin meminang Leanne sebagai istrinya. Dia membeli cincin kawin seharga lebih dari Rp. 108 juta. Namun, ia memilih cara berisiko untuk menyatakan cintanya. Bayangkan, ia memasukkan cincin mahal itu ke dalam balon berisi gas. Celakanya, ketika keluar dari toko perhiasan, cincin itu lepas dari tangannya dan melayang ke angkasa. "Sungguh sulit dipercaya.", kata Lefkos kepada wartawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah kisah konyol sekaligus tragis. Kita pun mungkin pernah mengalami hal serupa. Penyebabnya karena kita tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu. Kita tidak menyediakan waktu yang cukup untuk menyusun rencana dengan baik. Akibatnya, keinginan kita tidak tercapai dengan optimal. Bahkan bisa jadi malah gagal total. Sebuah kesuksesan dimulai dari perencanaan. Perencanaan yang baik adalah separuh jalan menuju kesuksesan. Bagi tukang kayu, berlaku hukum ini: "Mengukur dua kali, menggergaji sekali". Sebelum memotong kayu, tukang kayu harus mengukur dengan cermat. Jika tidak, apabila sudah terlanjur terpotong maka kayu ini tidak akan dapat disatukan kembali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan tergesa-gesa jika akan melakukan sesuatu. Buatlah rencana dengan matang. Maka menurut penulis Amsal akan menghasilkan kelimpahan.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Saya adalah orang yang suka merencanakan masa depan saya dengan baik akan tetapi ada kalanya saya adalah orang yang tanpa rencana apapun bergerak untuk maju. Menurut saya kadang kala bertindak tanpa rencana dulu itu perlu apabila memang dibutuhkan misalnya melihat orang tenggelam di sungai jika menunggu membuat rencana dulu nanti orangnya keburu mati tenggelam. Akan tetapi berdasarkan pengalaman saya, ketika saya bergerak dengan sebuah rencana yang matang maka hasil yang diperoleh lebih baik dari pada ketika saya bergerak tanpa merencanakannya. Dengan membuat sebuah rencana dengan matang, saya seperti sudah dapat melihat seperti apa nanti hasil dari tindakan yang akan saya lakukan ini, sedangkan ketika saya tidak ada rencana apa2 dan tiba2 bergerak, saya seperti melangkah dalam kegelapan kadang berhasil dan kadang gagal. Akan tetapi kadang kala juga, saya sudah merencanakan dengan baik dan hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan keinginan saya. Hal ini terjadi karena Tuhan itu punya rencana yang lebih indah untuk saya, Dia dapat melihat jauh ke depan apa yang terbaik untuk saya. Dia menganggap rencana yang saya anggap baik itu ternyata ke depannya kurang baik atau bahkan tidak baik karena itu Dia menggagalkannya. Dan yang lebih hebatnya lagi Tuhan itu menyediakan pengganti dari rencana yang gagal dengan rencana baru yang jauh lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu dalam kehidupan ini kita haruslah membuat rencana sebelum kita melangkah dan jangalah kita melupakan kalau Tuhan punya rencana yang lebih indah untuk kita sehingga apabila rencana yang kita anggap baik punya kita gagal, kita tidak stres dan menyalahkan Tuhan melainkan kita dapat terus maju ke depan sehingga Tuhan dapat menggenapi rencananya di dalam hidup kita. Percayalah rencana Tuhan itu tidak ada rencana yang celaka melainkan rencana damai sejahtera. GBU.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Jika anda tidak membuat perencanaan saat melakukan sesuatu yang besar, maka anda telah membuat rencana untuk gagal.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-5317777339544999815?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Mengukur Dua Kali'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/5317777339544999815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=5317777339544999815' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/5317777339544999815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/5317777339544999815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/mengukur-dua-kali.html' title='Mengukur Dua Kali'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-222148417363664610</id><published>2008-07-19T06:47:00.002+07:00</published><updated>2008-07-19T07:13:24.084+07:00</updated><title type='text'>Benih Unggul</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Amsal 11: 18&lt;br /&gt;"Orang fasik membuat laba yang sia-sia, tetapi siapa menabur kebenaran, mendapat pahala yang tetap."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Hidup ini adalah menabur benih. Tidak lebih dan tidak kurang. Dalam Tuhan pun demikian. Apa yang kita tabur itu akan menentukan apa yang kita tuai. Semakin banyak kita menabur, semakin banyak pula kemungkinan kita menuai. Namun, taburan atau benih seperti apakah yang harusnya kita tabur, supaya kita menuai yang terbaik dan dapat menikmati hidup seperti yang Tuhan Yesus janjikan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada tiga prinsip yang Yesus ajarkan yaitu:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Benih Kebenaran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Siapa menabur kebenaran, beroleh kemerdekaan. Semakin banyak kita memberi waktu untuk menaburkan benih kebenaran dalam hidup kita dan orang lain, semakin banyak kita menuai kemerdekaan dari rasa tertekan, khawatir, takut, dan perasaan negatif lainnya.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Benih Kebaikan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Paulus berkata cara untuk mengalahkan kejahatan adalah berbuat kebaikan. Semakin banyak kita menabur kebaikan, semakin banyak kita menuai kebaikan dari orang lain. Sebaliknya, semakin pelit kita berbuat baik, justru orang lain pun enggan menolong kita.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Benih Kerja Keras&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak bekerja janganlah ia makan. Menabur kemalasan, anda menuai kemiskinan. Sebaliknya orang yang menabur benih kerja keras layak menerima hasil dari kerja kerasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebenaran, kebaikan, dan kerja keras adalah benih-benih unggul yang perlu ditabur terus menerus dalam hidup kita. Kebenaran membuat kita merdeka. Kebaikan membuat kita melimpah. Dan kerja keras membuat kita sukses. Sudahkah anda menabur ketiganya dalam hidup anda?&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Jujur renugan pagi hari ini sangat mengingatkan saya. Setelah merenungkan renungan ini saya merasa kalau saya belum menabur ketiga benih diatas dengan baik. Saya merasa kalau benih-benih yang saya tabur dalam hidup saya masih banyak terdapat benih-benih yang bukan unggulan. Misalnya berbuat baik, kadang kala saya memang suka berbuat baik akan tetapi kadang kala juga saya merasa memang perlu ta berbuat baik dengan orang itu? Apalagi kalau orang itu adalah orang yang tidak saya sukai. Dengan membaca renungan ini saya merasa Tuhan mengingatkan saya kalau berbuat baik itu bukan dengan orang-orang yang kita sukai saja akan tetapi dengan musuh kita pun kita harus dapat berbuat baik. Kemudian kerja keras, saya merasa akhir-akhir ini saya benar-benar malas terutama untuk mengerjakan TA dan hari ini saya diingatkan Tuhan kalau malas itu sangat tidak baik, kalau dipikir-pikir benar juga walaupun kelihatannya kecil malas mengerjakan TA akan tetapi kalau tidak dikerja-kerjakan maka saya harus terus membayar uang SPP dan SKS dan itu bukan semakin membuat saya sukses tapi semakin membuat saya kehabisan uang. Semoga renungan diatas dapat memberkati anda, GBU.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Kebenaran, kebaikan, dan kerja keras adalah benih-benih unggul untuk meraih kehidupan yang melimpah di dalam janji Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-222148417363664610?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Benih Unggul'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/222148417363664610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=222148417363664610' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/222148417363664610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/222148417363664610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/benih-unggul.html' title='Benih Unggul'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-1505742370522286096</id><published>2008-07-18T05:42:00.001+07:00</published><updated>2008-07-18T06:14:57.301+07:00</updated><title type='text'>Etos Kerja Keras</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;I Korintus 9: 27&lt;br /&gt;"Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Koran kompas pernah menampilkan Seorang juara 1 lomba matematika tingkat dunia di Jepang tahun 2008. Keberhasilannya tidak lepas dari peran orangtuanya yang menanamkan nilai kerja keras dan disiplin. Ibunya berulangkali menekankan betapa berharganya waktu. Waktu tidak bisa diulang kembali. "Saya selalu bilang kepada anak-anak saya, saat orang lain masih tidur, kamu sudah bangun. Saat orang lain berdiri, kamu sudah berlari. Saat orang lain berlari, kamu sudah terbang." ujar ibunya. "Moto itu saya tulis dan tempel di kamar anak. Orang hidup harus rajin, karena hidup itu perjuangan untuk mencapai tujuan."