Tuesday, 5 August 2008

Yang Baik Belumlah Tentu Benar

Roma 12: 2
"Berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."

Seorang pemuda membeli 9 potong ayam di sebuah restoran. Ia ingin makan bersama kekasihnya. Namun ketika membuka bungkusan, bukan ayam yang didapati, melainkan uang 9000 dollar. Ia langsung bergegas kembali ke restoran, mengembalikan uang itu. Pemilik restoran kagum atas kejujurannya, menanyakan namanya, dan mengatakan hendak menelepon wartawan surat kabar dan stasiun televisi agar membuat cerita tentangnya. Namun si pemuda menolak. Si pemilik restoran terus mendesak. Dibegitukan, si pemuda pun marah. "Anda ssatu-satunya pemuda jujur di tengah dunia yang tidak jujur! ini kesempatan baik untuk mengatakan kepada dunia bahwa masih ada orang-orang jujur yang bertindak benar." jelas si pemilik restoran. "Itulah masalahnya" kata si pemuda. "Istriku ada dirumah. Wanita dalam mobil adalah kekasihku. Sekarang berikan ayamku agar aku dapat pergi dari sini."

Ada banyak orang yang melakukan perbuatan baik, melakukan amal dimana-mana, namun dalam kehidupan pribadinya ia bertolak belakang dengan sosok yang ia tampilkan. Mereka berbuat baik supaya dapat pujian dan sanjungan. Yang baik belumlah tentu benar di hadapan Tuhan. Yang terpenting adalah apa yang ada dalam hati kita. Tidaklah penting berapa banyak hal yang kita perbuat atau apa yang orang lain pikir tentang diri kita. Jauh lebih penting adalah didapati benar di hadapan Tuhan. Jadi, janganlah berhenti sampai berbuat baik. Tapi mari kita melakukan perbuatan yang berkenan kepada Allah dan melakukannya sesempurna yang kita bisa.

Kesaksian saya:
Kalau menurut saya berbuat baik itu penting karena Tuhan itu menyukai orang yang mau menolong sesamanya terutama sesamanya yang kekurangan akan tetapi seperti yang tertulis pada renungan diatas jauh lebih penting bagaimana kehidupan kita di hadapan Tuhan. Percuma jika kita berbuat baik tapi hidup kita sendiri mengecewakan Tuhan. Misal kita menolong orang lain akan tetapi kita hidup dalam dosa. Ketika hidup kita sendiri mengecewakan Tuhan akan tetapi kita menolong orang lain maka pertanyaannya adalah apa kita menolong orang lain itu dengan hati yang tulus ataukah agar dilihat oleh orang kalau kita itu baik. Muliakanlah Tuhan di hidupmu maka Tuhan sendiri yang akan mengangkatmu akan tetapi ketika engkau meninggalkan Tuhan maka Tuhan sendiri juga yang akan menurunkanmu. GBU.

Note:
Perbuatan baik tanpa dibalut dengan nilai kebenaran tetap akan membuat kita berhadapan dengan masalah yang tidak kalah rumitnya.

Saturday, 2 August 2008

Pelita Yang Tlah Padam

Matius 5: 16
"Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan bapamu yang di sorga."

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Si buta terbahak berkata, "Untuk apa saya bawa pelita? Saya kan buta, tidak ada pengaruhnya." Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar orang lain bisa melihat kamu, dan mereka tidak menabrakmu." Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama kemudian seorang pejalan kaki menabrak si buta. Dalam kagetnya ia mengomel, "Hei, kamu kan punya mata! Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!" Pejalan itu berkata, "Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!" Si buta pun tertegun.