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasul Paulus mengumpamakan dirinya sebagai olahragawan yang giat berlatih, supaya ketika saat pertandingan tiba dia tidak terkena diskualifikasi. Rasul Paulus telah menunjukan etos kerja keras dan ketekunan. Etos ini merupakan kunci menuju keberhasilan. Sayangnya, hal ini sering dilalaikan dalam perusahaan keluarga. Itu sebabnya, rata-rata perusahaan semacam ini mengalami kemandegan atau kebangkrutan ketika dipegang oleh generasi kedua atau ketiga. Apa sebabnya? Karena mereka tidak mengalami beratnya membangun usaha itu. Mereka tinggal mewarisi enaknya kesuksesan. Jika anda menyanyangi anak-anak anda, jangan manjakan dia. Biasakanlah mereka dengan etos kerja keras dan ketekunan. &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Menurut saya sikap rajin dan mau bekerja keras itu awalnya dari hati orang tersebut kemudian merupakan kebiasaan hidup. Dulu ketika masih SD, SMP saya adalah orang yang malas, ketika disuruh melakukan sesuatu kebanyakan tidak saya lakukan apalagi kalau hal itu belajar, saya malas sekali. Saya ujian hanya mengandalkan apa yang saya ingat dari guru ketika mengajar dan dari buku yang saya baca sekilas2 hari sebelum ulangan. Pokoknya waktu itu saya malas sekali. Tuhan mengingatkan saya ketika saya beranjak ke SMA, waktu di SMA kelas 1 saya juga bermalas-malasan, saya pikir pasti nilai saya juga lumayan walaupun malas2an akan tetapi saya terkejut nilai saya jatuh cukup banyak dari biasanya, hal ini membuat saya sedikit memacu kerajinan saya sehingga pada semester 2 kelas 1 saya lebih belajar sehingga nilai saya kembali ke keadaan semula. Pada saat kelas 2 SMA, karena ingin pdkt dengan seorang perempuan saya memutuskan untuk unjuk gigi, jadi saya memaksa diri saya untuk rajin. Ketika hasil rapor diumumkan saya sangat terkejut karena saya dapat memperoleh juara 2 di kelas dan pada semester 2 nya saya memperoleh juara 3. Melihat hal ini saya sangat menyesal kenapa tidak dari dulu2 saya rajin untuk belajar akan tetapi nasi sudah menjadi bubur. Pada jenjang2 berikutnya karena kelas 2 saya mati2an untuk rajin, saya menjadi kebiasa untuk rajin, rasanya kalau ndak rajin itu ndak enak seperti ada yang kurang. Akan tetapi ketika saya sekarang mendekati kelulusan dari kuliah, saya mulai malas kembali karena hanya tinggal TA saja, jadi ingin kerja itu rasanya malas. Dan ketika saya membaca renungan diatas saya seperti diingatkan Tuhan apa saya ingin seperti dulu lagi menyesali kemalasan saya. Karena itu bagi kalian yang merasa kalau diri kalian malas, jangan bermalas-malasan karena hidup itu terus berjalan walaupun kalian diam. GBU.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Membiasakan rajin dan kerja keras adalah warisan anda yang paling mahal untuk anak.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-1505742370522286096?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Etos Kerja Keras'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/1505742370522286096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=1505742370522286096' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/1505742370522286096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/1505742370522286096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/etos-kerja-keras.html' title='Etos Kerja Keras'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-3670984669539841333</id><published>2008-07-17T06:26:00.001+07:00</published><updated>2008-07-17T07:16:43.835+07:00</updated><title type='text'>Inti Pertobatan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Efesus 4: 17&lt;br /&gt;"Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Seorang ibu dibuat pusing bagaimana cara mengajari anak perempuannya supaya bertobat dari kenakalannya. Bahkan berkali-kali anak itu diajari untuk meminta maaf, ia tetap keras kepala untuk menolak. Karena tidak mau taat, si ibu pun menghukumnya dengan mengambil semua mainannya dan mengurungnya di kamar tidurnya. Ketika ayanya pulang dari kerja dan mendatangi kamarnya, si ayah menasihatinya, "Kalau saja kamu mau mendengarkan perkataan ibumu, ayah yakin ia akan mengembalikan semua mainanmu dan memasak makanan kesukaanmu." Namun anak ini dengan lantang menjawab, "Ayah, Ibu bisa mengambil mainanku. Ia juga bisa mengambil makananku. Tapi ia tidak bisa mengambil pikiranku." Demikianlah anak itu menolak untuk bertobat dan tetap mengeraskan hatinya untuk mau berubah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita pun kerap demikian, bukan? Berkali-kali kita mendengar firman Tuhan yang menasihati kita supaya menjauhi kejahatan dan segala perbuatan yang membawa kepada dosa. Namun, berapa banyak dari kita yang tetap mengeraskan hati dan memilih untuk membenarkan pikiran kita sendiri? Banyak, bukan? Inti dari pertobatan bukanlah menerima pengampunan dari Tuhan saja. Akan tetapi inti dari pertobatan sejati adalah menghancurkan segala pembenaran diri sendiri dan berani mengakui akan segala tingkah laku kita yang jahat. Jika kita belum berani untuk menghancurkan benteng-benteng pembenaran diri yang selama ini sudah kita bangun. Sesungguhnya kita belum sungguh-sungguh menyadari dan mengalami arti dari sebuah pertobatan yang sejati. &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Dulu saya adalah seorang yang mungkin bagi beberapa orang terlihat baik akan tetapi saya sebenarnya suka melakukan dosa. Hal ini terjadi karena dulu saya dengan keluarga saya sama sekali tidak akrab, sehingga dimata keluarga saya, saya terlihat sebagai anak yang sangat baik. Dosa-dosa yang dulu selalu saya lakukan banyak juga diantaranya adalah pornografi, berkata-kata kotor, dll. Ketika SD, SMP dulu saya suka sekali berkata-kata kotor, ada sesuatu sedikit saya akan mengumpat kepada orang tersebut bahkan orang yang ndak ngapa2in tapi saya ndak suka langsung aja saya umpat. Sedangkan untuk pornografi, saya sudah mengenalnya ketika saya masih SD dan semakin menjadi-jadi ketika saya bertumbuh. Saya menganggap semua dosa-dosa yang saya lakukan adalah benar, menurut saya apa salahnya seorang mengumpat atau lihat hal2 pornografi karena itu sangat menyenangkan. Akan tetapi ketika Tuhan menjamah saya dan membuat saya bertobat saya menjadi sadar bahwa semua dosa yang saya lakukan itu sia-sia saja dan tidak memberkati diri saya atau orang-orang di sekeliling saya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Misalnya pornografi mungkin bagi kalian yang masih bersih keras mengatakan bahwa hal ini ndak masalah, karena kalian kan cuma melihat saja jadi ndak merugikan sapa2, saya beritahu kalian pornografi itu merugikan diri kalian sendiri selain itu ketika kalian berada di tahap tertentu kalian akan merugikan orang lain juga. Ketika kalian sudah melihat hal-hal pornografi secara otomatis pikiran kalian sudah terperangkap ke dalam dosa ini, sehingga apa yang kalian pikirkan itu pasti akan mengarah ke arah pornografi dan hal ini akan mengacaukan kehidupan kalian. Selain itu pornografi itu kalau saya dapat bagi, dapat dibagi menjadi 3 tahap, pertama itu tahap gambar: kalian akan puas setelah melihat gambar-gambar pornografi akan tetapi setelah beberapa saat kalian akan bosan dan mulai memasuki tahap ke dua yaitu kalian mulai mencari video2 pornografi dan saat kalian sudah bosan dengan tahap kedua maka kalian akan menuju tahap ketiga yaitu mencari orang untuk diajak melakukan apa yang selama ini kalian lihat di pornografi bahkan jika kalian sudah benar2 teracun oleh pornografi kalian akan terjerumus ke pemerkosaan. Kuberitahukan kalian jangan sekali2 main2 dengan dosa, jika kalian teruskan maka kalian akan menyesal di kemudian hari. Saya dapat mengatakan ini karena saya sudah masuk ke dalam tahap 3 dalam dosa pornografi walaupun saya belum sampai hub sex. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sama halnya dengan dosa-dosa yang lain bagi kalian yang merokok, merokok itu tidak baik. Sangat merugikan diri sendiri dan orang lain. Mungkin saya tidak merokok tapi saya tahu karena banyak teman2 saya yang merokok, mereka yang merokok merusak tubuh mereka sendiri selain itu mereka juga merusak tubuh orang lain yang berada di dekat mereka karena asap rokok yang terhisap oleh orang di sekitar mereka menyebabkan orang-orang tersebut menjadi perokok pasif dan perokok pasif itu kerusakan yang didapat lebih parah dari pada perokok aktif. Kalian yang perokok dapat saya katakan adalah seorang pembunuh yang membunuh dengan diam-diam, kalian membunuh diri kalian sendiri dan orang lain walaupun tidak terlihat langsung akan tetapi sedikit demi sedikit kalian menuju ke gerbang kematian. Percayalah kalian pasti dapat melepaskan diri, karena saya juga banyak bertemu dengan orang-orang yang berhasil melepaskan diri dari jerat dosa ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya dapat lepas dari dosa-dosa saya ini hanya karena kemurahan Tuhan di dalam hidup saya, Ia mau mengampuni dan membantu saya agar saya dapat lepas dari dosa-dosa saya ini. Untuk dapat lepas dari dosa anda, anda harus benar-benar bertobat seperti yang tertulis pada renungan diatas. Selain  meminta ampun agar Tuhan mengampuni kita, kita juga harus meminta kepada Tuhan agar membantu kita agar kita lepas dari jerat dosa sebab dengan hanya kekuatan kita, kita tidak akan bisa lepas akan tetapi kita sendiri juga harus punya hati sungguh-sungguh agar lepas dari dosa kita tersebut karena jika kita sendiri yang tidak mau lepas maka Tuhan juga tidak akan membantu kita. Percayalah hidup dengan tidak berbuat dosa itu lebih menyenangkan akan tetapi juga lebih banyak tantangan karena iblis tidak suka jika kita yang sudah digenggamannya lepas begitu saja, iblis akan berusaha untuk menarik kita kembali. GBU.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Menerima pengampunan tidak lantas menghilangkan kebiasaan buruk anda. Anda harus berusaha keras untuk mengubahnya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-3670984669539841333?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Inti Pertobatan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/3670984669539841333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=3670984669539841333' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/3670984669539841333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/3670984669539841333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/inti-pertobatan.html' title='Inti Pertobatan'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-3067237629777197498</id><published>2008-07-16T05:38:00.001+07:00</published><updated>2008-07-16T06:05:35.863+07:00</updated><title type='text'>Bunga Untuk Guru</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Lukas 15: 24&lt;br /&gt;"Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Ada seorang murid yang masih kanak-kanak dan nakal, murid ini paling sering membuat onar. Suatu ketika ia melarikan diri dari kampung halamannya. Ia pergi ke kota besar, hidup sebagai gelandangan, kemudian tidak bisa pulang. Di desa, para penduduk pada resah. Keresahan ini membuat si guru pergi ke kota untuk mencari murid yang hilang. Perjalanan guru itu ke kota amat melelahkan. Ia kurang makan, kadang jalan kaki, untuk mencari murid nakal itu. Pencarian dilakukan karena kepadanya, guru lain yang lebih senior berpesan jangan ada satu pun yang hilang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cerita diatas ini relevan dengan ajaran Yesus tentang anak yang hilang. Sukacita seseorang yang didapatkan kembali setelah hilang sekian lama dan dicari-cari, sungguhlah amat besar. Si murid dan guru berangkulan dalam perjalanan pulang. Mereka menangis bersama. Dalam janji murid ada bunga untuk gurunya yang akan ia beri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita yang selama ini jauh dari Tuhan, bagaimana? Tidakkah kita rindu untuk kembali kepadaNya? Kehidupan di luar Tuhan mungkin membahagiakan, namun semu. Hanya Dia sumber kebahagiaan sejati dan pemuas segenap hasrat kita. Ketika kita kembali padaNya setelah hilang sekian lama, kita dapat merasakan sukacita yang besar yang tidak pernah ada sebelumnya. Sama seperti anak nakal dalam kisah diatas yang tampaknya tidak suka bunga akan tetapi ia jadi rindu memberi bunga kepada gurunya, ketika gurunya mendekapnya. Rindukan anda mengalami sukacita tersebut? &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Jujur saya tidak pernah merasa benar-benar terhilang dari Tuhan, saya merasa dalam hidup saya Tuhan itu masih begitu baik, Ia tidak pernah sekalipun melepaskan saya. Ketika saya mulai menghilang dari Tuhan, Ia selalu mengingatkan saya dan menarik saya kembali. Hal itu menyebabkan saya kurang tahu bagaimana rasanya benar-benar terhilang dan ditemukan Tuhan kembali. Akan tetapi ketika saya ditarik Tuhan kembali ke jalanNya saja, saya sudah merasa sukacita dan bersyukur apalagi bagi orang-orang yang ditemukan Tuhan kembali setelah sekian lama terhilang pasti sangat bersukacita sekali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya melihat beberapa teman saya, ada dari mereka yang benar-benar terhilang. Jalan yang mereka lalui sudah bukan jalan Tuhan lagi, apa yang mereka lakukan semuanya mendukakan hati Tuhan. Akan tetapi seiring berjalannya waktu saya melihat Tuhan telah menemukan mereka lagi dan mereka kembali ke jalan Tuhan. Saat mereka kembali ke jalan Tuhan, saya melihat mereka lebih bersungguh-sungguh menyembah Tuhan, mereka yang sebelumnya tidak pelayanan sekarang pelayanan, dll. Singkat cerita mereka menjadi pelayan Tuhan yang berjuang untuk kemuliaan Tuhan dengan sungguh-sungguh. Saya rasa mereka dapat melakukan semua itu dimana sebelumnya mereka tidak dapat melakukannya, karena moment ketika mereka ditemukan oleh Tuhan pastilah sangat spesial dan menjamah hidup mereka. Karena itu bagi anda yang saat ini masih terhilang, kembalilah kepada Tuhan. Ia menunggu anda untuk pulang seperti seorang bapa yang menunggu anaknya ketika anaknya pergi meninggalkan dia. GBU.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Cinta adalah kehidupan. Dan jika anda kehilangan cinta, anda kehilangan kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-3067237629777197498?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Bunga Untuk Guru'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/3067237629777197498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=3067237629777197498' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/3067237629777197498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/3067237629777197498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/bunga-untuk-guru.html' title='Bunga Untuk Guru'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-3553093030559620690</id><published>2008-07-15T05:36:00.001+07:00</published><updated>2008-07-15T07:03:06.049+07:00</updated><title type='text'>Janji Setia</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Ibrani 13: 4 BIS&lt;br /&gt;"Semua orang harus menunjukkan sikap hormat terhadap perkawinan, itu sebabnya hendaklah suami istri setia satu sama lain."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Janji pernikahan untuk setia dalam suka dan duka hingga akhir hayat membuat seorang yang bernama Norm tak gentar menghadapi buaya sepanjang 2,5 meter yang menyergap istrinya Wendy. Pasangan ini sedang berkunjung ke sebuah Taman Nasional ketika seekor buaya rawa-rawa menyergap Wendy. Norm langsung menangkap buaya itu, bergulat seraya meninju matanya. Buaya kemudian melepaskan Wendy dan kabur. Aksi Norm ini menjadikannya pahlawan di mata pers. Selain Norm, Wendy juga mendapatkan pujian karena begitu tenang menghadapi situasi. Sekalipun buaya mencengkram dengan giginya, dia tetap tenang. Bahkan setelah lolos, sekalipun cedera Wendy terlihat tenang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anda mungkin tidak mengalami peristiwa sedramatis  itu, Meski begitu, ada kemungkinan  ada sergapan "buaya-buaya" lain terhadap pasangan anda. Misalnya sergapan "buaya" narkotika dan obat-obatan adiktif terhadap pasangan anda. Hal ini terjadi pada pasangan Roy dan Anna. Dalam situasi seperti ini, kesetiaan kita terhadap pasangan mendapat ujian. Maukah kita setia mendampingi dan ikut melepaskan pasangan kita dari cengkraman "buaya"? Ataukah kita memilih lari menyelamatkan diri? Kita patut meneladani Anna yang memilih untuk setia dan mengampuni pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Menurut saya kesetiaan terhadap pasangan itu bukan hanya ketika kita sudah menikah. Ketika kita masih dalam masa pacaran pun kita harus setia terhadap pasangan kita, karena ketika kita dalam masa pacaran saja sudah tidak setia, apakah ketika kita menikah kelak kita akan setia terhadap pasangan kita? Walaupun ada beberapa orang yang ketika pacaran tidak setia akan tetapi ketika menikah ia setia terhadap pasangannya dan kasus seperti ini sangat jarang sekali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya banyak melihat kehidupan teman-teman saya, ada pasangan yang mulai dari pacaran sampai ke jenjang pernikahan mereka tetap setia satu dengan yang lain walaupun salah satu dari mereka berbuat dosa/salah akan tetapi yang lainnya mau mengampuni dan mendampingi. Akan tetapi