Dalam kehidupan rohani kita pun kerap mengalami hal yang sama. Kita berpikir pelita kita masih menyala. Tanpa sadar, kesibukan, keegoisan, ambisi pribadi, dan daya tarik dunia telah membuat pelita hati kita padam. Hubungan dengan Tuhan menjadi sangat hambar. Tidak ada kerinduan, semua dibalut kerutinan belaka. Seperti si buta dalam kisah diatas, kita butuh orang lain untuk melihat apakah pelita kita masih menyala atau tidak. Hati adalah jendela hidup kita. Jika pelita hati kita padam, bagaimana mungkin orang bisa melihat konsistensi perjalanan hidup kita bersama Tuhan?

Bagaimakan kondisi pelita hati anda? Bagaimanapun, buta hati jauh lebih mengerikan dibandingkan buta fisik. Segelap-gelapnya kehidupan orang buta fisik, jauhlah lebih ngeri kegelapan yang melingkupi orang buta hati. 

Kesaksian saya:
Saya tau rasanya mempunyai pelita yang padam. Hidup ini terasa hampa dan tidak ada artinya lagi. Bahkan untuk berbicara dengan Tuhan, menyembah Tuhan, bersekutu dengan Tuhan itu rasanya tidak bisa. Rasanya hambar tidak ada apa-apa. Pokoknya kehidupan ini jadi tidak berarti. Saya bersyukur kalau saat ini saya dipulihkan karena hidup dengan pelita yang padam itu rasanya sangat tidak enak. 

Bersekutulah selalu dengan Tuhan, bacalah firmaNya, dan mintalah kepada Tuhan untuk selalu memperbaharui pelita anda sehingga anda pelita anda tidak sampai padam. Sedangkan untuk anda yang pelitanya sudah padam, pelan-pelan renungkan kebaikan Tuhan di hidup anda, mintalah kepada Tuhan agar pelita hati anda dipulihkan. Percayalah Tuhan sanggup memulihkan pelita anda. GBU.

Note:
Tanpa kebenaran Tuhan yang terus-menerus mengisi hati kita, ketawaran dan kegelapan akan melingkupi hidup kita.

Friday, 1 August 2008

SMS Berantai

Amsal 30: 8
"Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku."

"Kartu GSM XXXX sudah keluar: Rp. 6/SMS; Rp. 60/menit; Rp. 600/SMS. Jika dijumlah 666 simbol antikris. Jangan dibeli. Itu kartu pendukung antikris. Sebarkan SMS ini." Anda mungkin pernah mendapat SMS berantai seperti ini. Mengapa disebut berantai? Karena SMS ini berpindah dari satu pengguna hp ke pengguna lainnya. Banyak orang kristen yang mengikuti saran untuk meneruskan SMS itu ke nomor yang lain. "Toh aku cuma kehilangan beberapa rupiah." Mungkin itulah pikiran mereka.

Tapi pernahkan kita mengecek kebenaran informasi SMS tersebut sebelum mengirimkannya. Contohnya, pada isi SMS diatas, apakah kita benar-benar yakin bahwa operator seluler itu memang pendukung antikris? Jika informasi itu tidak akurat atau kita tidak yakin kebenarannya, maka kita ikut serta dalam dosa kebohongan. Kita telah menyebarkan fitnah.

Kami pernah menjadi korban SMS berantai. Setelah gempa tahun 2006, beredar SMS: "Mohon dukungan doa, pdt. Pelangi (istri saya) belum diketahui keadaanya. Sampai sekarang belum  bisa dihubungi." Anehnya, tidak satupun orang yang menanyakan langsung kepada kami. Padahal telepon dan HP kami selalu bisa dihubungi.

Teknologi SMS itu ibarat pisau. Bisa digunakan untuk hal yang baik atau jahat. Ada seorang kristen yang rajin mengirim kata-kata motivasi lewat SMS. Pelayanan ini ternyata memberi berkat pada orang lain. 