saya juga banyak melihat pasangan yang udah pacaran cukup lama akan tetapi putus di tengah jalan, mungkin jika permasalah yang dihadapi sangat berat seperti masalah prinsip masih ok karena bagamanapun juga mereka masih dalam tahap pacaran(lain halnya ketika sudah menikah masalah apapun yang terjadi harus diselesaikan bersama) akan tetapi mereka putus karena masalah kecil. Dan hal ini membuat saya bertanya sebenarnya dia mencintai pasangannya atau tidak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berhati-hatilah di dalam memilih pasangan hidup karena Tuhan membenci perceraian di dalam pernikahan. Apa yang telah disatukan Tuhan di dalam pernikahan tidak boleh dipisahkan oleh manusia. Hal ini yang membuat saya sangat sulit menyukai seorang perempuan, karena saya ingin perempuan yang saya sukai itu yang pertama takut akan Tuhan dan yang kedua merupakan yang terbaik untuk saya, terbaik disini bukan berarti sempurna akan tetapi dapat membuat diri saya tetap menjadi diri saya. Kalau diingat-ingat lagi ke belakang, pacaran saya yang pertama itu menurut saya kurang benar di hadapan Tuhan, selain cara pacarannya yang salah, saya juga tidak dapat menjadi diri saya sendiri, karena takut dia marah apapun yang diinginkan saya penuhi jadinya kadang kala saya tersiksa sendiri. Dan mungkin karena keiinginan saya itu Tuhan tidak mengijinkan saya berpacaran lagi setelah saya putus walaupun jujur kadang kala saya iri melihat teman yang begitu mudahnya mencari pacar akan tetapi untungnya Tuhan selalu mengingatkan saya, kalau saya ingin keinginan saya terwujud maka saya tidak boleh sembarangan menyukai orang biarlah Tuhan yang menyediakan yang terbaik untuk saya. Saat ini saya bersyukur karena saya saat ini menyukai seorang perempuan yang menurut saya merupakan yang terbaik di hidup saya akan tetapi semuanya saya kembalikan ke dalam tangan Tuhan, biarlah rencanaNya yang terjadi di hidup saya. GBU.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Kesetiaan anda sangat menolong pasangan anda lepas dari cengkraman dosa.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-3553093030559620690?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Janji Setia'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/3553093030559620690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=3553093030559620690' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/3553093030559620690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/3553093030559620690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/janji-setia.html' title='Janji Setia'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-1560665595434377345</id><published>2008-07-14T06:09:00.001+07:00</published><updated>2008-07-14T07:03:16.469+07:00</updated><title type='text'>Sesuai Kapasitas</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Roma 12: 3 &lt;br /&gt;"Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Seorang ilmuan Amerika terkenal yang bernama Carver bersaksi mengenai rahasia suksesnya. Dulu, ia selalu ingin mencampuri urusan Tuhan. "Tuhan untuk apa Engkau menciptakan dunia ini?" Tuhan pun menjawab, "Dunia ini terlalu besar untuk kau mengerti. Biarkan saja Aku yang mengurusi hal itu." Kemudian Carver bertanya lagi, "Tuhan, jika dunia ini terlalu besar untuk kumengerti, bagaimana dengan kacang?" Kemudian Tuhan menjawab, "Sekarang kamu punya pertanyaan tepat sesuai dengan kapasitasmu. Aku akan membantumu menemukan kegunaan dari kacang." Sejak itu, Carver tidak lagi ingin mengurusi banyak hal, tetapi ia melatih diri menemukan kegunaan kacang. Tidak heran, ia akhirnya mampu mengembangkan lebih dari 200 produk dengan bahan dasar kacang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sesuai kapasitas! banyak dari kita selalu ingin sesuatu yang besar padahal kita tahu itu di luar kapasitas, kemampuan dan talenta kita. Kita iri mengapa orang lain bisa sukses dengan talentanya dan kita berharap Tuhan memberikan talenta yang sama kepada kita. Padahal jika kita mengembangkan talenta yang Tuhan sudah berikan dan melakukan bagian kita sesuai kapasitas, tentulah kita juga akan meraih sukses meski di bidang yang berbeda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tuhan sudah memberikan setiap orang tanpa terkecuali suatu talenta yang jika dikembangkan sesuai kapasitas, akan membawa kepada kesuksesan. Karena itu, daripada sibuk mengomentari urusan dan hidup orang lain, mengapa kita tidak memfokuskan diri pada talenta dan kapasitas kita? &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Sering kali saya melihat banyak orang atau bahkan diri saya sendiri yang ikut-ikutan orang dalam melakukan sesuatu. Misalnya dalam kehidupan kerja ada orang buka toko dan sukses, maka banyak orang ramai-ramai buka toko. Contoh lainnya dalam kehidupan pelayanan, ada orang yang berhasil dan diberkati Tuhan di pelayanan musik maka banyak orang yang ikut-ikutan masuk ke pelayanan musik. Kadang kala memang kita sebagai manusia yaitu saya dan anda sekalian tidak mau untuk bertanya dulu kepada Tuhan apa sebenarnya talenta kita? apa yang Tuhan ingin kerjakan melalui hidup kita? Tanpa bertanya dulu kita mengambil sebuah keputusan ketika melihat orang lain berhasil di keputusan tersebut padahal hal tersebut bukan bagian yang telah disediakan Tuhan di dalam hidup kita. Biasanya ketika keputusan yang telah kita ambil sendiri itu gagal maka kita akan menyalahkan Tuhan kenapa orang lain bisa sedangkan kita gagal padahal itu adalah salah kita sendiri kenapa kita tidak meminta petunjuk Tuhan dulu dalam melangkah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika membaca renungan ini saya seperti diingatkan Tuhan, bahwa dulu saya juga orang yang sangat suka ikut-ikutan orang lain, misalnya waktu itu teman-teman saya ikut MLM dan ada yang berhasil, melihat hal tersebut saya langsung ikut MLM, ndak berhasil satu ikut yang lain dan begitu seterusnya padahal saya tahu bahwa saya itu ndak bisa dan bukan disana bakat saya. Dan yang paling riskan itu pada waktu memilih kuliah dimana, waktu itu saya tidak mau bertanya kepada Tuhan enaknya masuk kuliah apa akan tetapi saya langsung saja memutuskan masuk kedokteran karena pacar saya waktu itu (sekarang mantan) memilih masuk kedokteran. Waktu itu Tuhan seperti bertanya kepada saya melalui orang di sekitar saya, apakah benar mau masuk kedokteran akan tetapi saya waktu itu tidak ambil pusing. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untungnya Tuhan itu baik, ia mendengarkan doa mama saya yang meminta kepada Tuhan memberikan saya jalan yang terbaik untuk saya. Waktu itu mama saya bertanya ndak mau daftar yang lain ta? saya merasa Tuhan berkata kepada saya daftaro di informatika dan karena menunggu tes SPMB waktu itu yang masih lama, saya pikir ndak ada salahnya daftar di tempat lain (saya iseng-iseng mendaftar di petra, ubaya, wm). Kemudian tiba-tiba mama saya bertanya lagi sama saya kenapa ndak daftar di STTS? Pertama saya pikir wah susah ini di sana, tapi mama saya berkata kalau km mampu kenapa ndak dicoba. Ya sudahlah saya pikir ndak ada salahnya kan nambah 1 lagi universitas toh saya sudah mendaftar di 3 universitas lain. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa saat kemudian STTS mengadakan lomba informatika, saya yang sangat suka ikut lomba pun ikut, saat itu saya berhasil menang juara 2 padahal saya selama ikut lomba ndak pernah sekalipun juara. Melihat hal tersebut saya merasa ini tanda dari Tuhan kalau saya harus masuk ke sini akan tetapi saya tidak mau peduli karena saya waktu itu berpikir harus masuk kedokteran. Waktu berjalan dan karena SPMB itu lebih lama dari pada waktu masuk kuliah di universitas lain, akhirnya saya harus memilih dari 4 universitas itu mana yang mau saya coba masukin sambil nunggu SPMB, karena saya merasa dapat tanda di STTS ya saya masuk ke sana walaupun saat itu dengan ogah-ogahan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah hasil SPMB saya keluar, ternyata saya tidak diterima di sana, beberapa saat saya benar-benar mangkel kenapa saya ndak diterima dan karena saya tidak diterima ya sudah pikir saya, terpaksa saya menjalani kehidupan di STTS. Setelah beberapa saat kemudian saya putus dengan pacar saya, melihat hal tersebut saya jadi tambah mangkel, kenapa kok sudah ndak diterima di kedokteran saya masih harus putus ama pacar saya. Akan tetapi Tuhan itu baik, rencanaNya itu sungguh luar biasa dalam kehidupan saya. Waktu itu saya sama sekali ndak menyadarinya bahkan saya merasa rencanaNya sungguh ndak menyenangkan akan tetapi ketika sekarang saya melihat kembali ke belakang, saya benar-benar bersyukur Tuhan tidak membiarkan saya masuk kedokteran waktu itu melainkan masuk ke informatika STTS. Karena jika saya masuk kedokteran waktu itu maka nilai saya ndak akan baik bahkan mungkin bisa jadi hancur karena saya sama sekali ndak bisa hafalan, selain itu sudah nilai hancur kemudian diputus ama pacar apa ndak tambah hancur saja kehidupan saya. Sedangkan di STTS saya yang memang pada dasarnya menyukai komp dan hitung-hitungan, saya benar-benar dapat berkembang dengan baik, saya dapat memperoleh nilai yang terbaik yang saya bisa, selain itu saat ini saya dapat bertemu dengan seorang perempuan yang terbaik menurut saya di STTS.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saran saya kepada orang yang suka ikut-ikutan orang lain dalam melakukan segala sesuatu, hati-hati jika itu bukan jalan yang dikehendaki Tuhan di hidup anda. Tanyalah dulu kepada Tuhan apa talenta anda setelah itu kembangkan talenta anda sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal, percayalah talenta yang ada pada anda jika maksimal akan membuat anda lebih sukses daripada ikut-ikutan talenta orang lain yang sukses tetapi tidak maksimal. GBU.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Bahkan semut pun tahu untuk mengangkat beban yang besar, ia harus mengangkatnya sedikit demi sedikit sesuai kapasitas.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-1560665595434377345?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Sesuai Kapasitas'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/1560665595434377345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=1560665595434377345' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/1560665595434377345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/1560665595434377345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/sesuai-kapasitas.html' title='Sesuai Kapasitas'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-5391316704911620195</id><published>2008-07-13T14:25:00.002+07:00</published><updated>2008-07-13T14:58:23.027+07:00</updated><title type='text'>Penampilan Diri Kita</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;II Korintus 4: 16 &lt;br /&gt;"Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Ada seorang teman yang mengomentari sebuah merk sabun, ia berkata bahwa sabun tersebut merupakan sabun yang jelek dulu. Merk sabun tersebut saat itu sedang mengalami perubahan. Sabun itu dengan model iklan yang baru, sedang mengubah citranya menjadi sabun elegan dari sabun yang jelek. Pada saat ini bahkan modelnya berubah lagi, modelnya adalah aktris yang amat ternama. Hal ini menyebabkan iklannya terkesan glamor, selain itu iklan ini juga gencar ditayangkan.Suatu ketika iseng-iseng saya membeli sabun itu beberapa bulan lalu. Yang berubah hanya luarnya, alias bungkus sabunnya. Sabunnya sendiri berikut wanginya, bentuknya nyaris tetap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kontras dengan pemaparan di atas, Paulus mensyukuri kelemahan dan kemerosotan dalam dirinya. Walaupun kondisi tubuh yang membungkusnya tua, renta, terpenjara, dan menderita, roh yang ada dalam dirinya selalu membara. Kehidupan kita, apakah mirip dengan sabun tersebut? Mungkin yang berubah hanya luarnya saja, kita tampak makin awet muda, lebih cantik/tampan, lebih segar dan berseri-seri. Kita rajin pergi ke salon, rajin olahraga, langganan berbagai jenis perawatan, dan lain-lain. Kelak tubuh ini yang hanya merupakan bungkus sementara dari diri kita yang sebenarnya akan kita tinggalkan, sudahkah kita memberi perhatian pada diri kita yang sebenarnya? &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Di dunia ini saya banyak melihat orang-orang yang terlihat cantik, keren, dan lain-lain akan tetapi setelah mengenalnya atau dari cerita-cerita teman disekitar orang tersebut, saya melihat orang tersebut ternyata memiliki hati yang tidak baik. Akan tetapi orang yang tidak memperhatikan penampilan luar sama sekali juga lah bukan tindakan yang baik, seperti diri saya dulu, saya merasa yang penting kan hatinya oleh karena itu ngapain ngurusi penampilan luar saya dan jujur hal tersebut tidaklah memberkati orang-orang di sekitar saya bahkan diri saya sendiri. Karena ketika kita tidak memperhatikan penampilan luar sama sekali maka orang tidak akan suka melihat kita atau berteman dengan kita, paling tidak walaupun tidak keren-keren amat yang penting rapi, bersih, dll. Jadi menurut saya penampilan luar ataupun dalam (roh) itu penting akan tetapi utamakanlah penampilan dalam diri seseorang (roh) karena penampilan luar hanya sementara.Saat ini ketika mencari seorang pasangan hiduppun saya berfokus pada seseorang yang cantik di luar dan dalamnya akan tetapi yang lebih penting adalah penampilan dalamnya. Karena ketika kita mencintai seseorang karena penampilan luarnya dan suatu saat penampilan luarnya memudar maka kita akan kehilangan perasaan kita terhadapnya. Dan menurut saya, saya telah menemukan perempuan yang spesial tersebut, karena menurut saya ia baik di penampilan luar ataupun dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya juga ingin memberikan sedikit tambahan kesaksian dan kesaksian ini tidak ada hubungannya dengan renungan diatas akan tetapi saya rindu untuk membagikannya karena menurut saya ini baik. Gereja saya saat ini sedang membuka baru sebuah cabang di pusat kota dan jujur saya berharap kebaktian yang diadakan ramai. Saat saya datang ke sana untuk pelayanan, saya melihat tidak ada orang sama sekali dan setelah beberapa menit cuma berdatangan beberapa orang yang merupakan jemaat gereja pusat yang ingin melihat gereja disana. Jujur hati saya sedikit patah semangat ketika melihat hal tersebut, tiba-tiba Tuhan mengingatkan saya, ia bertanya apakah saya melayani Dia karena jumlah jemaat yang banyak atau karena kerinduan hati saya untuk melayani Dia. Mendengar hal tersebut saya pertama tidak terlalu memperhatikan, akan tetapi ketika kebaktian dimulai dengan orang yang sedikit tersebut dan saya melihat songleader yang bertugas bernyanyi dengan semangat seakan-akan ruangan itu penuh. Melihat hal tersebut saya sadar, kenapa memangnya apabila ruangan itu hanya dihadiri oleh sedikit orang, saya disana untuk melayani Tuhan dan bukan manusia jadi kenapa saya harus patah semangat. Selain itu Tuhan mengingatkan saya bahwa saya harus tetap memuliakan Dia dengan sepenuh hati dan mengenai jumlah jemaat yang hadir, itu nanti Tuhan yang akan mengaturnya yang penting hati orang-orang yang melayaninya harus sungguh-sungguh. GBU.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Kebijaksanaan mengacu pada pengupayaan pencapaian tujuan-tujuan yang paling baik dengan cara-cara terbaik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-5391316704911620195?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Penampilan Diri Kita'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/5391316704911620195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=5391316704911620195' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/5391316704911620195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/5391316704911620195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/penampilan-diri-kita.html' title='Penampilan Diri Kita'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-5778781884590361817</id><published>2008-07-12T05:18:00.001+07:00</published><updated>2008-07-12T05:41:13.143+07:00</updated><title type='text'>Uang Dan Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Kisah 20: 35 &lt;br /&gt;"Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Sudah sering terdengar bahwa uang tidak dapat membeli kebahagiaan. Itu kuno, uang juga dapat memberi kebahagiaan, demikian temuan ilmuan Vancouver. Menurut seorang psikolog, penelitian menunjukan sikap memberi menghasilkan efek bahagia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk menyimpulkan itu, para peneliti melacak orang-orang dengan dua kategori. Pertama, orang yang punya uang dengan kecenderungan berbelanja untuk kepentingan sendiri. Kedua, mengalokasikan sebagian uang untuk tujuan sosial, derma, dan menyumbang ke panti-panti asuhan. Ternyata mereka yang lebih sosial merasa lebih bahagia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita sering mendengar nasihat, "Kalau kamu menolong orang lain, sebaiknya tanpa pamrih." Bisakah ini dilakukan? Saya kira itu sangat sulit, karena setiap orang selalu bertindak sesuatu karena didorong oleh motivasi. Motivasi tersebut adalah kata lain untuk pamrih itu tadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pamrih dalam menolong orang lain ada bermacam-macam. Tapi yang terbaik adalah pamrih altruisme, yaitu naluri untuk menolong orang lain. Ada kepuasan yang didapatkan jika bisa menuruti naluri ini. Paulus menyebut kepuasan ini sebagai kebahagiaan. Anda boleh menolong orang lain disertai pamrih akan tetapi pamrih untuk mendapat kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Dulu