Kesaksian saya:
Saya juga sering terima yang namanya sms berantai. Jujur sama dengan kebanyakan orang saya pasti akan mengirimkan ke orang lain lagi tanpa melakukan pengecheckan dulu apakah benar atau tidak isinya itu karena bagi saya tidak ada masalah kecuali kalau sms berantai itu ada kata-kata kutuk seperti jika tidak dikirimkan ke orang lain maka kamu akan sial terus. Justru saya tidak mau mengirimkan sms itu ketika ada kata kutuknya karena saya tidak percaya sama begituan. Ketika membaca renungan diatas saya disadarkan kalau tindakan saya selama ini ternyata salah, hal yang saya pikir tidak masalah dengan mengirimkan sms berantai ke orang lain ternyata bermasalah. Saya baru sadar kalau ternyata dengan begitu saya telah membantu menyebarkan kebohongan ke orang lain. Sekarang saya tidak mau lagi melakukan penyebaran sms berantai kecuali isinya memang sudah 100% terbukti kebenarannya.

Bagi anda yang juga suka mengirimkan ulang sms berantai atau bahkan membuat sms berantai, lebih baik lakukan pengecheckan dulu isinya benar atau tidak. Karena jika ternyata isinya salah maka anda telah berbuat dosa dimata Tuhan. Gunakan sms untuk memberkati orang lain bukan malah menghancurkan orang lain. GBU.

Note:
Manfaatkanlah teknologi untuk mendukung pelayanan. Teknologi adalah berkat Tuhan juga.

Thursday, 31 July 2008

Minta Maaf

Kisah 16: 39
"Mereka datang minta maaf lalu membawa kedua rasul itu ke luar dan momohon, supaya mereka meninggalkan kota itu."

Suatu ketika presiden Abraham Lincoln menghadapi situasi yang mengharuskan dia untuk menyenangkan para politisi. Untuk itu, dia lalu memberi perintah pada sebuah resimen untuk berpindah tempat bertugas. Saat Edwin Stanton, menteri pertahanannya, menerima perintah itu, dia mnolak menyampaikan perintah itu pada bawahannya. Dia mengatakan bahwa presiden bertindak bodoh. Rupanya ada orang yang menyampaikan ucapan Edwin pada presiden. Mendengar laporan itu, alih-alih marah, Abraham Lincoln malah berkata, "Jika Stanton mengatakan bahwa saya bertindak bodoh, biasanya dia benar. Sebaiknya saya menemuinya sendiri." Dua orang itu kemudian bertemu dan berbicara, akhirnya presiden mengakui bahwa keputusannya itu memang salah besar. Tanpa ragu-ragu lagi, dia segera membatalkan perintah itu. 

Berbeda dari Abraham Lincoln, para pembesar kota Filipi memang meminta maaf, tapi tidak secara tulut. Mereka mengakui kesalahan karena dipaksa oleh keadaan. Penulis amsal mengingatkan kita supaya mencintai didikan dan pengetahuan. Di dalam didikan itu, kadang terdapat teguran. Jika kita membenci teguran, maka kita termasuk orang yang dungu.

Kesaksian saya:
Dulu waktu SMA saya adalah orang yang tidak mau meminta maaf, kalau lagi ada masalah dengan orang maka jangan harap saya yang pertama kali buka mulut untuk meminta maaf walaupun ternyata saya harus meminta maaf duluan, saya mungkin akan meminta maaf akan tetapi dengan berat hati. Rasanya gengsi kalau meminta maaf duluan apalagi kalau masalahnya itu sama pembantu atau adik saya. Akan tetapi suatu ketika saya ikut retreat untuk pelayan namanya itu ESC. Disana saya dilatih untuk menjadi pelayan yang excelent (terbaik). Pada salah satu sesinya ada pembicara yang membahas mengenai minta maaf, disana saya dijamah dan diingatkan Tuhan bagaimana kehidupan saya selama ini.  Tuhan merubah hidup saya yang tidak suka minta maaf menjadi orang yang minta maaf jika ada masalah. Selain itu Tuhan juga mengingatkan saya melalui fimannya bahwa setiap saya ada masalah dengan orang lain selesaikan masalah saya itu sebelum matahari terbenam.

Pulang dari retreat itu untuk pertama kali saya berusaha untuk minta maaf memang sangat sulit, sebagian dari gengsi saya masih berusaha melawan agar saya tidak minta maaf tapi setelah saya berhasil minta maaf pada orang-orang disekitar saya yang pernah saya sakiti ternyata perasaan ini jadi lebih tenang selain itu hubungan saya dengan orang tersebut menjadi lebih baik bahkan kepada pembantu, saya juga meminta maaf. Sejak saat itu saya selalu minta maaf apabila saya menghadapi masalah dengan orang lain bahkan walaupun orang itu tidak tau jika saya ada masalah dengan dia. Jujur saya sama sekali tidak menyangka kalau minta maaf itu ternyata menyenangkan. 

Kepada anda yang saat ini masih menyimpan dendam kepada seseorang, pertanyaannya adalah apakah anda bisa memaafkan orang itu atau meminta maaf kepada orang itu? Karena dengan anda menyimpan masalah terhadap seseorang maka hidup anda tidak akan bahagia. Masalah itu akan selalu menghantui perasaan anda. Percayalah itu! Kalau memang anda ingin bahagia akuilah kesalah anda dan minta maaf lah ketika anda salah. Selain itu maafkanlah orang lain ketika ada orang lain yang minta maaf kepada anda. GBU.

Note:
Orang besar mau mendengar nasihat, dan mengakui jika melakukan kesalahan.

Wednesday, 30 July 2008

Sudah Melihat Sebelumnya

Amsal 29: 18
"Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat.."

Ketika disneyland diresmikan, Walti Disney telah meninggal. Seorang kemudian mendekati istrinya dan berkomentar sambil bertanya kurang lebih demikian, "Nyonya, bagaimana perasaan anda ketika melihat semua ini menjadi nyata, dan suami anda tidak ada di sini? Dengan tenang ia menjawab, "Sebelum ini semua menjadi nyata, suami saya sudah melihat ini semua sebelumnya."

Mungkin ada dua jenis orang gila di dunia: orang yang hidup di masa lalu dan orang yang hidup di masa depan. Tentu saja selain orang yang menderita kegilaan karena sakit. Nah, kategori kedua adalah orang-orang gila yang namun juga pantas digelari visioner.

Ketika Paulus melayani Tuhan, ia tahu masa depan pelayanannya. Ia melihat, bahkan hingga ke akhir zaman: keadaan manusia dan apa yang terjadi pada gereja Tuhan. Apakah kita selama ini juga memiliki visi atas apa yang kita kerjakan?

Orang yang hidup tanpa visi akan mencoba segalanya, menjadi segalanya dan melakukan segalanya. Mereka mungkin tampak hebat, walau sebenarnya konyol dan mudah putus asa. Mereka lelah, lalu mati, tanpa meninggalkan apa-apa. Berbeda dengan orang yang punya visi: mereka melakukan sesuatu terus-menerus, berani mencoba lagi walaupun gagal, dan tetap tegar.

Jenis orang kedua inilah yang akan membawa perubahan, yang telah setia untuk memperjuangkan apa yang diniatkan, bersandar pada Tuhan ketika datang cobaan, dan terus berjuang hingga datangnya kematian. 

Kesaksian saya:
Dulu saya adalah orang yang tidak mempunyai visi sama sekali, dalam kehidupan saya sehari-hari, saya melakukan yang saat itu harus saya lakukan. Saya sama sekali tidak memikirkan masa depan saya kira-kira mau gimana, sehingga lama kelamaan apa yang saya lakukan itu hanya menjadi kebiasaan saja. Di gereja saya waktu itu juga lagi digencar-gencarkannya bahwa setiap orang harus mempunyai visi. Pertama-tama saya masih tidak terlalu menganggap penting visi itu akan tetapi suatu ketika ada pendeta tamu yang datang ke gereja saya, firman yang dibawa olehnya sangatlah menjamah saya. Pendeta ini juga berfirman mengenai visi dalam kehidupan seseorang. 