saya adalah seorang yang tidak suka memberi orang lain yang membutuhkan, saya merasa kalau memberi adalah hal yang sia-sia. Selain itu saya merasa bahwa saya sendiri pas-pasan, kenapa saya harus memberi orang lain, salah sendiri mereka tidak mau bekerja. Sering kali ketika ada orang yang meminta belas kasihan kepada saya, saya merasa mereka itu merepotkan sekali. Suatu ketika Tuhan mengingatkan saya melalui firmanNya. Saya lupa tepatnya di ayat mana akan tetapi kurang lebih begini bunyinya, kalau menolong orang lain itu sama dengan memuliakan Tuhan, dan ketika kita tidak mau menolong orang lain maka kita tidak menghiraukan Tuhan. Membaca firman Tuhan itu merubah hidup dan cara berpikir saya, semula saya yang tidak suka sama sekali memberi orang lain, sekarang saya selalu memberi orang lain ketika saya diberi kesempatan tersebut. Kadang kala memang saya kelewatan kesempatan untuk memberi orang lain, tapi saya belajar untuk selalu mengasihi orang-orang disekelilingku. Dan jujur saya katakan hidup saya lebih bahagia ketika saya mulai memberi orang lain yang membutuhkan, rasanya ada kepuasan sendiri, selain itu anehnya saya merasa Tuhan selalu mencukupkan hidupku walaupun harusnya kalau dipikir secara rasional uangku pasti ndak cukup kalau aku memberikannya ke orang lain sebagian. Tuhan itu mengerti isi hati kita. Berkatilah orang lain maka engkau akan diberkati, akan tetapi ketika engkau tidak diberkati pun tetap berkatilah orang lain yang membutuhkan, percayalah Tuhan itu melihat semua perbuatan kita. GBU.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ingin bahagia? Tolonglah orang lain. Survei sudah membuktikannya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-5778781884590361817?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Uang Dan Kebahagiaan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/5778781884590361817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=5778781884590361817' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/5778781884590361817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/5778781884590361817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/uang-dan-kebahagiaan.html' title='Uang Dan Kebahagiaan'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-1644172741455922500</id><published>2008-07-11T06:06:00.001+07:00</published><updated>2008-07-11T06:45:42.225+07:00</updated><title type='text'>Tetaplah Berlari</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;I Korintus 9: 24 &lt;br /&gt;"Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Di dalam sebuah pertandingan atletik dunia, seorang pelari tampak ketinggalan jauh dibandingkan lawan-lawannya. Beberapa penonton menertawakan dia, menganggap percuma saja ia sampai garis finish. Toh, ia tetap berada dalam urutan terakhir. Ketika sampai garis finish, ia pun diwawancarai, "Mengapa anda tidak menyerah saja? Kan anda sudah tahu pasti di urutan terakhir?" Atlet ini menjawab, "Saya dikirim negara saya ke sini untuk berlari. Tidak peduli saya ada di urutan keberapa, yang penting saya tetap berlari."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal yang sama hendak dikatakan Paulus kepada kita. Setiap kita hanyalah pendatang di bumi ini. Tugas kita adalah menyelesaikan segala tanggung jawab yang Tuhan berikan sampai garis akhir. Tidak peduli yang terjadi, Tuhan ingin kita setia sampai akhir. Paulus berkata ia bukanlah pelari tanpa tujuan. Terhadap tujuan hidupnya, Paulus berlari begitu rupa untuk memperoleh mahkota. Itulah yang Tuhan rindu kita lakukan. Tuhan sudah memberi visi, mandat, dan perintah kepada kita. Tugas kita adalah berlari-lari menggenapi visi itu sampai kita didapati Tuhan setia sampai akhir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hidup kita di dunia ini seperti ada dalam gelanggang lari. Setiap kita diberi tugas dan memulai semuanya dari garis awal yang sama. Sekalipun begitu banyak tantangan dan godaan muncul, jangan pernah berhenti berlari menggenapi visi Tuhan dalam hidupmu. Tetaplah berlari dan tetaplah setia sampai akhir. Hanya orang yang demikianlah yang akan memperoleh mahkota di surga nanti. &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Saya adalah orang yang tidak pernah menyerah dalam melakukan suatu hal. Misalnya ketika ada kerjaan yang tidak bisa dilakukan, saya bukannya tertekan akan tetapi menjadi semakin tertantang untuk menyelesaikannya atau misalnya waktu dulu ketika saya masih SMA, saya suka sekali ikut lomba matetmatika dan jujur saya tidak pernah menang sekalipun walaupun saya sudah ikut berpuluh-puluh kali dan kebanyakan saya masuk final. Saya menjadi sangat ingin menang di perlombaan-perlombaan tersebut dan akhirnya saya memang berhasil menang sekali, dan itu terjadi persis sebelum saya lulus SMA, jadi dapat dibilang perlombaan terakhir saya di SMA. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi jujur, walaupun saya dalam keadaan biasa saya tidak pernah menyerah, ketika saya dalam kondisi down maka pribadi saya dapat berubah 180 derajat. Saya akan menjadi orang yang mudah menyerah dalam melakukan sesuatunya. Di dalam hidup ini, saya sudah berkali-kali menjadi down karena banyak hal, dan pukulan yang paling besar adalah ketika diputus pacar. Itu membuat saya benar-benar down 200 persen. Akan tetapi saya bersyukur bahwa saya punya Tuhan yang baik, ia selalu membangkitkan saya kembali ketika saya down.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemarin pun sebenarnya saya juga mulai down karena perasaan saya tidak diterima oleh perempuan yang paling saya cintai dan sudah sejak lama perasaan saya tidak terpukul segitu besar. Dulu, ketika saya berhasil pulih dari down karena diputus mantan saya, walaupun saya pulih akan tetapi saya menutup semua perasaan saya terutama perasaan cinta karena menurut saya waktu itu apabila kita tidak ada perasaan maka kita tidak akan sakit hari dan menjadi down. Kali ini, seharian kemarin saya benar-benar tidak mau berpikir dan menyesali banyak hal. Saya mulai merasa seperti yang dulu pernah saya rasakan. Akan tetapi Tuhan baik di kehidupan saya, ia memulihkan saya perlahan-lahan, sehingga semangat saya dapat mulai bangkit kembali. Dan satu hal yang saya syukuri walaupun saya mulai pulih akan tetapi saya kali ini tidak mau menghilangkan perasaan saya seperti dulu karena Tuhan menyadarkan saya bahwa cinta itu sangat spesial. Dan meskipun sampai pagi ini, saya masih bergumul mengenai beberapa hal dengan Tuhan mengenai masalah penolakan saya karena saya sangat mencintai perempuan tersebut, akan tetapi saya dapat merasakannya bahwa kasih Tuhan itu besar di kehidupan saya, terutama ketika saya membaca renungan diatas, saya merasa Tuhan itu baik, ia mengingatkan saya kembali bahwa saya harus tetap berlari di kehidupan ini apapun yang terjadi dan apabila saya terjatuh ketika saya berlari maka Ia akan membangkitkan saya sehingga saya dapat melanjutkan berlari.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Seorang pelari sejati tidak akan pernah berhenti di tengah pertandingan, namun ia selalu akan berlari sampai garis akhir.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-1644172741455922500?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Tetaplah Berlari'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/1644172741455922500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=1644172741455922500' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/1644172741455922500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/1644172741455922500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/tetaplah-berlari.html' title='Tetaplah Berlari'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-5213195132041509420</id><published>2008-07-10T05:27:00.001+07:00</published><updated>2008-07-10T05:57:05.720+07:00</updated><title type='text'>Cara Belajar Berkarya</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;I Tesalonika 5: 21 &lt;br /&gt;"Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Seorang teman saya, penulis fiksi, mempunyai impian untuk mendapatkan penghargaan yang amat bergengsi dalam dunia kepenulisan. Akan tetapi dia bukalah seseorang yang bermimpi besar tanpa melakukan apa-apa. Ia sudah mengarang 2 buku dan terus produktif. Untuk mencapai impiannya itu, ia mengungkapkan cara belajar berkarya yang amat menarik untuk disimak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk semakin baik menulis, dia menyatakan membaca 2 jenis buku. Jenis pertama adalah buku yang benar-benar bagus. Jenis kedua adalah buku yang buruk. Kenapa buku jenis kedua juga dibaca? Inilah poin pentingnya, bila karya buruk bisa diterbitkan, dibaca, hingga digemari, bukankah berarti semua karya mempunyai peluang diterbitkan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cara kedua yang disampaikan teman saya itu baik. Sebagai penulis, membaca karya-karya bagus terus, ia pasti akan frustasi bahwa sampai mati pun mungkin ia tidak akan bisa menulis sebagus karya itu. Akan tetapi saya tidak sedang mengajak anda untuk menurunkan standart atau niat pencapaian anda dengan mempelajari karya atau hasil usaha orang lain yang kita nilai buruk atau biasa-biasa saja. Dua cara belajar berkarya ini, pada hakikatnya menunjukkan bahwa tiap manusia dikaruniai tingkat bakat yang berbeda-beda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hakikat hidup adalah berkarya. Dalam berkarya sering kita tidak sempurna, dan kemudian kecewa. Inilah yang harus kita tepis, seraya mencoba lebih dan lebih baik, dengan melihat karya-karya lain yang lebih baik atau lebih buruk. &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Pada pagi hari ini, saya rasa saya tidak memberikan kesaksian apapun. Karena hari ini saya sedang menghadapai suatu permasalahan jadi saya tidak dapat konsentrasi dalam merenungkan renungan diatas. Saya sudah berusaha berdoa kepada Tuhan akan tetapi permasalahan saya membuat saya tidak dapat mendengar kehendak Tuhan di hidup saya. Saya harap hanya melalui renungan diatas anda yang membacanya dapat diberkati. GBU.