Melihat hal itu saya belajar untuk mempunyai visi dalam kehidupan saya dan ketika saya mulai mengatur visi saya tersebut, saya merasa kehidupan saya lebih berarti dan lebih baik karena ketika saya mempunyai visi, saya berusaha agar visi saya itu menjadi kenyataan di dalam kehidupan saya. Saya mempunyai satu visi utama yaitu menyenangkan hati Tuhan. Percayalah, ketika saya memutuskan visi utama saya itu, saya merasa setiap tindakan saya menjadi lebih baik. Tentu saja selain satu visi utama itu saya juga mempunyai visi di setiap aspek kehidupan saya, mulai dari aspek keuangan atau aspek percintaan saya. Dengan adanya visi-visi tersebut di dalam hidup saya, saya jadi dapat melihat kira-kira di masa depan bagaimankah kehidupan saya. Akan tetapi jangan lupa bahwa semuanya itu harus disandarkan kepada Tuhan, karena visi yang tidak menyenangkan hati Tuhan, tidak akan berhasil kita peroleh. GBU.

Note:
Daripada memikirkan tentang di mana anda berada sekarang, pikirkan tentang di mana anda ingin berada. Kesuksesan satu malam adalah kerja keras 20 tahun.

Sunday, 27 July 2008

Jangan Diam Saja!

I Tesalonika 5: 11
"Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan."

Apa yang seorang ibu lakukan jika ia melihat anak kecilnya bermain pisau? Tentu tidak tinggal diam, bukan? Kalau sudah tidak bisa dengan nasihat, tentu mereka akan memaksa anaknya untuk taat. Dalam banyak kehidupan kekristenan, kerap kita melihat saudara seiman yang menyimpang dari kebenaran Tuhan. Namun, mengapa kita kerap diam saja?

Dosa pertama memang benar dilakukan oleh hawa. Tapi justru adamlah yang pertama ditanyai Tuhan, mengapa? Karena adam jelas ada di sana ketika hawa berbicara dengan ular. Artinya adam diam saja, tidak memberi nasihat atau teguran kepada hawa ketika ia hendak memakan buah terlarang.  Banyak orang kristen bertindak seperti adam. Mereka cuek saja melihat saudara seiman menyimpang dari jalan Tuhan. Tuhan tegas mengatakan "Jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa". Jika kita tahu jelas kita harus memperingati saudara seiman yang menyimpang dari jalan Tuhan namun kita diam saja, jelas kita berdosa, seperti adam. Namun, jika kita menegurnya dan dia tidak mau mendengar, dosa itu tidak ditanggungkan atas kita. Dengan kata lain, kita perlu melakukan sesuatu jika melihat saudara seiman jauh dari Tuhan, setidaknya menegur dan menasihati.

Ada saatnya kita diam, tapi ada saatnya kita perlu berkata-kata. Jika hari-hari ini anda melihat ada saudara seiman hidup jauh dari Tuhan, jangan diam saja! Berdoalah, tegurlah, nasihatilah, dan mintalah Tuhan mengubah hidupnya. Itu baru kasih sejati. 

Kesaksian saya:
Sebelumnya saya meminta maaf kepada anda yang kemarin membuka blog ini dan tidak menemukan perubahan pada blog, hal ini terjadi karena kemarin saya cukup sibuk sehingga tidak melakukan update pada blog. 

Menurut saya, mengingatkan orang lain ketika berbuat salah itu tidak selalu harus saudara seiman saja. Ketika kita melihat orang lain yang sedang berbuat salah walaupun ia bukanlah saudara seiman akan tetapi kita harus tetap mengingatkannya apalagi apabila orang itu adalah teman atau keluarga kita. Karena bagaimanapun juga kalau kita mengasihi teman atau keluarga kita itu walaupun ia bukan saudara seiman kita, kita akan tetap mengingatkannya. Mungkin ia tidak mau mendengarkan kita, akan tetapi percayalah ketika kita terus mendoakannya dan mengingatkan dia, kata-kata kita yang saat ini tidak didengarnya suatu saat ketika ia menghadapi sebuah masalah maka ia akan mengingat kata-kata kita dan berubah.

Jujur saya sampai saat ini belum dapat 100% apabila melihat orang lain berbuat salah, saya ingatkan dia. Kadang kala saya ada perasaan sungkan sama orang itu kalau saya ingatkan dia tentang kesalahannya. Kadang juga saya takut, nanti dia marah sama saya, akan tetapi dari membaca renungan pagi ini saya merasa Tuhan mengatakan kepada saya kalau hal itu buka masalah. Perbuatlah apa yang harus saya perbuat dan apabila dia tidak mau mendengarkannya maka Tuhan tidak akan menyalahkan saya yang penting apakah saya punya hati untuk mengasihai orang itu dan ingin agar orang itu berubah. Apabila ternyata benar orang itu memusuhi saya, saya tidak perlu kuatir akan hal itu, Tuhan punya jalan yang lebih baik untuk saya. Karena itu bagi anda semua yang ketika melihat teman anda berbuat salah akan tetapi membiarkannya maka berhati-hatilah karena itu sama saja dengan kalau anda itu sombong (sudah tau orang itu salah akan tetapi dibiarkan) dan Tuhan tidak suka orang sombong. Punyailah hati untuk mengasihi orang lain, terutama ketika orang itu berbuat salah. Jangan ketika orang itu berbuat salah maka anda meninggalkannya begitu saja tanpa mengingatkan dia atas kesalahannya. GBU.

Note:
Kepedulian dan kasih sejati adalah ketika kita tidak berdiam diri membiarkan orang yang kita kasihi jatuh dalam bahaya.

Friday, 25 July 2008

Buanglah Iri Hati

Yakobus 3: 14
"Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran."

Salah satu hal yang sering kali membuat saya jatuh dalam dosa adalah iri hati. Apa lagi kalau sudah melihat orang lain yang lebih baik dari saya, kerap kali rasa iri itu muncul tiba-tiba. Suatu kali, saya merasa tersinggung karena seorang teman sering sekali dipuji sementara saya kurang mendapat pujian dari orang. Konyolnya lagi, saya selalu mencari kelemahan orang tersebut. Padahal dia tidak pernah mencari-cari kelemahan saya kalau ada yang melontarkan pujian. Saya, entah mengapa, jadi tidak senang kalau orang membicarakan kelebihan teman saya itu. Untuk menutup rasa malu dan harga diri, akhirnya saya berusaha menjatuhkan pendapat teman saya itu kalau kami sedang rapat.

Namun sikap itu justru membuat banyak kritik datang. Hal ini membuka mata saya, ternyata saya haus dengan pujian dari manusia. Sampai kemudian Tuhan mengajar saya untuk tidak mengejar pujian dari manusia. Ketika saya belajar menerima diri saya apa adanya, rasa iri itu lenyap tiba-tiba. Saya bisa tersenyum kalau teman saya dipuji. Bahkan kadang, saya sudah bisa memuji orang lain.

Iri hati selalu menimbulkan perselisihan. Bahkan rasa irilah yang membuat kita tidak bisa mengasihi secara total. Karena kita masih menganggap dia sebagai lawan. Mengalahkan rasa iri tidaklah sukar yaitu kita belajar mengembangkan rasa syukur terhadap apa yang kita punya. Tinggalkanlah iri hati. Terimalah diri apa adanya. Percayalah! dengan segala kelemahan anda. Anda sudah tampak sangat sempurna di mata Tuhan. 

Kesaksian saya:
Dulu saya adalah orang yang sangat mudah iri hati. Rasa iri saya keluar ketika saya menghadapi suatu hal yang berhubungan dengan perempuan dan kemampuan. Sedangkan untuk yang lainnya misalnya uang saya tidak terlalu peduli karena waktu itu saya sudah belajar untuk bersyukur akan tetapi entah kenapa setiap ada hubungan kedua hal tadi, rasa iri saya cepat muncul.