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Seni menjadi bijaksana adalah tahu apa yang harus diabaikan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-5213195132041509420?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Cara Belajar Berkarya'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/5213195132041509420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=5213195132041509420' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/5213195132041509420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/5213195132041509420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/cara-belajar-berkarya.html' title='Cara Belajar Berkarya'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-1488383966546501404</id><published>2008-07-09T06:00:00.001+07:00</published><updated>2008-07-09T06:48:16.172+07:00</updated><title type='text'>Calon Mayat</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Wahyu 20: 12 &lt;br /&gt;"Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan tahta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Suatu kali saya melayat di rumah seseorang. Upacara pemakaman dilangsungkan menggunakan tata cara agama lain. Ada satu acara pemakaman itu yang membuat hati saya tergelitik. Setelah sambutan dari pelayat dan tuan rumah, acara berikutnya adalah "nasihat untuk para calon mayat." Yang dimaksud dengan para calon mayat adalah para pelayat yang hadir saat itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepada mereka nasihat itu diberikan. Tidak ada gunanya memberikan nasihat pada orang yang sudah mati. Makanya, selagi masih hidup, maka para pelayat dinasihati supaya menjaga pikiran, ucapan, dan perilakunya. Mengapa? Karena kematian bukan sebuah akhir dari perjalanan. Masih ada terminal berikutnya yang harus dilewati, yaitu Hari Penghakiman. Ketika sudah sampai disana, maka tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang sudah dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu sebabnya kita harus menjaga kehidupan kita dengan cermat. Segala pikiran, ucapan, dan perbuatan kita pasti berdampak secara kekekalan. Itu sebabnya, penulis surat Galatia dengan keras memperingatkan, "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya." (Galatia 6: 7). Apa pun yang anda tabur hari ini, anda pasti akan menuainya kelak. "Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat" (Pengkhotbah 12: 14) &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Seperti yang saya saksikan di salah satu kesaksian saya sebelumnya, saya dulu sangat suka melakukan dosa pornografi akan tetapi ketika ada orang yang melakukan dosa yang sama, saya selalu berlagak suci, saya mengingatkan mereka kalau mereka salah akan tetapi saya sendiri selalu melakukan dosa tersebut. Saya tahu diri saya salah akan tetapi saya tetap suka melakukan dosa tersebut, hal tersebut membuat hidup saya sedikit demi sedikit jauh dari Tuhan. Kira-kira 6 bulan yang lalu saya memutuskan untuk benar-benar bertobat dan berusaha melepaskan diri dari jerat dosa tersebut. Dan sejak saat itu dari hari ke hari saya mulai dekat kembali dengan Tuhan, saya mulai dapat merasakan bahwa Tuhan itu sangat baik di kehidupan saya. Saya mengira kalau saya sudah tidak dapat terjerat dosa pornografi lagi, hal itu membuat saya lupa untuk meminta kekuatan dari Tuhan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akibatnya kemarin malam, ketika saya sedang membuka internet seperti hari-hari biasanya, tiba-tiba di yahoo messenger saya, ada seorang teman yang dulu minta di add tapi ndak pernah online, dan malam kemarin online. Karena saya penasaran sapa itu, maka saya ajak bicara dia, kemudian dia memberikan sebuah link kepada saya, saya pikir link apa itu dan saya buka. Ternyata link itu menuju ke sebuah website pornografi, melihat hal-hal tersebut kedagingan saya mulai terpancing. Saya menjadi keterusan, kemudian setelah beberapa saat saya baru sadar kalau saya sudah mulai kembali terjerat ke dalam jerat dosa. Setelah itu saya berlutut di hadapan Tuhan untuk memohon ampun, jujur saya merasa malam kemarin Roh Kudus tidak ada di sisi saya. Saya merasa sangat kehilangan seorang sahabat baik. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pagi hari ini ketika saya membaca renungan diatas, saya sangat terkejut. Seolah-olah Tuhan ingin mengingatkan saya kalau Tuhan selain maha pengampun akan tetapi juga maha adil. Dia tidak suka dipermainkan terutama oleh anak-anakNya. Saya seperti merasa Dia marah kepada saya, karena dosa yang saya lakukan kemarin malam. Saya benar-benar memohon ampun kepada Tuhan dan meminta lagi kekuatan agar tidak terjerat ke dalam dosa tersebut. Saya berharap agar kali ini saya benar-benar lepas dari dosa pornografi. Melihat perbuatan saya ini saya jadi teringat kata-kata sahabatku (Sekaligus orang yang kucintai), ia berkata kalau sulit bagi kita untuk lepas dari kelakuan buruk oleh karena itu kita harus selalu minta pertolongan Tuhan agar kita terlepas dari kelakuan tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mungkin bagi kalian yang membaca kesaksian ku ini ada yang berpikir kalau hal ini cuma kebetulan saja terjadi. Akan tetapi saya percaya bahwa tidak ada kebetulan di dalam Tuhan, Tuhan akan selalu mengingatkan kita ketika kita jatuh ke dalam dosa. Ia tidak akan pernah meninggalkan anak-anaknya akan tetapi justru kita anak-anaknya yang selalu berusaha untuk meninggalkan Tuhan. Semoga renungan pagi ini dapat menjamah kalian yang membacanya. Percayalah, Tuhan sangat tidak suka atas orang yang berdosa. Tuhan memberkati.&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Hai para calon mayat, hiduplah dengan taat dan jangan menuruti hawa nafsu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-1488383966546501404?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Calon Mayat'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/1488383966546501404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=1488383966546501404' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/1488383966546501404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/1488383966546501404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/calon-mayat.html' title='Calon Mayat'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-2014882799529240095</id><published>2008-07-08T05:09:00.001+07:00</published><updated>2008-07-08T05:44:39.544+07:00</updated><title type='text'>Rahasia Kelimpahan Hidup</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Kejadian 12: 2 &lt;br /&gt;"Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan membuat namamu masyur; dan engkau akan menjadi berkat."