Ketika saya melihat orang yang mempunyai pasangan hidup, saya merasa sangat iri. Biasanya saya berpikir enaknya dia punya pasangan hidup sedangkan saya tidak apalagi kalau orang itu ternyata playboy maka saya jadi tambah iri, masa playboy bisa sedangkan saya tidak bahkan tidak jarang saya berpikir untuk jadi playboy. Selain itu ketika berurusan dengan kemampuan seseorang, saya juga cepat iri apabila ada teman yang kemampuannya lebih baik dari saya dan selalu dipuji-puji orang misalnya ketika kerja bersama kami sama-sama kerja akan tetapi setiap pekerjaannya di mata orang selalu sangat baik. Dalam pikiran saya, kenapa dia yang selalu dipuji orang padahal kami sama-sama kerja akan tetapi saya hanya dianggap sebagai pembantu hasil kerjanya dia.

Waktu itu saya benar-benar cepat jengkel sama orang selain itu hidup saya juga jadi tidak tenang karena hampir setiap hari saya mangkel sama orang yang hanya disebabkan oleh rasa iri terhadap orang lain disekitar saya. Akan tetapi Tuhan itu baik, Ia masih mau untuk menjamah saya. Tuhan mengingatkan saya untuk lebih belajar bersyukur atas keadaan saya sekarang ini, selain itu Tuhan juga mengingatkan saya bahwa Dia punya rencana yang indah atas hidup saya. Melihat hal ini, saya sedikit demi sedikit mulai dapat bersyukur atas apapun kehidupan saya, selain itu saya juga dapat bahagia atas orang lain yang lebih baik dari pada saya. Dan anehnya ketika saya belajar bersyukur hidup ini rasanya lebih indah dalam segala hal. Saya percaya bahwa rencana Tuhan itu baik, jadi saya tidak perlu takut akan masa depan apalagi iri hati pada orang-orang yang lebih baik dari saya karena saya yakin bahwa suatu saat ketika Tuhan mengijinkan saya dapat sama baik atau bahkan lebih baik dari mereka.

Tapi untung juga waktu itu Tuhan memulihkan saya dari rasa iri hati, jika tidak mungkin saya sudah benar-benar menjelma menjadi playboy karena ketika saya lihat lagi, ternyata jadi playboy itu sama sekali ndak benar. Kelihatannya enak, bisa punya cewek dimana-mana akan tetapi seorang playboy itu mengecewakan di mata Tuhan. Karena ia menghancurkan banyak perempuan yang tidak bersalah baik itu menghancurkan hatinya atau jika playboynya kelas berat maka juga menghancurkan kehidupan perempuan tersebut. Saya sangat bersyukur saya punya Tuhan yang baik di hidup saya.

Bagi anda yang saat ini mempunyai rasa iri terhadap seseorang mengenai masalah apapun juga. Jangan dibiarkan karena rasa iri yang berkembang terus dapat menghancurkan hidup anda sendiri selain dapat menghancurkan hidup orang lain. Cobalah untuk menerima diri anda apa adaya, dan selalu bersyukur atas apapun yang terjadi dalam hidup anda saat ini. Percayakanlah pada Tuhan masa depanmu sepenuhnya maka Tuhan akan memberikan yang terbaik bagimu. Ada sebuah pepatah "Yesterday is history, tommorow is mistery but today is a gift thats why it's call present." Karena itu janganlah kuatir akan hari esok karena yang tahu hari esok cuma Tuhan, akan tetapi perbuatlah yang terbaik untuk hari ini agar berkat Tuhan melimpah atasmu.

Note:
Perselisihan, perpecahan dan pertengkaran selalu dimulai ketika ada orang yang membiarkan benih iri bertumbuh subur dalam hatinya.