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Siapakah di dunia ini yang tidak menginginkan kelimpahan hidup? Tentu setiap orang merindukannya, mendambakannya, dan memimpikannya. Bahkan tidak kurang juga banyak yang mengobsesikannya. Lebih parahnya lagi, kadang untuk mencapai kelimpahan hidup seseorang melakukan segala cara dan kadang kala orang-orang percayapun menjadi gelap mata hanya demi mengejar berkar kelimpahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi Abraham sungguh berbeda, dia bukanlah orang yang terobsesi untuk menjadi kaya. Dia bukan pula orang yang gelap mata karena harta. Hatinya tidak mudah silau dengan kemewahan dan kelimpahan yang banyak diinginkan orang. Ia hidup dengan bersahaja walapun ia memiliki harta yang banyak. Namun, justru kepada orang seperti Abrahamlah, Allah menyatakan kelimpahanNya. Tuhan membuatnya bertambah kaya dan semakin kaya. Bahkan Tuhan menyatakan perjanjian kekalNya bahwa keturunan Abraham inilah yang akan menjadi berkat bagi banyak bangsa. Mengapa justru orang seperti Abraham yang dipilih? Mengapa bukan yang lain? Sederhana saja, karena Tuhan tahu bahwa sekalipun diberi kelimpahan, hati Abraham tidak mudah silau. Tuhan tahu, Abraham mengerti rahasia hidup melimpah. Yakni ketika ia memiliki takut akan Tuhan yang sejati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, akan tetapi seperti apa kita menjalani hidup. Abraham menghabiskan banyak waktunya untuk takut akan Tuhan, dengan-dengaran dan taat akan tuntunan-Nya sekalipun kadang ia tidak mengerti. Lantas, bagaimana dengan kita? Sudahkah kita taat dan takut akan Dia? &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Sama halnya dengan setiap orang, saya juga menginginkan untuk hidup berkelimpahan. Hidup saya saat ini memang tidak sangat berkelimpahan akan tetapi Tuhan selalu mencukupkan segala sesuatunya. Saya sangat bersyukur sekali akan hidupku saat ini, akan tetapi sebagai manusia saya juga ingin hidup berkelimpahan. Saya ingin agar di masa mendatang saya dapat meringankan beban orang tua saya, ingin membahagiakan keluarga saya, dan memberkati orang-orang di sekeliling saya. Walaupun harta itu tidak menjamin kebahagiaan seseorang akan tetapi ketika kita menggunakan harta dengan benar maka harta itu akan memberkati seseorang dengan sangat karena uang adalah hamba yang baik akan tetapi tuan yang jahat. Dulu, saya pernah berpikir kenapa banyak orang yang tidak benar itu hidupnya berkelimpahan sedangkan orang benar hidupnya biasa saja. Bahkan kadang terbesit di pikiran saya enak jadi orang tidak benar ya kalau gitu, akan tetapi Tuhan selalu mengingatkan saya kalau hal itu salah, berkali-kali Ia menunjukan kalau orang tidak benar itu pada akhirnya akan binasa. Selain itu Tuhan mengingatkan saya bahwa hidup berkelimpahan itu bukan hanya berkelimpahan harta / uang akan tetapi akan hal-hal yang lain juga. Misalnya ketika sebuah keluarga hidup dengan harmonis, saling mengingatkan, saling mendukung, dll. Hal tersebut merupakan hidup yang berkelimpahan karena saat ini banyak keluarga yang tidak harmonis bahkan mengalami kehancuran. Beberapa waktu lalu Tuhan juga mengingatkan saya kalau saya ingin hidup berkelimpahan saya harus mempunyai visi / tujuan di dalam hidup ini. Karena orang yang tidak mempunyai visi maka ia tidak akan dapat maju ke depan. Akan tetapi selain visi kita secara menusia misalnya saya ingin punya penghasilan 20 juta sebulan, kita juga harus mempunyai visi utama di hidup ini yaitu menyenangkan hati Tuhan. Di alkitab pun ada tertulis carilah dahulu kerajaan Allah maka semuanya akan ditambahkan kepadamu. Ayat ini benar-benar berbicara di dalam hidup saya, sehingga sekarang saya tidak pernah berpikir lagi untuk mendapatkan kelimpahan hidup dengan cara yang tidak benar seperti yang orang lain lakukan. GBU.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Prinsip kesuksesan surga sangatlah sederhana. Anda mau total untuk taat, hidup Anda pasti dihujani berkat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-2014882799529240095?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Rahasia Kelimpahan Hidup'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/2014882799529240095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=2014882799529240095' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/2014882799529240095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/2014882799529240095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/rahasia-kelimpahan-hidup.html' title='Rahasia Kelimpahan Hidup'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1308767232623344104.post-8004548179977653524</id><published>2008-07-07T06:00:00.001+07:00</published><updated>2008-07-07T06:33:46.520+07:00</updated><title type='text'>Antara Hidup Dan Mati</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;II Korintus 1: 9 &lt;br /&gt;"Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Siapa dari kita yang dapat memetakan pikiran seseorang yang tinggal beberapa saat saja menjalani hidup. Ada seseorang yang bernama victor, ia mencoba untuk menuturkan apa-apa saja yang melintasi benak seseorang yang akan dihukum mati pada sebuah buku yang berjudul Hari terakhir seorang terpidana mati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sana, digambarkan bahwa setiap menit berisi gagasan. Mimpi bagaikan menyatu dengan kenyataan. Kepedihan membaur dengan kengerian. Hidup setiap saat, setiap waktu terasa sengat berarti. Bahkan segala sesuatu yang dilihat, dirasakan, diraba semuanya itu dicoba untuk dicari-cari detilnya sebagai bahan untuk dituangkan dalam kata-kata yang terbatas, untuk memaknai hidup dalam waktu yang merambat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada salah satu renungan terpidana yang baik adalah "Semua orang telah dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan yang tidak ditentukan." Bukankah hal itu benar? Bukankah suatu saat kita akan mati? Yang menjadi masalah adalah kita kadang lupa kalau suatu saat kita akan mati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kematian memang bukan akhir dari segalanya. Namun, cara kita menyongsong kematian itu yang penting. Itu tergantung pada hingga sejauh mana kita mempertahankan apa yang kita percayai selama hidup. Kalau selama hidup kita goyah iman, bagaimana kita bisa yakin dengan iman itu ketika maut menjemput kita? Seseorang berkata, " Engkau tidak akan pernah tahu seberapa besar kepercayaanmu mengenai sesuatu hal sampai hal itu menjadi masalah antara hidup dan mati." Ya, hingga nafas terakhir terhembuskan, setialah pada iman kita.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian saya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Saya memang tidak pernah berada di keadaan antara hidup dan mati akan tetapi ketika saya membaca renungan ini, saya berpikir kapan saya akan dijemput Tuhan dan ketika hal itu terjadi apakah saya sudah siap. Saya memang yakin kalau setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus maka ia diselamatkan dan Tuhan menjamin orang tersebut untuk masuk sorga akan tetapi kadang kala ketika saya memikirkan kematian, jujur saya menjadi takut. Kadang saya menjadi iri kepada orang-orang yang memiliki iman yang sangat kuat, ketika ditanya apakah kamu takut mati, ia dengan pasti menjawab tidak. Renungan pagi hari ini, benar-benar mengingatkan saya, bahwa setiap orang pasti mati akan tetapi apakah ketika kematian menjemput saya sudah siap.&lt;br /&gt;Di dunia ini saya banyak melihat sanak saudara atau orang-orang yang telah meninggal, mereka bukanlah orang yang setia terhadap Tuhan di dalam hidupnya, akan tetapi ketika mereka telah berada di antara hidup dan mati, mereka sungguh-sungguh bertobat dan berserah penuh kepada Tuhan. Ada dari mereka yang tetap mati akan tetapi mereka mati dengan percaya kepada Tuhan dan ada juga yang dari mereka yang dipulihkan dan hidup untuk Tuhan. Tuhan memang menyelamatkan setiap orang yang percaya kepada Dia, akan tetapi satu hal yang ada di hati saya, apakah kita harus menuggu berada di antara hidup dan mati baru mau bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus. Bukankah lebih baik apabila dari sekarang kita bertobat dan percaya kepada Tuhan sehingga ketika kematian mau menjemput kita, kita percaya kalau kita akan berada di sisi Tuhan. Akan tetapi yang saya bingung adalah kenapa ada juga manusia yang ketika sudah berada di antara hidup dan mati akan tetapi tetap saja berkeras tidak mau percaya kepada Tuhan malahan ada dari mereka yang mengutuk Tuhan padahal hanya melalui Dialah kita dapat diselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ketakutan muncul dari ketidaktahuan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1308767232623344104-8004548179977653524?l=renungan-firman-tuhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com' title='Antara Hidup Dan Mati'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/feeds/8004548179977653524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1308767232623344104&amp;postID=8004548179977653524' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/8004548179977653524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1308767232623344104/posts/default/8004548179977653524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-firman-tuhan.blogspot.com/2008/07/antara-hidup-dan-mati.html' title='Antara Hidup Dan Mati'/><author><name>cyber</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13677585671788738691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04005831857495200766'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>